MENCINTAIMU BUAT KALI KEDUA

MENCINTAIMU BUAT KALI KEDUA
RICARDO DAN RABECCA


__ADS_3

Rabecca memijat kepalanya yang sedikit pusing.Berjalan menyelusuri denai amat memenatkan.Tambahan lagi resort Peninsular Islander yang terletak kira-kira dua ratus meter dari tempat rehat terasa seperti jauh jika berjalan kaki.


Setelah sepuluh menit berjalan kaki,akhirnya dia tiba di pondok pos satpam.Oleh kerana dia tidak memiliki kekuatan untuk melangkah akhirnya pandangan matanya tiba-tiba menjadi gelap.Rokey ambruk ke tanah.


Pak Reza,satpam yang menjaga gerbang masuk ke resort benar-benar panik.Mujur aja waktu itu,sebuah mobil lalu dan memberhentikan mobil di bahu jalan.


"Pak,ada apa toh?"Seru seorang pria sebaik saja dia meluru keluar dari mobilnya.


"Gak tau deh Tuan.Tiba-tiba Nona ini pingsan disini.Aduh,rumah rehat juga masih jauh dari sini."Ujar pria paruh baya itu dengan wajah yang cemas.


"Gak papa Pak.Biarin aku hantar ke rumah sakit terdekat sini.Kayaknya badan nona ini panas."Ucap pria itu lagi.


"Beneran ni tuan.Jika tuan punya urusan penting,biar bapak telfon pihak pengurusan resort,biar mereka jaga nona ini buat sementara.Mana tahu jika ada yang nyariin nanti."Ujar pak Reza lagi.


"Gak usah kok pak.Aku juga gak ada kerja khusus disini.Ntar nanti juga aku bisa mampir lagi kemari.Mana tas nona ini.Biarin aku menghantarnya ke rumah sakit aja.Nanti,aku uruskan semuanya.Bapak gak usah khuatir."Ucap pria bernama Ricardo itu,lalu mengendong tubuh Rabecca masuk ke dalam mobil.


Setelah Rabecca diletakkan disebelah co-driver,mobil dikendarai menuju rumah sakit.Setengah jam kemudian, akhirnya mereka tiba di rumah sakit.Rabecca terus dimasukkan ke ruangan kecemasan,kerana suhu tubuhnya sudah lebih dari 37.80°C.


Tangan Rabecca terus dimasukkan infus dan diberikan suntikkan obat penurun suhu badan.


Di luar kamar dimana Rebecca dirawat,Ricardo sedang menanti dengan cemas.Biarpun tiada pertalian dengan gadis tadi,dia tetap bertanggungjawab kerana dia yang menghantar gadis itu ke rumah sakit.


Tidak lama selepas itu,seorang dokter dalam lingkungan 30-an, keluar dari ruangan kecemasan.


"Dok,gimana dengan keadaan gadis tadi."Tanya Ricardo.


"Patien sudah gapapa.Dia cuma kelelahan.Disamping itu,dia ada sedikit dehidrasi dan kurang tidur.Saya harap kamu bisa jaga pacar kamu dengan baik-baik.Jangan sampai kelelahan."Ucap dokter muda sembari menepuk pundak Ricardo.


"Dok!dia bukan pa..."


"Kamu sudah bisa masuk ke ruangannya. Di ingat.Jangan sampai kecapekan."Ujar dokter itu lagi tanpa memberi peluang kepada Ricardo untuk memberi penjelasan.

__ADS_1


Ricardo menghela napas lemah.Kemudian dia tersenyum nipis dengan sudut bibir terangkat sedikit keatas.Mendengarkan kata-kata dari dokter tadi sudah cukup membuatkannya sedikit lucu.


"Pacar?Gak ada yang lain selain dari sebut kata pacar.Siapa juga yang punca pacar stail polos seperti itu?"Gumannya sendiri.


Kemudian dia masuk ke ruangan kecemasan dimana Rabecca ditempatkan.Wajah Rabecca ditatapnya intens.


"Eh,Kayaknya seperti pernah ketemu deh..Tapi dimana ya?"Gumannya sambil memegang dagunya sendiri.Kemudian dia teringatkan akan sesuatu.


"Oh ya.. Gadis di toko buku itu.Pantesan aja seperti kenal.Rupa-rupanya kamu ya?"Bisiknya lagi sembari tersenyum tipis.


Semakin lama dia menatap wajah Rabecca, semakin wajah gadis itu mirip dengan sosok gadis lima tahun lalu.Tiba-tiba dadanya deg-degkan,memompa dengan laju,wajahnya sedikit panas.Cuma satu saja perkara untuk memastikan gadis ini adalah gadis lima tahun itu adalah melalui luka terbakar di tangan kiri Rabecca.


