MENCINTAIMU BUAT KALI KEDUA

MENCINTAIMU BUAT KALI KEDUA
PENGAKUAN RICARDO


__ADS_3

Setelah kali terakhir bertemu dengan keluarga Danny beberapa hari lalu, Rabecca memulaikan lagi aktifitasnya seperti biasa.Pergi dan kembali lagi ke resort meneruskan pekerjaan matangnya disana.Namun beberapa hari ini dia kepikiran tentang Richard.


Di ruang bar yang lengang tidak berpenghuni,dengan wajah yang tiada ekspresi,matanya menatap lelangit biru yang mula kelam kerana sedikit mendung.Rabecca membuang napas kasar.Lagi-lagi wajah pria itu bermain dipikirannya.


Entah apa kesapah di masa lalu sehingga jejak pria itu sukar sekali untuk dihapuskan.Di satu sudut restoran Resort, Ricardo menatap intens wajah gadis pujaan hatinya.Hatinya sentiasa tenang disaat melihat gadis itu selalu ada berdekatan dengannya.


Ada satu yang mengganggu ketenteraman jiwanya.Apakah Rabecca sudah miliki kekasih di hati.Apahila dia bertanya pada Randy tentang Rabecca,pria itu memilih untuk berahasia dengan dirinya.


Ricardo menghirup udara dalam-dalam.Kedengaran helaan napas yang dihembur dari mulutnya.


"Rich!Are you ok?"


Kedengaran satu suara ya tidak asing bagi dirinya.Siapa lagi jika bukan Karen.


"Yeah,iam ok."Jawabnya pelan lalu meninggalkan karen terkutat-kutat disitu.


"ck!Dasar cowok gak punya perasaan."Guman Karen lalu membuang muka kearah lain.Setelah bertahun-tahun mengejar Ricardo, akhirnya Karen mengerti bahawa mengejarnya lelaki yang bernama Ricardo Richard Agusta ternyata membuang waktu.


Kini Karen sudah memiliki Randy.Pria yang selalu perihatin terhadap dirinya.Malah bukan saja tampan, penyayang tapi juga terlahir dari keluarga kaya di Kota Z.Karen tidak menyesal setelah mengenali Randy dan keluarganya, malah berasa senang dan gembira kerana meninggalkan Ricardo yang sentiasa bersikap dingin dan tegas terhadap dirinya.


*****


"Hello bro.Where are you?"Ucap satu suara disebalik panggilan di waktu siang yang mengganggu pikirannya yang kini sedikit kacau.


"Dimana lagi jika tidak di resort.Ada apa kamu telfon aku."Ucap Ricardo dengan suara yang agak datar.


"Oh..bener ni.Aku sekarang lagi di jalanan.Menuju resort kamu."Ucap Danny.


"Mau ngapain ke sini.Aku gak punya waktu untuk melayani kamu jika kamu kemari."Jawab Ricardo ketus.Tangannya masih lagi sibuk membuat kiraan akaun bahan mentah.


"Siapa juga mahu ketemu sama kamu."Jawab Danny yang menimbulkan tanda tanya pada diri Ricardo.


"Trus kamu mahu ketemu sama siapa?"


"Calon isteri!"


Jawaban dari Danny semestinya menggagetkan diri Ricardo.Tiada angin tiada ribut, tiba-tiba Danny membahas soal calon isteri.

__ADS_1


"Lho serius? Kapan kamu punya calon isteri.Kok aku gak tahu?"


"Yah, Gimana ya?Namanya juga pilihan keluarga.Kayaknya dia lagi kerja disini."Ucap Danny lagi.Sebenarnya dia sengaja mengatakan hal sebegitu pada Ricardo kerana doa tahu pasti laki-laki itu akan cemburu dan kecewa.


"Kamu udah ketemu sama calon istri kamu?"


"Iya,sudah tentu kamu ketemu.Orangnya pas banget.Kayaknya aku gak nolak pilihan bokap sama nyokap aku.Aku tahu mereka sudah memilih yang terbaik buat aku."Ucap Danny dengan senyum sumrigah yang tiada siapa yang melihat.Entah bagaimana ekspresi wajah Ricardo jika dia mendapat tahu Danny coba menemui Rabecca.


Setelah panggilan dimatikan,Danny mengendarai mobilnya dengan laju menuju resort milik Ricardo untuk menemui Rabecca.


Setibanya di resort,Danny mengirimkan pesanan ringkas melalui aplikasi WhatsApp kepada Rabecca untuk menemui gadis itu.


Danny tiba di resort Pennisula Islands Line belas menit kemudian.Dia terus menuju bar berhampiran kolam dimana Rabecca kebiasaannya bekerja.


"Hai!Becca!"Sapa Danny sebaik saja mendekati meja bartender.


