MENCINTAIMU BUAT KALI KEDUA

MENCINTAIMU BUAT KALI KEDUA
KAMU ADALAH DIA?


__ADS_3

Di kamar mandi,Rabecca menyegarkan diri setelah seharian berjalan dengan Charles.Badannya terasa getah sekali.Menikmati mandian air panas serta aroma terapi lavender membuatkannya sedikit tenang.


"Tok!tok! tok!


Kedengaran pintu kamar mandi Rabecca diketuk berulang kali.


"Ya, siapa?"


Jawabnya sedikit terkejut kerana tersedar dirinya terlelap di bathtub kamar mandi.


"Non,nyonya bilang turun segera ke pantai bawah.Makan malam sebentar lagi mau disajikan."Ucap Bu Sofie dari arah luar kamar mandinya.


"Ya,Bu.sebentar!"Jawabnya singkat.Setelah selesai membersihkan diri, Rabecca merapikan dirinya dengan sederhana agar kelihatan lebih natural dan tidak berlebihan.Sedikit lipsgloss dicalit di bibir nipisnya agar kelihatan lebih segar.


Di lantai bawah, Risa dan Samantha serta keluarganya sedang asyik melihat foto Rabecca sewaktu kecil sehingga SMA.


"Aduh Jeng.Aku gak nyangka anak kamu itu kelihatan imut ya sewaktu di bangku sekolah.Malah terlihat begitu mugil dan comel skali.Ini,lucu banget.Gak nyangka udah dewasa, orangnya cantek sekali."Ucap Samantha memuji penampilan Rabecca yang agak jauh berubah sewaktu dia berada di bangku sekolah sehingga kini.


"Dan,lihat ni.Kayaknya kamu berdua sama sekolah ya?Kok mama gak tahu?"


Samantha lalu menyerahkan sekeping foto Rabecca dengan keenam-enam sahabatnya.Di foto itu,Rabecca kelihatan sedikit gendut.Disamping teman-temannya,Rabeccalah yang memiliki senyuman yang paling manis meskipun waktu itu tubuhnya sedikit chubby.


Danny mengamati sosok Rabecca dalam foto.Seakan-akan dia mengenali anak hingusan dalam foto tersebut.Tiba-tiba pikiran Danny melayang ke lapan tahun lampau.


Dadanya sedikit berdebar-debar.Tangannya kaku buat seketika.Dia benar-benar tidak menyangka bahawa Rabecca yang dihadapannya kini adalah si gendut dari lapan tahun yang lalu.Lalu mengapa dahulu dia terlihat begitu miskin dari teman-temannya sedangkan dia adalah salah satu anak orang ternama di Kota Z.


"Tak mungkin ini adalah dia."Guman Danny di dalam hati.Wajahnya berubah disaat dia mencari identitas Rabecca bertahun-tahun yang lalu.


"Dan?Kamu kenapa sayang?"Tanya si Ibu kepada anak bungsunys itu.

__ADS_1


"Err..Tante, maaf.Ini foto siapa ya?Kayaknya seperti sahabat dekat pada teman aku sewaktu SMA dulu-dulu."Tanya Danny yang penuh penasaran dengan sosok Rabecca di dalam foto tadi.


"Aduh nak Danny,itukan fotonya Rabecca.Dulu emang dia gendut.Kamu mesti gak percayakan?"


Risa tersenyum lebar.Mesti ada sesuatu yang menganjal pikiran anak muda tersebut.Dari riak wajahnya,sudah pasti Tidak menebak apa yang bermain di pikiran Danny.


"Dari dulu.Rabecca itu anak yang mandiri.Waktu kuliah dia gak pernah mintalqua


wang jajan sama tante mahupun om.Dia bilang mahu cari upah untuk wang jajan.Makanya dia part time kerja sambil kuliah.Walaupun kami miliki semuanya,dia tetap dengan pendiriannya.Oleh itu,kerana dua gak mahu terkenal kerana keluarga dia kaya.Lagian dia gak mahu jika ada orang memfaatkan kekayaan yang dia miliki.Becca mahu orang lain ikhlas berteman dengannya meskipun dia terlihat miskin."Ucap Risa panjang lebar.


Danny diam sesaat apabila mendengar ucapan dari Risa.Kini Danny tahu latar belakang Rabecca.Sekiranya Ricardo tahu siapa Rabecca sebenarnya,sudah pasti tiada salah faham timbul diantara mereka.Sehingga kini, Ricardo masih lagi mengingati kejadian dimana Rabecca tiba-tiba membenci diri Ricardo.


Dan paling yang Danny tidak disangka,Rabecca yang disukai oleh Ricardo adalah orang yang sama dia pernah suka dimasa lalu.


"Kayaknya,mereka memang berjodohan ditemukan kembali.Cuma mereka saja yang tidak menyedari."Guman Danny pada dirinya sendiri.Kemudian Danny tersenyum tanpa dia sadari bahawa tiga pasang mata,tertacap menatap intens wajahnya.


