MENCINTAIMU BUAT KALI KEDUA

MENCINTAIMU BUAT KALI KEDUA
MAK LAMPIR


__ADS_3

Perayaan tahun baru berakhir dengan cepatnya.Hari ini,setelah shif siang Rabecca berakhir,dia mengendarai mobilnya menuju villa peranginan milik keluarganya.Ada sesuatu yang perlu dia lakukan disana.


Namun sebaik saja tiba di gerbang masuk ke dalam resort,sebuah mobil mogok di bahu jalan.Terlihat seorang wanita paruh baya dengan wajah yang sedikit marah merutuki sesuatu yang Rabecca sendiri tidak pasti.


Rabecca menghentikan mobilnya di bahu jalan dengan niat untuk membantu wanita tersebut.


"Maaf,Apa bisa saya bantu Nyonya?"Tanya Rabecca dengan sopan.Wanita yang disapa oleh Rabecca itu menatapnya dengan pandangan yang jelek.Rabecca menelan air liurnya kerana tatapan tajam dari mata wanita paruh baya seperti tidak menyukai dengan kehadirannya.


"Ban mobil ku kempes.Apa kamu bisa melakukan sesuatu padanya."Wanita itu menjawab dengan sedikit kasar.


"Apa Nyonya mahu ke resort?Saya bisa antarin Nyonya ke sana.Tentang mobil Nyonya,nanti saya akan kirimkan seseorang untuk memperbaikinya."Ujar Rabecca dengan wajah yang tenang.Dalam diam-diam,dia juga gugup dan risih dengan tatapan mata wanita itu.


"Gak usah!Aku gak suka pakei mobil sebarangan.Apa lagi mobil marek biasa aja seperti kamu."Wanita itu mendengus kasar.Hati Rabecca mendidih panas disaat wanita itu menghina mobilnya.Tiada yang salah jika menggunakan mobil yang marek biasa asalkan bisa aja dikendarai dengan baik.Hanya ngerepotin aja jika menggunakan mobil bermerek mahal tapi mogok.


"Maaf!Nyonya,jika aku lancang.Emangnya ada masalah ya sama mobilku."Kini rasa hormat Rabecca sudah berada di garisan kata kurang sopan.Ingin saja dia meninggikan suara pada wanita paruh baya itu,namun niatnya dikurung serta-merta.


"Ceh!! Dasar orang kaya.Suka meninggi diri."Umpat Rabecca di dalam hati.


"Mommy,kok lama banget sih.Knapa sampei sekarang Rich belum nyampei juga.Apa mummy udah hubungi dia lagi."Kedengaran satu suara yang manja dan memelas dari dalam mobil bermarek Porche itu.


"Mommy gak tau.Anak gak tau diuntung.Berani-beraninya dia gak angkat telefon."Ucap wanita paruh baya itu dengan perasaan yang kesal.

__ADS_1


"Nyonya!maaf,apa nyonya punya ban ganti ya dalam mobil?Jika ada,saya bisa gantiin bannya untuk nyonya."Ujar Rabecca.Akhirnya dia mengurung niat untuk berdebat dengan wanita itu.Jika penampilannya seperti itu, Rabecca dapat menebak wanita itu pasti ada kaitan dengan resort.


Sekalipun dia pelawat,sudah pasti dia punya pertemuan yang penting dan khusus.Oleh kerana dia sebagai karyawan,biarpun sebagai pegawai magang,dia juga patut tunjukkan imej yang baik buat resort ternama di kota tersebut.


"Ya,aku punya.Apa kamu bisa melakukannya.Tapi awas ya! jangan sampei mobil aku knapa apa.Aku jamin,kamu gak bisa membayarnya walau tercalar sedikit pun."Ancam wanita itu lagi.


Rabecca menggigit bibir tanda cuek dengan sikap kurang sabar wanita itu.Dengan cepat-cepat, Rabecca mengambil semua peralatan yang digunakan untuk menggantikan ban mobil tersebut.Dalam masa lima belas menit,ban siap digantikan.


"Nyonya,bannya udah siap diganti.Jika gak ada apa-apa lagi,saya permisi dulu.Saya masih punya banyak kerjaan yang perlu diberesin."Ujar Rabecca lalu melangkah menuju mobilnya.Tanpa ucapan terima kasih,mobil yang dikendarai kedua-dua wanita meluncur laju menuju resort.


Rabecca mendengus kasar disaat memasukkan semula peralatan yang digunakan untuk menggantikan ban mobil milik wanita paruh baya tadi.Tanpa dia sadar, Rabecca menghempas pintu mobilnya dengan kadar kerana masih lagi kesal dengan sikap acuh tak acuh kedua-dua wanita yang baru dikenalinya.


Akhirnya mobil Rabecca meluncur laju meninggalkan kawasan resort.Manakala mobil Porsche dikendarai wanita itu meluncur laju menuju resort.


