MENCINTAIMU BUAT KALI KEDUA

MENCINTAIMU BUAT KALI KEDUA
PERTEMUAN YANG TAK DIDUGA


__ADS_3

Musim semi kembali lagi.Suasana dingin menyapa lagi tubuh seorang pria yang sedikit lebih baik kerana sudah beberapa miq dimasukkan ke rumah sakit akibat demam panas.Siapa lagi jika bukan Ricardo.Bertahun lamanya dia coba untuk bertahan pada dirinya dari dulu hingga kini.


Di usia yang sudah menjangkau 28tahun,dia telah menjadi seorang yang sukses dalam pekerjaannya.Mantap dan mapan.Wajahnya terlihat lebih matang dari beberapa tahun yang lalu.Sekali lirik bisa trus jatuh hati dan tak bisa tidur malam.


Kini fokusnya pada pekerjaan yang dicintainya kini.Bahkan Marlia juga telah menjadi salah satu kolega bisnisnya dan telah move on dari kisah lalu.Kini dia telah menemukan pangeran berkuda putih yang benar-benar mencintainya dan bersedia membuat apa-apa aja untuknya.Yang paling mengejutkan Ricardo adalah pria itu adalah teman baiknya Charles telah menjadi penyeri hidup Marlia.


Disaat patah hati,Marlia merantau jauh dari tanah kelahirannya.Menyibukkan diri dengan kegiatan amal yang bisa mengobat hatinya yang terluka.Belajar untuk mendekatkan diri dengan dunia luar.Memperluaskan komunikasi dengan alam sekitar dan juga pelbagai latar tempat,budaya dan agama.


Menurunkan egois nya untuk memperbanyakkan teman sehingga dia bertemu dengan Charles di pameran galeri antarabangsa.Disaat itu dia mengkagumi semua hasil karya milik Charles sehingga telah jatuh hati pada kesenian.


Di pertemuan yang singkat,mereka terpisah lagi.Namun kerana berjodohan,mereka bertemu kembali disaat Charles sedang menjalankan satu proyek disalah satu rumah pati asuhan tempat dimana Marlia sedang mengajar.


Pertemuan kedua membuatkan diri Marlia mula membukakan hati nya untuk menerima masyarakat sekeliling.Memperbanyakkan interaksi dan juga komunikasi dengan orang awam lainnya juga.


Disaat bersama dengan Charles,dia menyedari sesuatu yang sama kompaknya dengan diri Ricardo.Ternyata,setelah diselidiki,Charles dan Ricardo itu rupa-rupanya teman akrab dari bangku sekolah.


Marlia merasakan dunia ini terlalu besar,bahkan dia sudah tidak mengingati Charles yang selalu bersama-sama dengan Ricardo sewaktu bangku sekolah.Dahulu peribadi Charles bukanlah seperti sekarang.


Zaman persekolahan,pria itu terlihat lebih nerda dari teman seumuran dengannya.Selalu mengenakan kaca mata bingkai tebal dan berjalan sentiasa menunduk sehingga kehadirannya tidak diperdulikan olehnya.


Namun kini,seiring dengan perubahan waktu dan masa,semua orang juga bisa berubah termasuk juga dirinya.


"Sayang,aku ingin beri Rich sebuah kejutan.Pasti dia bakal suka dengan hadiah yang aku berikan."Ucap Marlia dengan wajah yang memelas dan manja.

__ADS_1


"Oo..ya?Hadiah yang bagaimana yah?"Charles mengangkat satu alis matanya melihat kearah Marlia.Gadis itu mendekatkan wajahnya ke daun telinga milik Charles.


Mendengarkan apa yang Marlia ucapkan,matanya terbuka luas.Dia begitu kagetan mendengar sesuatu yang dia sendiri hampir tidak percaya.


"Yang bener nih!"Kata Charles tidak percaya dengan apa yang Marlia ucapkan.


"Iya,iyalah.Kok saya bohongan?"Jawab Marlia dengan senyuman yang sumrigah.Dia begitu senang sekali berkongsi cerita dan sebuah rahasia dengan Charles.


*****


Setelah kembali dari kilang pemprosesan makanan, Ricardo kembali lagi ke kantor.Kini dia telah membangunkan sebuah perusahaan makanan miliknya sendiri.Urusan resort telah diserahkan kepada Karen.Kini dia hanya fokus kepada perusahaan tunggal miliknya sendiri.


Deringan ponselnya, memecah hening malam.Baru saja ingin merebahkan badan ke atas ranjang,sang teman rapat kelihatannya memanggil dirinya di layar ponsel.


"Em..lagi ngapain nelfon malem-malem.Gak tau yah,ini udah jam berapa?"Tukas Ricardo ketus.Akhir-akhir ini pekerjaannya lumayan sibuk.Sehingga dia gak punya waktu istirehat untuk beberapa hari kedepannya.


