MENCINTAIMU BUAT KALI KEDUA

MENCINTAIMU BUAT KALI KEDUA
I LIKE YOU


__ADS_3

Rabecca merenung langit kamar silih berganti dengan layar ponselnya.Dia mengacak-acak rambutnya frustasi.Tiada yang lebih pelit jika berurusan dengan pria yang mengitimidasi seperti Ricardo.


Laki-laki yang bersikeras terhadapnya.Mengincar dirinya tanpa jemu dan bersikukuh dengan perasaannya.


"Sial!Kenapa lelaki itu seperti ini.Apa tiada lagi gadis yang bisa diincar untuk dimainkan."Umpatnya separuh kesel.


Pengakuan dari Ricardo beberapa hari lalu masih lagi bergeming di daun telinganya sehingga dia tidak bisa fokus seharian kerana ulah Ricardo.


******


Flash back on:


"Iva,ak..aku suka pada kamu!"Ucap pria di hadapannya tanpa selindung.


Pufffttt!


Rabecca yang sadari dari tadi mengemas storan wine tersedak kaget mendengar ucapan sang bos tanpa basa- basi.


"Kok gitu.Bapak sakit ya.Tadi siang makan apa?"Ucap Rabecca yang masih menganggap ucapan Ricardo tadi sebagai lelucon.Di bibirnya masih lagi senyuman yang tersisa.


Kaget bukan kepalang mendengar pengakuan Ricardo,tiada angin tiada ribut,pria itu dengan mudahnya melafazkan kata suka tanpa sebarang isyarat.Rabecca menghentikan seketika aktifitasnya dan menatap keras wajah tampan laki-laki yang semakin dekat dengan dirinya.Ricardo sudah memasang wajah serius,sebagaimana seriusnya ucapannya sebentar tadi.


"Gak!Aku serius.Aku gak pernah main-main dengan ucapan ku.Aku bukan tipe laki-laki yang berselindung di balik kata-kata manis cuma."Tegas Ricardo sembari menatap intens anak mata bening milik Rabecca.

__ADS_1


Rabecca menggigit bibir bawahnya.Di masih lagi ragu-ragu dengan ucapan laki-laki yang dihadapannya.Melihat akting spontan Rabecca menggigit bibirnya yang mugil benar-benar membuatkan Ricardo gemas.


Di benaknya,dia ingin sekali mencicipi bibir mungil,merah dan merekah milik Rabecca.Ternyata sungguh menggoda sekali sehingga menyebabkan detak jantungnya berdegup tidak keruan.


"Apa bapak tahu apa yang bapak ucapkan sekarang?"Kini Rabecca memasang wajah dinginnya kembali.Dia tidak mahu kalah dengan Ricardo yang mula mendominasi perbualan antara mereka.


"Aku tak pernah salah dengan apa yang aku bilang barusan.Aku sudah lama menyukai diri kamu.Cuma kamu aja yang gak bisa bagi aku kesempatan.Atau lebih tepat,kamu cuma pura-pura gak punya perasaan disaat aku coba untuk mendekati diri kamu."Kata Ricardo tak mau kalahnya dengan ucapan Rabecca.


"Maaf, pak.Aku gak bisa menyambut uluran ucapan dari bapak sebentar tadi.Aku gak punya apa-apa perasaan sama bapak.Hubungan ini gak akan semulus yang bapak pikir jika hanya satu pihak aja yang suka."Jawab Rabecca lagi.


"Iva, aku..."


"Pak,sudahlah.Pokoknya aku nolak.Aku tahu kondisi aku seperti apa.Gak ada gunanya kita membahas soal hati di tempat kerja.Gak pas."Ucap gadis itu dengan tegas.


Ricardo tidak percaya sama sekali dia kalah berdebat dengan gadis tinggi lampai dihadapannya.Entah dimana silapnya, menyebabkan Rabecca bertindak sejauh itu.Apa lagi tidak termakan dengan pujuk rayu nya.


"Maaf,aku lagi banyak kerjaan.Please,mohon bapak tinggalin ruangan ini."Ucap Rabecca dengan suara yang sedikit mengendur.Dia tahu sebentar tadi dia sudah sedikit keterlaluan berbicara dengan sang bos


"Jika aku mahu disini,kamu bisa bikin apa?Ini juga tempat aku."Ujar Ricardo tak mahu kalah.


Rabecca menatap lagi wajah Ricardo,lalu menghembus napas kesal.Untuk sesaat dia mendongakkan wajahnya serta memejamkan mata dan lalu menghela nafas dengan pasrah.


"Baiklah,bapak teruslah berada disini.Permisi.Aku kedepan dulu."Ujar Rabecca lalu berjalan melewati Ricardo yang masih lagi mencerna kata-kata Rabecca.

__ADS_1


"Iva,aku!"


Dengan pantas Ricardo menarik tangan kiri Rabecca.Dan tanpa sigap,tubuh tinggi lampai itu menabrak dada kekar milik Ricardo lalu mengunci punggung Rabecca dengan kedua-dua tangannya.


"Ricardo,kamu!"Cecar Rabecca dengan suara sedikit keras.Namun perkara lain yang terjadi di antara mereka.


"Iva,please.Dengarkan aku.Aku serius dengan ucapan ku.Aku gak main-main dengan apa yang aku bilang barusan.Please,give me One chance."Ucap Ricardo dengan suara yang sudah mendatar.Manik bening milik Rabecca ditatap dengan penuh pengharapan.Berharao agar gadis itu memberi kesempatan mahupun peluang untuk mendekati dirinya.


"Maafin aku pak.Aku gak bisa beri keputusan selekasnya.Kasi aku sedikit waktu.Tapi aku mohon,jangan terlalu berharap sesuatu yang gak pasti."Ucap Rabecca datar.Pelukkan Ricardo melonggar.


Wajahnya jatuh menekur seakan-akan pasrah dengan kata-kata Rabecca.Terasa hatinya sakit ditolak mentah-mentah oleh gadis yang mula disukai dalam diam.Siliva ditelan terasa pahit dan mengcengkat salur tengkorakkan.


Kali pertama ditolak oleh orang yang dia suka,amat menyiksakan.Selama ini tiada gadis yang bisa menolak pesona pria bernama Ricardo.Namun kali ini dia kalah dengan seorang gadis bernama Rabecca Ivara yang menolak mentah-mentah tanpa sebarang penjelasan kokoh.


Akhirnya Rabecca meninggalkan Ricardo yang masih terkutat-kutat disitu sendirian.


Flash back off:


Rabecca meraih rahang bawahnya,mengusap perlahan-lahan dengan telapak tangan.Ada sedikit kekesalan bertapak di dalam hatinya.Dari sisi lain,dia melihat ketulusan hati laki-laki itu.Dari sisi lainnya,dia belum bersedia menerima huluran tangan yang meminta kerana dirinya masih takut untuk memberi sekeping hati yang masih lagi belum pulih dari luka lama.


*****Udah dibaca jangan lupa ketik:


❤️like

__ADS_1


❤️vote


❤️ Komentar


__ADS_2