
Akhir pekan adalah hari-hari yang dinantikan oleh Rabecca dan teman-temannya.Hari ini mereka dapat meluangkan masa bersama.Dia telah merentenir sebuah villa kecil diatas puncak untuk beraktifitas nantinya.Semua barang telah siap dibawa dan disimpan.
Tidak lama kemudian,ponselnya berbunyi.Video Call dari keenam-enam temannya.Layar pneel diaktifkan.Kesemua wajah mereka terpapar pada layar ponsel.
"Udah siap gak.Tunggu ditempat biasa ya?Ntar nanti aku sama pak Doryo sampei ditempat kalian."Bicara Rabecca dengan antusias.
Kelihatannya keenam-enam sahabatnya yang lain itu juga terlihat bersemangat untuk bertemu dan menjalani aktifitas bersama-sama.Mereka telah bersedia menunggu di tempat Charles kerna rumah laki-laki itu searah dengan perjalanan mereka ke puncak.
Mobil Rabecca dikendarai boleh Pak Doryo dengan kecepatan sederhana.Jalan raya begitu lengang kerna jalan yang mereka lalui adalah jalan yang jarang dilalui oleh sebahagian pengguna jalan raya.
Dalam masa setengah jam,akhirnya dia dan Pak Doryo tiba di halaman rumah Charles.Akila,Randy,Charles,Rania,Penny dan Aryan sudah menanti kedatangan mereka di halaman rumah Charles dengan wajah yang penuh semangat.
"Ayo,mau ditungguin apa lagi.Masukkan koper kamu,kita berangkat sekarang.Akubgak mau kolam airmata panas nanti dipenuhi dengan orang-orang."Ucap Rabecca dengan suara sedikit keras.
Mereka berangkat pergi setelah memasukkan semua barang keperluan mereka di puncak nanti.Sudah lama mereka merancang untuk berkhemah di puncak.Dengan pemandangan indah di puncak,ada air terjun,ada kolam air panas berdekatan dengan penginapan mereka,tempat untuk rekreasi termasuk berkhemah,jungle tracking dan mendaki puncak gunung.
Satu aktifitas lapangan yang sudah lama dirancang.Namun hanya satu yang Rabecca tidak tahu,kesemua kawan-kawannya dalam diam telah mengajak Ricardo pergi sekali.Hanya sengaja terlambat beberapa jam agar tidak kelihatan seperti sudah direncanakan.
Beberapa jam kemudian,mereka check in penginapan di puncak gunung.Setelah selesai membereskan semua barang-barang,mereka ingin bersenang-senang dahulu sebelum memulakan aktifitas yang mencabar esok hari.
Hari ini, Rabecca empat sahabat perempuannya ingin mandi kolam air panas.Manakala yang lelaki hanya ingin membual kosong untuk menenangkan pikirannya.
Walaupun ingin bersantuy-santuy,tetap aja tidak bisa kerna Charles sentiasa diburu peminat fanatik model terkenal itu.Randy dan Aryan juga turut tumpang popularitas Charles.Kerna wajah tampan mereka bertiga,tidaklah susah mereka mendapat keberuntungan yang datang bergolek.Sekurang-kurangnya Randy dan Aryan dilabel sebagai teman sejati Charles yang tampan.
POV Author
__ADS_1
Kayaknya author udah terlebih kepo dh.Ya udah,numpang popular juga gak papa.Ntar nanti semuanya dapat temen ya kayak Ricardo dan Rabecca.😄❤️
******
"Wah,segernya yah mandi kolam air panas.Dapat juga kita relek.Tubuh tuh,rasa ringan."Ucap Penny sambil memijat seluruh tubuhnya agar terasa lebih nyaman.
"Aku mau pergi pijat tubuh di spa.Mau senang-senangan sedikit.Menghadapi pesien setiap hari, otak kadang-kadang bisa stress.Ran,mau ikut gak."Ajak Penny kepada Ranni.
"Aku mau juga."Jawab Ranni lalu bergegas pergi menyusul Penny yang sudah keluar dari kolam air panas.Mumpung aja, tengah hari itu tidak ramai yang mandi di kolam air panas.Jika tidak mereka terpaksa menunda ataupun turut berkongsi dengan pengunjung yang lainnya.
Rabecca dan Akila,membawa diri ke tempat detox,untuk buat rendaman terapi herbal.Di lobi,Ricardo baru saja tiba ditempat itu.Setelah selesai menyimpan barang je dalam bilik,dia menunggu kedatangan tiga sahabat untuk mengobrol sama-sama.