"Eh,Dan.Kamu dah sampai ya? Sendirian?Gak ada teman?"


Kini giliran Rabecca bertanya.Tangannya dengan lincah mengemas semua peralatan di dalam bar tersebut.


"Dan,kamu punya urusan apa sama aku.Apa kamu mahu membicarakan sesuatu?"Ucap Rabecca lalu memberhentikan tangannya seketika.


"Pulang?Apa kita sedekat itu sehingga kamu menjemput aku pulang?"Tingkah Rabecca lagi.Matanya menatap anak mata Danny.Mencari sesuatu disana.


"Atau kamu punya rencana lainnya untuk menemui ku disini?"Tebak Rabecca yang hampir berjaya membuatkan Danny sedikit kaget.


"Kamu pinter.Ternyata aku gak bisa bersenang-senang denganmu.Aku kesini punya tujuan lain.Mahu menemui temen lama.Tapi gak salah jika aku mahu ketemu sama kamu jugakan?Lagian kita sekeluarga juga sudah mengenali masing-masing."


Rabecca mengernyitkan keningnya kearah Danny.Ada senyuman tipis di bibir mungilnya.Senyuman yang bisa meluluhkan hati setiap pria.Danny juga tidak terkecuali.Wajahnya sedikit memanas disaat wajah Rabecca mendekat dengan wajahnya dan membisikkan sesuatu ke telinganya.


"Trus,apa yang kamu harapkan dari aku."Bisik Rabecca.Hela napas yang panas menerjah telinga Danny membuatkan Danny kaku sesaat.Rabecca tersenyum lalu meninggalkan Danny yang masih lagi terkutat-kutat disitu.


Di restoran,disebalik dinding kaca lutsinar Ricardo menyaksikan pemandangan yang amat menyakitkan hati dan matanya.Dadanya berdebar laju.Apakah calon istri dimaksudkan oleh Danny adalah Rabecca.


Hatinya diburu rasa cemburu.Disaat dia benar-benar menyukai seseorang,datang pula pesaing lain.Lebih malang, saingannya adalah sahabat baiknya sendiri.Bagaimana mungkin dia bisa mendekati Rabecca jika gadis itu benar-benar sudah dimiliki oleh orang lain.


"Tidak!Ini gak bisa terjadi.Aku mesti dapatkan penjelasan dari Iva sendiri."Guman Ricardo dengan ketus.Dia keluar dari restoran dan mencari sosok gadis tersebut.Akhirnya dia menemui gadis itu di dalam bilik storan wine.

__ADS_1


"Eheem!!"


Rabecca yang sedang membuat inventaris stok wine hampir saja menjerit kerana terkejut.


"Pak Agus!Kursemangat pak.Kok bapak datangnya senyap-senyap.Bapak bisa aja bikin aku kekagetan terus."Bentak Rabecca sambil mengurut dadanya.


"Maaf,Aku gak sengaja."Jawabnya pelan.Rabecca merasa sedikit hairan kerana kelakuan pria itu berbeda sekali dari hari-hari lainnya.


"Bapak,ada apa ya menemui aku disini.Aoa ada punya urusan?"Tanya Rabecca lalu menghentikan aktifitasnya.


"Aku dengar kamu sudah dilamar oleh seseorang.Apa itu benar?"


"Apa!Bapak tahu dari mana jika aku dilamar?"Jerit Rabecca sedikit terkejut.


"Dari teman?"


"Teman?Kayaknya teman bapak itu otaknya gak beneran deh.Perlu dicek ke dokter."Jawab Rabecca lalu terkikih geli dengan kelakuan Ricardo.


"Jadi.Semua itu bohong?"


Ada sinar gembira datang lagi menyinari hati Ricardo.Ternyata Danny mengenakkannya.Tapi dari mana Danny bisa mengenali Rabecca.Selama ini dia tidak pernah mengatakan bahawa dia berkenalan dan berkencan dengan seseorang.


Ini masanya Ricardo meluahkan perasaannya kepada Rabecca.Jika tidak,dia tidak akan memiliki peluang lagi untuk lebih dekat lagi dengan gadis itu.


"Iva,apa kamu punya waktu sebentar?Aku punya sesuatu untuk dibahas sama kamu."Ucap pria itu sembari menatap intens anak mata coklat Rabecca.


"You are the boss."Jawab Rabecca lalu tersenyum lebar.


Ini kali pertama Ricardo melihat Rabecca tersenyum tulus padanya.Tidak seperti hari-hari biasa,terlihat begitu hambar dan kadang-kadang dingin.


****Yuk! teman-teman,setelah baca jangan lupa untuk ketik:


❤️like


❤️vote


❤️ Komentar

__ADS_1


****Selamat membaca gais🤣😄😄


__ADS_2