"Selama siang nona, nyonya!Apa bisa kami bantu."Tanya Geisha selaku pegawai resepsionis dengan sopannya.


"Aku mau ketemu sama Ricardo.Apa dia ada disini?"Tanya Carol dengan wajah yang bengis.Carol merupakan ibu saudara Ricardo, manakala Karen adalah anak angkat kepada keluarga Carol.Meskipun anak angkat, Carol amat mencintai anak gadisnya itu.Apa yang dia mahu, smuanya akan dituruti.Karen seorang gadis yang cantek, memiliki pakej menarik dan menggoda buat laki-laki.Tiada seorang pria sekalipun tidak jatuh cinta keatas dirinya.Namun, kesukaannya tetap satu,iaitu amat menyukai dan mencintai Ricardo.


"Sebentar ya nyonya.Biar saya ngecek dulu ke asisten Pak Agus ya?"Ujar Geisha lalu tanpa berlengah masa menghubungi Randy.


Setelah beberapa saat..

__ADS_1


"Nyonya,Pak Agus lagi sibuk.Psk Agus meminta Nyonya dengan Nona rehat di kamar dulu.Jika butuh apa-apa,panggil kami aja.Ini kunci kamar.Setelah kerja Pak Agus selesai, beliau akan menemui nyonya dengan segera."Kata Geisha dengan senyuman yang tak lekang dari bibirnya.Biarpun perasaan kesal kerana sikap Carol,dia harus bersabar.Jika tidak,ianya bisa ngerusak imej perusahaan.


Tanpa mengucapkan terima kasih,sekali lagi wanita paruh baya itu pergi tanpa mengucapkan sebarang patah perkataan.Yang dia tahu, moodnya hari ini memang tidak bagus.


Bermula dengan kedatangan di bandara awal pagi tadi, tumit sepatunya patah,tali tas tangan putus kerana hampir di ragut perampok,ban mobil kempes, sekarang ingin menemui keponakan sendiri juga terlihat sulit.Wanita paruh baya itu hanya menahan amarah dalam diam-diam.


"Mommy!Aku mahu releks sebentar di kolam renang.Aku mahu segerkan badan."Ucap Karen dengan manjanya.Setelah menggantikan bajunya,Karen menuju kolam renang yang berasa di luar resort.Pemandangan di luar kolam renang amat menarik, lebih-lebih lagi terdapat bar mini berdekatan dengan kolam renang tersebut.Dengan itu,Karen bisa bertenang dan betah tinggal lama-lama di tepi kolam kerana terdapat mini bar.Dia bisa memesan apa-apa jenis minuman kesukaan serta wine juga.


Setelah setengah jam berada di kolam renang sambil santai-santai minum jus dan menikmati pemandangan air laut, tiba-tiba namanya dipanggil oleh seseorang.Karen mengenali pemilik suara,bingkas bangun dari kerusi santai lalu memeluk tubuh pria tinggi lampai itu.


"Rich,I miss you so much."Ucapnya tanpa memperdulikan karyawan Ricardo yang menatap kelaku Karen.Ricardo tidak membalas pelukkan Karen,malah mendorong tubuh gadis itu supaya menjauhi tubuhnya.


"Karen,kita lagi ditempat terbuka.Silah jaga kelakuan kamu atau karyawan aku disini akan berpikir yang enggak-enggak tentang kamu dan aku."Ucap Ricardo dengan suara yang tegas dan tatapan yang tajam.


Karen tahu Ricardo tidak suka dipermainkan disaat dia sedang bekerja.Dia seorang yang serius terhadap pekerjaannya.Dia mementingkan resort itu lebih dari segalanya.


Karen mendengus kasar.Dia memalingkan mukanya kearah lain dan berpura-pura kecil hati dengan layanan Ricardo sebentar tadi.Jubah kimono diambil lalu dikenakan untuk membaluti tubuhnya yang hanya menggunakan suit renang.


"Oke! oke!Gue minta maaf.Gue udah kasar ama lho.Lain hari gue gak mahu kamu gak sopan.Jangan bagi imej buruk pada gue ya.Kamu siap-siap dulu,gue minta dapur siapkan makanan.Setelah itu kita makan sama-sama ya."


Kini suara Ricardo mengendur lembut.Biar pun kadang-kadang sikap Karen melemaskan dirinya.Dia terpaksa bertahan kerana jika sedikit kasar,Carol akan memarahi dirinya.Nenek lampir yang sikapnya 360 darjah berubah total jika ada yang salah pada tatapan matanya.Ricardo menghembus nafas pelan-pelan, berharap agar Karen dan Carol tidak memberikannya kesulitan sepanjang mereka berada di Resort Peninsular Islander ini.

__ADS_1


****Ya, teman-temen jangan lupa ketik'like'dan tinggalkan komentar anda ya.Semua dukungan amat dihargai.


***đŸ˜„Selamat membaca.


__ADS_2