MENCINTAIMU BUAT KALI KEDUA

MENCINTAIMU BUAT KALI KEDUA
PERTEMUAN


__ADS_3

Awal subuh lagi Rabecca sudah terjaga dari tidurnya.Beberpaa pembantu rumah tangga,sudah siap-siap menyediakan sarapan pagi buat keluarga Rabecca.


Dengan malasnya,dia menghayun langkah kakinya menginjak lantai bawah dan seterusnya pergi ke arah dapur.


Bu Sofie selaku ketua pembantu rumah tangga kelihatan sibuk dengan alatan memasak,tanpa sadar bahawa Rabecca sudah ada di meja makan.


"Eh!Non Becca?Kapan bangunnya?Nyonya sama Tuan mana?Belum bangun ya?Tumben kok Non?"Ujar Bu Sofie lalu meletakkan secangkir kopi hitam di hadapan meja Rabecca.


"Makasih ya bu.Tapi Becca stop dulu deh minum kopinya."


"Loh!Kenapa Non?Lagi gak enak badan ya?Ya,udah taruk aja disitu.Nanti ibu minumnya."Ujar Bu Sofie lalu menyeruput pelan-pelan air kopi yang masih lagi panas diatas meja.


"Bu,nanti bisa gak minta sama Paman John untuk bersihkan villa."


"Kenapa Non.Ada acara sama teman ya?"


"Oo..gak ada Bu.Cuma temannya Randy,mau nginep beberapa hari.Baru pulang dari luar negeri kok Bu.Katanya pengen libur duluan,sebelum menguruskan perusahaan milik keluarga."Kata Rabecca sembari memakan sarapannya.Segelas susu hangat diteguk perlahan.


"Non,kayaknya udah lama ya teman-teman Non gak kemari.Ngomong-ngomong mereka kemana ya Non."


Kelihatan wanita paruh baya itu menatap wajah datar wajah Rabecca sambil menghabiskan air kopinya.


"Lagi sibuk,Bu.Ketemu aja udah jarang.Kalo ditelfon malah nenek lampir yang menyahutnya."Ucap Rabecca lalu ketawa berdekah.


"Eh! Non.Ada-ada saja candaannya.Non gak ada kuliah ya pagi ni."


"Gak ada Bu.Hari ini Becca mau ketemu sama Randy.Mau beri kunci villa.Ntar itu,bisa ngobrol-ngobrol panjang gitu."Ujar Rabecca lagi.Tidak lama setelah itu,klakson mobil Rabecca kedengaran di luar villanya.


"Bu,Becca jalan dulu ya?"Ucap Rabecca lalu menyalami tangan wanita paruh baya itu. Meskipun Bu Sofie cuma pembantu rumah tangga,tapi hubungan mereka sangat dekat sekali.Apa lagi Bu Sofie sudah bekerja lama dengan keluarga Ganda.


Rabecca tidak pernah menganggap Bu Sofie atau pekerja villa yang lainnya sebagai orang gaji.Malah Rabecca senang bergaul mesra dengan mereka kerana merasakan dirinya tidak pernah memiliki ramai kenalan mahupun keluarga lainnya.

__ADS_1


Rabecca mempunyai seorang kakak laki-laki yang sudah berumahtangga.Memilki seorang putera dan seorang puteri yang comel berusia lima dan tiga tahun.


Dengan kehadiran kedua-dua anak kecil itu, kehidupan Rabecca sedikit terisi.Kerana terlalu sibuk dengan kuliahnya,dia tidak mempunyai masa untuk dirinya sendiri.


Malah untuk bersenang-senangan dengan teman baik juga semakin jarang.Masing-masing punya tanggungjawab sendiri.


"Non,kita udah sampai nih.Non,mau turunnya dimana ya?"Tanya Pak Beram selaku sopir Rabecca.


"Kita turun aja di toko buku aja pak.Becca May mampir sebentar disana.Nanti gak usah jemputin Becca ya.Becca pulang sama Randy aja."Jawab Rabecca lalu turun dari mobil sebaik saja mobilnya berhenti berdekatan dengan toko buku.


"Hati-hati ya Non?Bapak pulang dulu ya!"Ucap Pak Beram lalu bergegas pergi meninggalkan Rabecca di toko tersebut.


Tidak lama setelah dia masuk ke dalam toko buku,ponselnya berdering.Di layar ponsel, kelihatan Randy yang memanggilnya.


"Bec,kamu udah nyampei ya?Ni gue telat sikit ya?Jalanya macet banget.Tungguin aku ya?"Kata suara di hujung sana.


"Iya, gapapa kok.Lagian aku mampir sebentar di toko buku.Nanti langsung aja jemputin aku ya?"Kata Rabecca dengan santuynya memilih buku yang diingini.