Ricardo menunggu Randy, Charles dan Aryan di anjung restoran penginapan itu.Pemandangan indah dilereng bukit amat memukau mata.
"Rich,gimana hubungan kamu sama Becca.Ada kemajuan gak."Tanya Charles secara tiba-tiba.Ricardo memuncungkan jempolnya kearah Charles.
"Kita masih biasa-biasa aja.Kayak kamu orang juga.Bertemanan tapi mesra."Ucap pria itu dengan diakhir seulas senyuman yang lebar.Tidak semena-mena dia mengingati perihal mereka di anjung restro tepi pantai di mana dia mencuri bibir gadis itu serta mendakap hangat tubuh Rabecca ke dalam pelukannya.
Bahagia cuma seketika,namun dia tetap gembira dan senang kerna melakukannya dengan spontan dan tanpa banyak bicara.Jika malam itu dia mengatakan pemohonan maaf tentang apa yang berlaku di masa lalu,Rabecca tidak mungkin menjadi penurut malam itu.Hanya melalui akting saja bisa membuat gadis itu mengungkapkan perasaannya tanpa dia sadari
"Rich,nih.Aku punya rencana bagus.Besok setelah makan siang kita berencana untuk berkhemah di pinggir air terjun di puncak.Nah,masa itu kamu pergi duluan.Siap-siapain dulu khemah kami.Saat kita tiba disana kamu udah bisa pura-pura santuy aja.Kebetulan kamu juga khemah disitu.Jadi kita bisa kongsi berkhemah dan melakukan aktifitas sama-sama."Ujar Aryan memberi panduan.
"Yah,bener tuh.Ide yang bagus.Gimana Rich.Kita sepakat yah.Yang lain gak usah dikhabarin.Biar ada surprise.Ntar semuanya berantakkan gara-gara cewek."Ujar Randy pula.
Setelah mendapat kata sepakat,mereka menghabiskan masa dengan mengobrol panjang.Buat sementara waktu,Ricardo menyembunyikan diri agar tidak ketahuan oleh Rabecca dan juga ketiga-tiga sahabatnya yang lain.
__ADS_1
Villa yang Rabecca tempah,terpaksa dibatalkan disaat akhir kerana mereka lebih memilih untuk lebih santuy dengan memanjakan diri dengan servis yang penginapan disana tawarin.
Waktu perkhemahannya telah pun bermula.Seperti yang direncanakan dalam kesepakatan para laki-laki, Ricardo terlebih dahulu pergi ke tapak perkhemahan dipinggirkan ari terjun di puncak.Sewaktu khemahnya siap didirikan, ketujuh-tujuh sahabat itu tiba di tapak perkhemahan itu.
'Bec,itu Richard kan?"Ucap Penny secara tiba-tiba sehingga suaranya kedengaran hingga ke tempat Aryan yang berjalan di baris depan.Sontak dengan kata-kata Penny, Rabecca mengarahkan pandangannya ke arah tapak dimana laki-laki itu berada.
Wajah gadis itu tiba-tiba memanas.Ada sesuatu yang hangat menganjal di relung hatinya.Tanpa sengaja tatapan mata mereka bersatu buat sesaat.Rabecca dapat merasakan napasnya tercekat di tengkorakkannya.Dengan sedaya upaya dia mengontrol degupan jantungnya yang sudah tidak seirama dengan pemikirannya kini.
"Rich,kamu disini juga?Bareng sama siapa?Sapa Rabecca setelah sahabat laki-laki itu bersalaman dan berpapasan seketika.
"Aku lagi sendirian.Gak punya siapa-siapa.Masih lagi lanjang,gak punya miliknya siapa-siapa.'Ucap Ricardo separuh bercanda.
Rabecca yang mendengarkan kata-kata Ricardo, kehilangan kata-kata.Entah kenapa di merasakan seperti dipermainkan oleh laki-laki itu.Dalam tanpa sadar,Ricardo menyugingkan senyuman manis kearah Rabecca, seakan-akan menggoda gadis yang ada dihadapannya itu agar gadis itu tersalah tingkah dengan kelakuan jahilnya.
❤️❤️❤️❤️ Bersambung...
*****Hai teman-teman, jangan lupa terus mendukung author ya.Jangan lupa ketik:
❤️like
❤️ Komentar
❤️vote
*****Selamat membaca..
__ADS_1