Dengan tangan yang terketar-ketar,dia memeriksa tangan kiri Rabecca.Tiada luka terbakar ditangan kirinya.Dia menghembus napas kecewa.Sangkaannya,dia berpikir Rabecca adalah orang yang sama.Namun sangkaannya nihil sama sekali.Tiba-tiba dia rasa kecewa.


Tidak lama kemudian,ponsel Rabecca berdering.Ricardo melirik kearah tas tangan Rabecca diatas meja lalu merogoh ponsel yang ada di dalamnya.Panggilan dijawabnya.Di sebalik sana, kedengaran suara seorang pria.Suara yang seakan-akan dia kenal.


"Hai Sweetheart?where are you?"Ucap pria itu dengan suara yang menggoda.Namun setelah panggilannya tidak dijawab,suaranya tiba-tiba berubah menjadi keras.


Ricardo melihat layar ponsel.Ingin mengetahui siapa yang menelefon Rabecca.


'Si jelek Ran'


Itulah nama yang ada di layar ponsel tersebut.Ricardo menarik napas sebelum menyahut panggilan dari Randy.


"Maaf!Adakah anda temen pemilik ponsel ini?"Tanya Ricardo dengan tenangnya.


"Eh,ya.Kamu siapa?Dimana temenku."Jawabnya ketus.


"Bisa gak kamu ke rumah sakit.Temen mu ditemui pingsan di gerbang masuk resort siang tadi.Sekarang dia masih dirawat."Kata Ricardo lagi.


"Jika begitu share aku location rumah sakit mana temenku ditempatkan."Ucap Randy lalu mematikan panggilan telefon secara sepihak.Tanpa kata pamitan,Randy yang mematikan panggilan sepihak telah membuat Ricardo terkutat-kutat dengan tidak percaya bahawa ada orang yang sedikit kasar kelakuannya.Ya, mungkin aja kerna pria itu cemas mendengar khabar temennya tiba-tiba berada di rumah sakit.

__ADS_1


Dengan kelajuan penuh,Randy mengendarai mobilnya menuju rumah sakit dengan perasaan cemas dan berharap agar tidak ada sesuatu yang buruk terjadi pada Rabecca.


Dalam masa dua puluh menit,akhirnya Randy tiba di rumah sakit.Setelah tiba,dia menelefon pensel Rabecca dan berharap agar pria yang menyambut panggilannya tadi menjawab panggilan tersebut.


Randy:"Hai,kamu ada dimana.Aku sudah


mampir di rumah sakit."


Ricardo:"Di ruangan kecemasan."


Panggilan dimatikan lagi.Akhirnya Randy tiba di ruang kecemasan.Disitu Ricardo sedang berdiri di luar kamar tersebut.


"Eh!Bang Agus.Kok ada disini.Tunggu!tunggu!Apa kamu yang hantar temenku?"Kata Randy yang masih lagi dalam keadaan bingung.


"Apa ini ponsel temanmu?"Ujar Ricardo lalu memberikan ponsel Rabecca kepada Randy.


"Ya.Ini punya temen ku.Lalu gimana keadaannya?"Tanya Randy lagi.


"Dia punya sakit yang berat.Mungkin butuh satu hari menginep di rumah sakit.Dokter bilang temenmu itu kecapekan, dehidrasi,kurang tidur dan badannya panas sekali.Apa dia bener-bener temenmu atau lebih sekadar temen?"Usik Ricardo lagi.Dalam diam, Ricardo mengkagumi Randy kerana bisa mempunyai seorang teman yang cantik.Sifat yang hampir sempurna dan sudah pasti ingin dimiliki mana-mana pria.


Ricardo seperti tidak percaya percaya kerana Randy mengata gadis itu cuma temennya saja.Mana mungkin seorang gadis yang cantik dan seorang pria yang ganteng,punya tubuh yang atletis tidak mempunyai sebarang hubungan.


"Makasih ya kerana udah ngerawat temen aku sampei ke rumah sakit."Ucap Randy lagi.


"Ya, sama-sama.Gak usah sungkan-sungkan sama aku.Lagian kita juga udah lama berteman."Ucap Ricardo.Setelah bersalaman,mereka berpisah kerana punya urusan yang perlu dilakukan.


Manakala Randy masuk ke ruangan kecemasan dimana Rabecca masih tidak sadarkan diri lagi.


Tangan Rabecca dielus dengan lembut.Wajah polos gadis itu ditatap dengan perasaan berat.Terlalu banyak kesakitan yang gadis ini alami kerana peristiwa masa lalu sehingga gadis itu pasrah dengan perkataan cinta.


Ricardo Agusta,dialah pria yang menyebabkan gadis ini dingin terhadap cinta.

__ADS_1


"Bec,dia sudah kembali".Kata Randy separuh berbisik.Randy membuang napas kasar.Berharap agar kedua-duanya akan menyelesaikan masalah yang terjadi lima tahun lalu.


__ADS_2