
Ricardo merapatkan matanya.Senyuman Rabecca menari-nari di ruang matanya.Sudah beberapa kali mereka bertemu dan dia dapat merasakan kehangatan cinta Rabecca semakin mendekat di hatinya.
Biarpun gadis itu berusaha untuk bersikap biasa dan kadangkala terlihat pasif.Dia dapat menebak bahawa gadis itu sudah mula membuka hatinya sikit demi sedikit buat dirinya.Walau kadangkala sikap gadis itu sukar ditebak jika dirundung masalah.
Sedang asyik dengan pikirannya sendiri,ponselnya berbunyi menandakan ada pesanan masuk ke ponselnya.
Iva:Hai,lagi apain.
Setelah mengetahui siapa pengirim pesanan,sederet senyuman bahagia terukir indah di bibir Ricardo.Di dalam hatinya mula mengembangkan bibit-bibit bunga cinta.Ternyata orang yang mengganggu pikirannya benar-benar datang menganggunya kini.
Rich:Gak ada apa-apa.Cuma lagi mikirin
kamu.
Iva:Ngawur deh kamu.Kamu udah makan?
Rich:Belom.Kamu?
Iva:Mau makan bareng?
Rich:Tumben ngajak makan siang.Yang bener nih.Kantor kamu dengan akukan jauh.Pecuma aja kamu nungguin.Ntar kamu laper.
Iva:Siapa lagi bilang aku di kantor.
Rich:Lalu kamu dimana?
Iva:Di resto milik kamu.Mau makan bareng gak.
Rich:Yang bener nih?Tunggu dulu ya?
Dengan perasaan yang gembira,Ricardo keluar dari ruangannya dan bergegas melangkah menuju restoran resort.
Di restoran,Rabecca sudah menunggu kedatangan Ricardo dengan makanan yang sudah terhidang diatas meja.
"Hai Rich!"Sapa Rabecca dengan sebaris senyuman di bibirnya.Ricardo mengambil tempat duduk berhadapan dengan Rabecca.
Semua karyawan F&B menatap mereka dengan penuh iri hati.Siapa yang tidak cemburu jika mendapati mantan karyawan bar disitu satu masa lalu bisa makan semeja dengan bos mereka.
Setelah mendapat informasi bahawa kedua-dua mereka temen lama,semakin iri hati mereka terhadap dua insan yang sedang duduk di pojokkan restoran itu.
__ADS_1
"Wah,kayaknya kamu sudah order deh.Kok tahu aku suka makan yang ini."Ucap Ricardo dengan penuh kehairanan.
"Aku tanya sama Randy."Jawabnya ringkas.
"Trus,gimana kamu tahu aku lagi ada disini?"
"Tanya sama Randy."Jawabnya selamba.Kemudian dia terkikih geli melihat raut wajah lugu Ricardo.
"Kamu...Ternyata kamu mempermainkan aku ya?Jadi,kenapa kamu bisa ada disini?"Tanya Ricardo setelah mereka menyantap makanan bersama-sama.
"Aku punya conference disini,sama perusahaan mega yang lain."
"Tapi aku gak lihat nama perusahaan kamu terlibat dalam conference?"Tanya Ricardo kehairanan.Dia hairan mengapa boleh ada disitu sedangkan nama perusahaannya tiada ikut sama dengan conference.
"Ya,bener.Tapi aku disini diundang sebagai fasilitatornya."Ucap Rabecca lalu meneruskan acara makannya.
"Yang beneran nih?Wah,gak nyangka kamu sudah menjadi seorang yang hebat dalam masa satu tahun ini.Kayaknya kamu banyak berubah ya?
"Berubah itukan wajar.Apa kamu mahu berada di takuk yang sama sedangkan kamu miliki kekuatan tersendiri untuk terus maju."Bicara Rabecca lalu menghabisi suapan terakhirnya.
Ricardo diam tidak berkutik mendengar kata-kata Rabecca.Gadis itu selalu memiliki kekuatan tersendiri dari pemikirannya.
"Dalam hitungan 20 menit.Kayaknya aku gak bisa kelamaan disini.And,makasih ya udah temenin aku makan siang.
"Apa,malam nanti kita bisa makan malam bersama?Ajak Ricardo apabila Rabecca ingin meninggalkan meja makan mereka.