"Aduh jeng,anakmu semakin tampan bila tersenyum begitu.Rasanya pengen dijadikan calon menantu."Kata Risa secara tiba-tiba.Danny yang mendengarkan kata-kata Tidak,wajahnya bersemu merah kerana tertangkap basah oleh Ibu Rabecca.


Sontok itu,mereka ketawa dengan gembira.Hilaian ketawa mereka kedengaran hingga ke lantai atas villa tersebut.


"Wah,kayaknya seperti ada cerita yang lucu nih!"


Sapa satu suara yang mematikan ketawa mereka yang berada di ruang tamu.


"Eh,nak Becca.Baru aja disebut nama,udah sampei disini.Ini bener-bener berjodohan loh jeng.Kayaknya memang pas dibuat menantu."Ucap Rabecca sembari menjahili Rabecca.


Rabecca yang mendengar kata-kata Samantha turut tersenyum miring kearah Samantha.Wajahnya bersemu merah kerana usikkan dari wanita paruh baya itu.


"Eh, tante.Usah becanda deh.Apa calonnya cuma ada satu.Pasti gakkan?"Ujar Rabecca sembari menunjukkan cengirannya.Rambut yang panjang turut berombak mengikuti gelengan kepala Rabecca ke kiri dan kanan.

__ADS_1


Di sebalik perbualan Samantha dan Rabecca,Danny mencuri pandang ke arah gadis gendut suatu masa lalu.Dia tersenyum dalam diam.


"Tak ku sangka kamu ternyata si gendut kesukaan Rich.Amat berbeda dari bangku sekolah.Ternyata kamu lebih Cantek dan menarik setelah menjadi dewasa.Pasti Rich menyesal tidak berkesudahan jika dia tahu penampilan kamu seperti apa sekarang ini."Guma Danny pada dirinya sendiri.


"Dan,lagi apaan kamu cengiran seperti ini.Aku suka ya sama Becca!"Usik si Ibu lantas membuat anak lelakinya itu tersedak tiba-tiba.


"Mama?Gak lucu tau!"Ucap Dannya dengan wajahnya semburat merah menahan malu kerana usikkan Samantha.


Rabecca hanya menyugingkan senyuman menatap wajah Danny yang dirasakan sedikit polos berbanding dengan pria seumuran dengannya.


Setelah acara makan malam selesai,Rabecca membawa diri ke balkon sembari menghirup udara segar waktu malam.


"Hai,bisa aku disini?"


Ucap suara yang serak basah kedengaran menyapa dari arah belakang.Lantas Rabecca menoleh kearah empunya tubuh dan suara tersebut,siapa lagi jika bukan Danny,teman lama sekolah di bangku SMA,cuma Rabecca muda dua tahun dari Danny.


"Ya,silahkan."Ucap Rabecca singkat sambil mempelawa pria itu berdiri sama di balkon.


"Aku gak nyangka,ternyata gelaran si gendut itu adalah kamu."Ucapnya sambil tersenyum nipis.Kedengaran kikikan kecil dari bibir Rabecca membuatkan Danny menoleh kearah Rabecca.


"Kamu kecil hati ya.Maaf!"Ucap Danny dalam serba salah.


"O..Gak.Aku cuma merasa sedikit lucu.Ternyata masih ada orang yang mengingati aku di masa lalu.Gimana penampilan aku waktu.Aku itu seperti apa.Ternyata tujuh tahun itu tidak bisa menghapuskan pandangan terhadap penampilan aku yang gendut dimasa lalu.


"Ya,tapi kamu imut.Cuma orang yang bodoh saja menghina kamu dimasa lalu."Ucap Danny ketus.


Rabecca menatap wajah Danny.Sepertinya laki-laki itu mengenal dirinya dengan dekat.Jika tidak,masakan dia bisa berbicara dengan mudah akan dirinya dimasa lalu.Lantas siapa pria ini sewaktu SMA.Dia tercari-cari wajah sesiapa saja yang pernah dekat dengannya.Namun nihil.Rabecca tersenyum nipis.Tidak mengomentar apa yang Danny bilang barusan.


"Masa lalu,tetap masa lalu.Biarpun dulu aku seperti itu,aku gak pernah menyesal.Kerana masa lalu,aku bisa berdiri dengan kokoh seperti sekarang.Kerana masa lalu aku menjadi kuat, meskipun ada seseorang yang menjatuhkan harga diri aku.Aku tetap bersyukur kerana ada orang-orang tertentu setia bersamamu bukan kerana hartaku tapi kerana keperibadian ku."Tegas Rabecca sembari mematikan kata-kata Danny.

__ADS_1


Danny,dengan bibir sedikit terangkat, diam-diam mengkagumi sosok gadis bernama Rabecca.Ternyata gadis itu sudah banyak berubah.Apakah yang Ricardo katakan disaat di sebenar sudah menemukannya gadis gendutnya yang sudah tumbuh menjadi gadis cantek dan tegas.


__ADS_2