
Rabecca berjalan ke hulu ke hilir dengan perasaan tidak tenteram.Siang tadi papanya,Saputra menelefon mengatakan ada hal yang mendadak dan mahu bertemu malam nanti.Ada nada cemas pada suara sang papa.
"Baik pa.Sore nanti Becca pulang ya?"Ucap Rabecca ringkas.Setelah selesai waktu shifnya, Rabecca menuju pakiran mobil, untuk segera kembali ke Mansion Saputra.Namun apabila membuka pintu mobil, kedengaran satu suara yang tak asing lagi baginya.Rabecca menoleh kearah empunya suara seraya menunjukkan cengirannya.
"Bapak,pangil saya?"Jawab Rabecca ringkas.
"Kamu udah mau pulang ya?Kok kelihatan buru-buru.Emang ada yang urusan yang mendadak ya?"Tanya Ricardo lagi.
"Ya pak.Aduh,maaf pak.saya harus pergi dulu.Ini, benar-benar gak bisa ditoleransi lagi."Ucap Rabecca dengan perasaan sedikit bersalah.Tiba-tiba dia harus mengabaikan sang bos yang masih ingin berbicara.
"Ya, hati-hati dijalanan ya!"Jawab Ricardo dengan lesu.Wajah yang cerah sebentar tadi menjadi mendung tiba-tiba.Niatnya ingin mengajak Rabecca ngobrol sebentar terkurung secara tiba-tiba.Ternyata gadis itu punya masalah sendiri yang tidak harus ditunda.Dengan perasaan hampa,dia menuju mobilnya kemudian mengendarai ke rumah Danny,sahabat lamanya dari kecil.
*******
Di Mansion Saputra.
"Mama,Becca udah pulang nih!"Jerit Rabecca sebaik saja masuk ke dalam mansion yang mewah itu.
"Aduh, Becca! Anak-anak gadis gak bagus teriak-teriak.Nanti jodohnya lambat kok."Ucap Risau sembari memukul pelan punggung anak gadisnya.Kedengaran Rabecca mengaduh sembari ketawa berdekah-dekah.
"Ma,ada apa ya minta Becca pulang.Mujur aja jam kerja Becca selesai awal."Ucap si anak sambil memuncungkan bibirnya.
"Oo..ini,teman papa kamu mau kesini.Udah lama gak ketemu.Jestru itu papa pengen ngajak mereka sekeluarga makan malam disini."
"Loh,jadi apa kaitan dengan Becca ma!"Ucap Rabecca dengan barito suara yang jelas berubah.
"Mau kenalin bakal menantu buat elo!"Canda Risa lalu tersenyum lebar.
"Mama!Usah ngawur deh.Gak lucu."Teriak Rabecca ketus lalu berlari laju menuju lantai atas.Kamar Rabecca terletak di lantai tiga.Saat dia tiba di lantai tiga dia teregah-egah kerana tidak cukup napas kerana berlari kencang naik anak tangga.Mengingati kembali kata-kata Risau sebentar tadi membuatkannya sedikit lucu.Entah bagaimana rupa calon menantu yang dikatakan oleh mamanya itu,dia sendiri juga tidak tahu.
Rabecca menggedikan bahunya tanpa sadar lalu masuk ke dalam kamar tidurnya.Setelah meletakkan tas tangan di atas meja,dia mengambil handuk dan berlalu ke bilik mandi untuk menyegarkan badan yang sudah berkeringat.
__ADS_1
*******
Di apartment milik Danny...
Ding!Dong!
Bell di apartment milik Danny berbunyi banyak kali sehingga membingitkan telinga.
"Rich,stop it!"Teriak Danny sebaik saja pintu dibuka.Di luar apartment Danny,wajah tampan Ricardo terlihat mendung.Tanpa dipelawa,Ricardo terus meluru masuk ke dalam apartment Danny dan lalu duduk di sofa yang terletak di ruang tengah apartment itu.
"Rich,lagi apaan sih elo."Tanya Danny lalu melabuhkan badannya ke sofa.
Pertanyaan Danny ya tidak segera di jawab.Richardo mengcekup kedua-dua tapak tangannya kemuka dan mengusap wajahnya dengan kasar.
"Dan,aku sebenarnya aku suka sama seseorang.Tapi dia selalu menghindar dari aku disaat aku mahu dekat dengannya."