"Rasanya gak bisa.Kita sudah punya acara lainnya malam nanti.Mungkin makan siang lagi besok?"sUcap Rabecca memberikan kepastian agar laki-laki yang dihadapannya itu tidak terlihat kecewam
********
Dua hari setelah conference, Rabecca kembali lagi ke ibu kota.Hubungan dia dan Ricardo semakin membaik sehingga bibit-bibit cinta itu terlahir kembali lagi dalam hatinya.
Rabecca meraba bibirnya.Satu hal yang dia tak dapat lupakan disaat malam terakhir dia berada di Resort Peninsular Islander.Satu perasaan yang tak terduga setelah sekian lama hatinya menyepi dari dunia pria.
Flash back on:
Setelah selesai makan malam,Rabecca membawa diri ke pantai.Menikmati similar angin bertiup sepoi-sepoi menampar tubuhnya.Dia sedikit kedinginan kerana tidak menyangka malam itu sedikit berangin.
Rabecca menghempus napas pelan.Dia mengosok kedua-dua telapak tangannya untuk mendapatkan kehangatan tubuhnya.
__ADS_1
Disaat dia berdiri di anjung di luar resort,tanpa terduga satu sosok tubuh membekap baju panas ke dalam tubuhnya yang kedinginan.Terasa hangat.Dengan wangian maskulin pada baju panas tersebut dia bisa menebak siapa pemiliknya.
"Kenapa gak bawa sweater?Cuacanyakan dingin?Untung aja aku sadar kamu ada disini.'Ucap Ricardo dengan lembut.
Rabecca tidak menjawab pertanyaan Ricardo.Dia lebih memilih untuk berdiam diri dan menikmati pemandangan indah pantai dan air laut kerna pantulan bulan purnama.
Air lautnya terlihat bersinar-sinar disaat airnya mengalunkan ombak sederhana.Rabecca menoleh ke kanan tepat dimana Ricardo berdiri.Tatapan mata mereka bertemu.
Ada gemuruh tercipta dari pertemuan dua pasang mata itu.Semuanya kaku sesaat.Dengan keberanian yang penuh,Ricardo mendekati Rabecca pelan-pelan dan membetulkan lagi sweater yang ada ditubuh Rabecca.
Rabecca tidak menolak pelakuan Ricardo terhadapnya kerana menyangka laki-laki itu sememangnya membetulkan sweater Yang membalut tubuhnya,namun dia tidak menyangka ternyata lelaki itu mencuri bibirnya.
Getaran di dadanya terpacu hebat.Tubuh yang dingin seketika tadi menjadi panas tiba-tiba.Dia tidak sempat mengelak dari bekapan bibir Ricardo yang sudah menempel lembut di bibirnya serta melumati bibirnya dengan lembut.Setelah bersatu seketika,tautan bibir mereka terlerai.
Dengan wajah yang kaget,Rabecca membekap tangannya di bibirnya.Wajahnya bersemu merah.Tanpa sebarang aba-aba,pria itu mendakap tubuhnya dengan erat.Lagi-lagi Rabecca kekagetan dengan perlakuan Ricardo.
"Rich,Kamu!"
"Syssstt!Sebentar aja."Ucapnya pelan.Dia membenamkan kepalanya diceruk leher dan menghirup wangian melati dari tubuh gadis yang dirinduinya selama ini.Inilah kali pertama Rabecca tidak menolak kehadirannya.
Seperti Ricardo,Rabecca juga menghirup aroma maskulin mint dari tubuh pria yang mendakapnya.Getaran hebat telah menimbulkan sekelumit rasa cintanya pada Ricardo.Agak mustahil jatuh cinta buat kali kedua pada sosok laki-laki yang sama.Tetapi itulah yang terjadi pada dirinya.
Akhirnya mereka sama-sama tenggelam dengan perasaan masing-masing.Serta mengharapkan sesuatu yang baik akan terjadi pada esok hari.
Flash back off.
Rabecca mengemas meja riasnya setelah selesai mendandan diri.Hari ini ada temu janji dengan ketiga-tiga sahabat perempuannya.Inilah kali pertama mereka keluar berempat setelah sibuk dengan kerja masing-masing.
❤️❤️❤️Bersambung....
*****Hai teman-teman,jangan lupa dukung karyaku ya.Jangan lupa ketik:
❤️Like
❤️ Komentar
❤️ Vote
*****Selamat membaca..
__ADS_1