"Randy!Elo emang cowok brengsek.Telfonnya tiba-tiba.Diputusin juga tiba-tiba.Elo tu emang gak pernah berubah.Selalu aja beri kata-kata separuh jalan."Ujar Rabecca sembari meletakkan semula ponselnya ke dalam tas tangan.


Setelah memilih beberapa buah novel,Rabecca bergegas menuju ke kasir untuk membayar harga novelnya.Namun kerana kecerobohannya,dia telan menabrak seorang pria disaat dia membalikkan badan menuju kasir sehingga menyebabkan pria tersebut hampir ambruk ke lantai.


Namun dengan pantasnya,Rabecca menggapai kaos pria tersebut daripada terus terjatuh.Namun usahanya sia-sia,mereka akhirnya tetap ambruk ke lantai dengan tangan kiri Rabecca masih lagi memegang kaos pria tersebut.


Dengan cepat-cepat,Rabecca menyingkir daripada terus mendekati tubuh pria tersebut sembari mengusap sikunya yang sakit kerana terbentur ke lantai.


'Aduh,Maaf!Aku lagi gak sengaja.Kamu gak apa-apakan?"Ujar Rabecca panik.Buku yang bertaburan segera dikutip kembali.Dia segera bangkit kembali dan membantu pria itu bangun kembali.


"Gak papa kok.Hal kecil aja."Jawabnya santai.Wajah Rabecca ditatapnya sekilas.Ada senyuman nipis dibibirnya.Entah kenapa dia senang melihat wajah Rabecca.Apa lagi disaat wajah gadis itu memerah menahan malu.


"Sekali lagi,aku minta maaf."Ucap Rabecca lalu berdiri dan membungkukan badannya sedikit sebagai tanda meminta maaf.

__ADS_1


"Ya!Aku maafin kok.Kamu kelihatannya buru-buru banget.Ada urusan mendadak ya?"Tanya sang pria itu lalu mengembalikan buku novel Rabecca yang tidak habis dikutipnya.


"Enggak juga.Tapi punya temu janji sama teman.Ntar nanti juga sampei.Akybpergi duluan ya.Makasih!"Ucap Rabecca sambil menunjukkan buku novelnya sambil melirik senyum tipis kearah pria tersebut.


Rabecca berjalan menuju kasir lalu membayar buku-bukunya.Pria tadi hanya memandang punggung Rokey sehingga hilang disebalik pintu toko.


"Aduh!Kok lupa nanya namanya."Ujar pria yang bernama Ricardo.Tanpa dia sadari menepuk dahinya sendiri.Dia senang dengan penampilan Rabecca yang santuy aja.Mengingatkan dirinya tentang seseorang yang pernah dia kenal di bangku sekolah.Cuma gadis ini berbeza dari gadis yang kenal masa lalu.


"Tidak lama setelah itu, ponselnya berdering menandakan ada pemanggil.


"Halo!Ya Ran?Lagi ada dimana?"Ujarnya setelah panggilan dijawab.


"Lagi di mall.Ketemu ama teman gue duluan.Sebentar lagi kita ketemu ya?"Kata seorang pria dari sebelah sana.


"Ya udah!Aku tungguin di tempat yang dijanjikan ya.Atau kamu juga bisa bawa sekali teman kamu itu ketemu sama aku."Kata Ricardo memberi cadangan.


"Ya,udah.Jika begitu aku ketemu ama kamu sekarang aja ya?Mana tau bisa kenalin dengan temanku."Ujar Randy ketawa nakal.


"Ya,udah Ran.Aku matiin penggilannya ya?Sampei ketemu nanti."Panggilan dimatikan.Dengan langkah sederhana,Ricardo menuju mobilnya dan menyetir sehingga tempat yang ditujui.


Di dalam mobil,wajah gadis tadi masih lagi lekat dipikirannya.Bukan kerana gadis itu cantik atau imut,tapi kerana raut wajah gadis itu benar-benar mengingatkannya tentang seseorang.Namun dia berusaha untuk mengingatkan kembali sosok gadis tersebut, namun nihil.


Sudah lima tahun berlalu.Entah bagaimana penampilan gadis itu dia sendiri tidak tahu.Ada kekesalan yang masih membuku dihati yang tak terluahkan setelah dia menyakiti hati gadis tersebut.Sehingga dia bertukar sekolah ke luar negeri mengikuti keluarganya ke Sydney, Australia.


Sejak hari itu mereka tidak bertemu lagi bahkan dia masih lagi punya hutang kata 'Maaf' kepada gadis itu.


****Pertemuan tak terduga?Berhasil kah Ricardo menemui sosok gadis yang dia telah sakiti Lina tahun lalu?


****Nantikan aja cerita selanjutnya ya?


****Jangan lupa ketik'like'dan tinggalkan komentar anda ya?Happy reading gais.

__ADS_1


__ADS_2