"Emm.. Just straight to the point.Mau apa?"Ujar Ricardo ketus.


"Begini bro,aku punya undangan khusus dari perusahaan multinasional dari luar negeri dalam empat hari lagi.Tapi aku gak punya waktu kerna hari itu aku punya rapat penting dengan investasi untuk proyek galleri aku nanti.Kamu juga taukan ini penting buat aku.Jadi...."


"Ya,udah.Aku pergi gantiin dari pihak kamu.Mujur aja pekerjaan aku juga ntar nanti udah selesai.Aku pikir,aku juga butuh istirehat juga."Ucap Ricardo memotong percakapan Charles.


"Bener nih bro?"Ujar Charles hampir tidak percaya.

__ADS_1


"Dimana tempatnya?"Tanya Ricardo lagi.


"Perth, Australia."Jawab Charles singkat.Fi dalam hatinya tergambar perasaan yang amat bahagia.Bahagia buat sang teman sejati yang menunggu kehadirannya setelah sekian lama.


Setelah mematikan perbualan dari Charles,dia pun membaringkan tubuhnya ke kasur dan akhirnya tertidur pulas sehingga siang menjelma lagi.


*****


Sesuai dengan janji yang dia sepakati dengan Charles,Ricardo telah pun berlepas ke Australia.Tepat dimana acara dijalankan,dia telah tiba di sebuah hotel yang berprestij tinggi di kawasan Perth.Rata-rata yang menerima undangan majlis ini bukanlah dari sebarangan perusahaan ataupun orangnya.


Acara dimulaikan dengan ucapan pemimpin acara.Setelah setengah jam berucapan,barulah acara sebenarnya dimulai.Ramai tetamu yang mengambil kesempatan untuk berkenalan dengan kolega-kolega luar negeri.Ricardo juga tidak ketinggalan.Bahkan ada diantara pembisnis yang setara dengannya juga ada yang mengenali dirinya.Ini membuatkan Ricardo berdecak kagum dengan prestasi yang dia miliki sehingga ada yang mengenali dirinya sehingga keluar negeri.


Disaat keriuhan dengan perbualan dari pembisnis-pembisnis,sebuah lagu yang beralunan merdu memenuhi aula acara sehingga menarik ramai tamu untuk menari.


Ada juga diantaranya mengambil kesempatan untuk acara kencan kilat.Diantara ramai-ramai tamu,mata Ricardo terpaku kearah satu sosok gadis yang amat familiar dengan pancaindera nya.Gadis yang membuat hatinya sentiasa berdegup kencang.Gadis yang membuatnya tetap bertahan sehingga kini,kerana gadis itulah merupakan ilham buatnya untuk sekian lama.


Disaat gadis itu dijemput oleh seorang pria untuk menari,dia menanamkan tekad untuk mengejar gadis itu kembali,kerana gadis itulah dia cintaiinya dari dulu sehingga kini.Kali ini dia tidak akan melepaskannya pergi.


Seusai gadis yang diincarnya kini menari semakin dekat dengannya,lantas dia menepuk lembut pundak pria bule itu agar dia memiliki kesempatan untuk menari dengan gadis pujaan.Setelah memberi tunduk hormat,Ricardo menghulurkan tangannya kearah gadis itu.Sudah tentu pandangan mata mereka bertemu sehingga menyebabkan gadis itu begitu kaget bukan main.


Dengan senyuman di bibir,Ricardo lantas menggapai tangan gadis itu,dan mendekatkan jarak antara mereka.Satu tangan gadis itu diletakkan di pundak kokoh miliknya,manakala tangan kirinya merangkul lembut pinggang gadis pemilik hatinya.Siapa lagi jika bukan Rabecca.


Melihat perlakuan kaku dan kaget Rabecca, Ricardo mula memimpin gadis itu untuk menari dengannya.Tanpa sebarang kata,mereka menari sepanjang musik beralun.Hanya saja tatapan dua pasang mata yang berbicara,meluahkan segala kerinduan yang sudah lama membeku dihati mereka.Diakhir alunan musik,Ricardo mendakap erat tubuh Rabecca sehingga dia takut untuk melepaskan rangkulan itu lagi.

__ADS_1


"Iva, finally I found you.You know,I really really miss you so much."Ucapnya sembari mengucup singkat bibir Rabecca.Kemudian melepaskan lagi.Dengan wajah yang mereh menahan malu,Rabecca membenamkan wajahnya pada tubuh kekar milik Ricardo,dan meluahkan rasa sama pada tubuh Ricardo tanpa sepatah kata pun.


❤️❤️❤️ Bersambung...


__ADS_2