"Loh,Kamu becanda ya?Mana bisa gadis gak mahu cowok tampan dan kaya kayak elo.Emangnya cewek itu jelek ya.Buta!Gak punya mata."Ucap Danny lalu bangun dari tempat duduknya meninggalkan Ricardo yang masih lagi dengan pikirannya sendiri.
Di dalam kamar itu terdapat semua hasil kerja lukisan milik Danny.Danny seorang sahabat yang minat melukis dari bangku sekolah lagi.Semua hasil seninya telah menghiasi galeri ternama di Kota Z.
Ricardo berjalan mengelilingi galeri kecil milik Danny.Tiba-tiba matanya terpaku pada satu lukisan yang begitu mirip dengan sosok orang yang dia kenali.Atau hanya mungkin ianya satu kebetulan yang tak terjangka.
"Dan,di mana ya,kamu dapet ilham melukis potret ni!"Tanya Ricardo tiba-tiba.Pemandangan lukisan itu begitu fimilar dengan dirinya.
"Di resort kamu."Jawab Danny ringkas.Tangannya bergerak lincah melakar sesuatu di sehelai kertas lebar yang berukuran separuh meter besarnya dari sisi ke sisi yang lain.
"Kamu kenal sosok gadis ini?"Tanyanya yang masih lagi penasaran dengan pemilik asal sosok gadis itu.
"Gak,waktu itu hari sudah mula senja.Aku cuma sempat lihat dari sisi.Tapi aku juga sempat memotret sosoknya juga loh."Ucap Dan ya tanpa dipinta.
"Trus dimana fotonya.Sini gue lihat wajah aslinya."Jawab Ricardo dalam keadaan tidak sabar.Hatinya berdetak kencang.Dia berharap sosok di dalam potret yang Danny lukis itu adalah seseorang yang dia ingin kenali.Jika tekanya betul,dia bisa memanfaatkan potret tersebut.Berapa harganya,dia sanggup beli asalkan Dannya sanggup memberikan potret tersebut kepadanya.
__ADS_1
"Nih!"Kata Dannya ringkas sembari memberikan ponselnya kepada Ricardo.Dengan antusias, Ricardo membuka ikon galeri dan menatap satu persatu potret yang diambil oleh Danny.
Dengan senyuman yang lebar,dia menatap potret yang ditangkap oleh Danny.Ternyata,potret yang diambil secara tidak sengaja oleh Danny itu adalah sosok yang benar-benar dia ingini.
"Ngapain loh senyumnya begitu.Knapa?Ketemu sama peri ya?Lihat aja potret sebegitu langsung diam aja.Hikin penasaran deh elo."Kata sang sahabat tiba-tiba perasan dengan perubahan sikap teman baiknya itu.
"Ini,aku ambil ya potretnya."Ucap Ricardo lalu mengirimkan potret Rabecca kdi ponsel Danny ke ponselnya melalui pesanan whatsapp.
"Yah,terserah kamu deh.Tapi,aku penasaran deh sama foto itu.Apa kamu mengenali sosok yang ada di potret itu!"Tanya Danny.Tanganya masih tidak berubah.Masih lagi memainkan berus warna pada hamparan kertas putih yang telah mula membentuk coraknya.
"Ya,aku kenal.Kayaknya aku beruntung sekali menemukannya disini."Jawabnya dengan seringai yang lebar.
"Yang benar ni.Jadi siapa gadis tu.Ayo,kenalin sama aku dong.Aku juga mau kenal.Kayaknya orangnya cantek juga.Cuma waktu itu aku benar-benar gak sempat melihat wajahnya."Kata Danny antusias.
Kini gilirannya pula teruja dengan kata-kata Ricardo.Dia sama sekali tidak menyangka bahawa Ricardo benar-benar mengenali gadis yang dirakam fotonya disaat dia sedang memotret lukisan di tepi pantai beberapa bulan yang lalu di resort milik Ricardo.
"Trus siapa dia,Rich?"
Danny Yang masih tidak puas hati dengan tindakan sahabatnya itu masih lagi mendesak Ricardo supaya memberitahu rahasia siapa gadis itu.
Namun tetap nihil.Ricardo lebih memilih berdiam diri daripada memberitahu siapa empunya sosok foto tersebut.
"Sahabat gak sadar diri!'Umpat Danny yang hanya mendapat cengiran dari Ricardo.
****Apa tunggu lagi teman-teman,udah dibaca langsing aja ketik:
❤️like
❤️ vote
❤️ Komentar
__ADS_1