MENCINTAIMU BUAT KALI KEDUA

MENCINTAIMU BUAT KALI KEDUA
TUAN AGUSTA


__ADS_3

Randy melangkah menuju lantai tiga dimana ruangan Ricardo ditempatkan.Hari ini mereka ada perjumpaan dengan semua karyawan di resort Peninsular Islander.Rapat yang pertama semenjak dia ambil alih perusahaan peranginan itu beberapa hari yang lalu.Kini Randy menjadi orang kanan Ricardo.Dengan tenaga mereka gabungkan,pusat peranginan itu sudah pasti akan menerima kunjungan dari pelbagai lapisan masyarakat.


"Ran?Semua bekas sudah di sediakan?"Tanya Ricardo sebaik saja Randy memberikan jadwal rencana mereka hari ini.


"Sudah bos.Aku sudah sediakan semuanya apa yang kamu perlukan sewaktu rapat nanti."Ujar Randy lalu menyusun map-map yang ada di atas meja Ricardo.


Tiga menit kemudian,mereka berjalan beriringan menuju lantai bawah dimana restoran resort ditempatkan.Pagi ini mereka ada rapat dengan karyawan F&B.Setelah itu ada acara minum teh,menjelang waktu sore dengan tetamu undangan dari luar negeri.


Sewaktu menuju restoran,ramai karyawan memuji ketampanan wajah mereka.Sudah pasti, kedua-dua pria ini bangga diri kerana ramai yang memuji penampilan mereka.Wajah Ricardo jelas menunjukkan senyum yang tersuging keatas,dan Randy hanya tersenyum datar, menujukan wajah sedikit dingin mendengar kata-kata dari pekerja disitu.


Mereka memasuki ruang utama restoran.Disitu mereka disambut karyawan yang bertugas sebagai pegawai F&B.Kerana jadwal di hari pertama sangat padat, pertemuan kali pertama itu hanya berlangsung dengan perkenalan singkat sahaja.


"Kenalkan ini pengusaha baru kita, iaitu bapak Ricardo Agusta Alhara.Ini orang kanan dan pembantu peribadi pak Agus,Randy Domanica."Ujar Jesika selaku supervisor F&B di resort itu.


"Selamat bergabung pak!"Ucap mereka serentak.Selepas rapat yang pertama, Randy dan Ricardo meninggalkan restoran.Sementara di restoran, karyawan wanita menjerit histerius kerana dua sosok pria tampan bertubuh atletis yang telah pergi dari ruangan restoran sejak tadi.


"Oh!ya Ran?Gimana dengan khabar temenmu tempoh hari?Apa dia sudah sihat?"Tanya Ricardo secara tiba-tiba sehingga menyebabkan Randy sedikit terkejut.


"Oh!Temanku baik-baik saja.Kini dia sudah bisa istirehat dirumah.Terima kasih atas pertolonganmu di masa itu."Ucap Randy dengan jujur dan jelas menunjukkan seringaiannya yang nipis.


"Temanmu itu,bekerja dimana ya?Oh,Jangan salah anggap dengan kata-kata ku.Tempoh hari,dia ditemukan pingsan di hadapan pintu gerbang pondok satpam sana.Waktu itu aku kebetulan lalu.Apa temanmu juga kerja disini?"Tanya Ricardo hanya sekadar ingin mengetahui sedikit informasi tentang Rabecca.

__ADS_1


"Dia masih lagi kuliah.Tahun akhir sarjana muda Pengurusan Ekonomi.Mungkin dia ada urusan disini.Aku juga kurang pasti."Jawab Randy dengan suara sedikit datar.Jujurnya dia tidak mahu memberitahu informasi apa-apa tentang Rabecca pada Ricardo.Dia tidak mahu Ricardo sekali lagi menyakiti perasaan Rabecca seperti mana yang dia lakukan lima tahun lalu.


Walaupun penampilan Ricardo sudah jauh berbeda dari lima tahun lalu,Randy tetap mengenali Ricardo.Apa lagi tahi lalat yang berada di tepi alis mata pria itu.Randy hanya bisa berharap Rabecca tidak akan terjebak sekali lagi dengan pria bernama Ricardo apabila mereka bertemu sekali lagi.


Randy tahu betapa Rabecca mencintai pria ini.Kerana terlanjur mencintai pria itulah,Rabecca sering berendam air mata kerana penghinaan dari Ricardo dan Marlia.


Bahkan,waktu minggu terakhir sebelum berpindah ke luar negeri,Rabecca tidak lagi terlihat berjalan atau menemui Ricardo.Yang terlihat,Rabecca tiba-tiba berubah menjadi gadis dingin.Apabila terserempak dengan Ricardo dan Marlia,dia berpura-pura tidak mengenali mereka.


Hal itu sedikit sebanyak menyebabkan hati Ricardo sedikit terguris.Selama mengenali Rabecca gadis itu tidak pernah sekalipun bersikap kasar ataupun sebaliknya terhadap dia.Seringkali dia coba mendekati kembali gadis itu,gadis itu berusaha menjauhkan diri daripadanya.Apa kesalahan yang dia buat dia sendiri tidak tahu.


Majlis perpisahan di mansion Alhara juga,sudah tidak lagi menarik perhatian Rabecca.Sewaktu mengucapkan salam perpisahan,gadis itu cuma memasang wajah datar.Tidak antusias seperti biasa.


Randy,setelah mengetahui hakikat mengapa Rabecca tiba-tiba berubah,mereka berlima sepakat untuk menyimpan rahsia Rabecca sebaik mungkin.Kerana depresi,berat badan Rabecca mendadak turun sehingga dimasukkan ke rumah sakit selama sebulan.


Sekali lagi dia dikecewakan.Juvfry berselingkuh dibelakangnya.Pria itu tertangkap basah oleh Rabecca sendiri sewaktu dua jiwa berlawanan jenis itu sedang melakukan aksi panas di ranjang.


Semenjak itu,Rabecca tidak lagi membahas soal cinta.Dia ternyata lebih senang jomblo daripada memiliki pacar yang sentiasa selingkuhan.Seringkali juga dia dipaksa kencan buta oleh teman-temannya.Namun semua sia-sia disaat Rabecca berbuat olah.


Tiada pria yang bertahan dengan kata-kata sinisnya disaat berkencan buat kali pertama atau paling bertahan lama berkencan buat kali kedua dengan orang yang sama.


"Ran!Ran!Are you ok?"Pertanyaan dari Ricardo mematikan lamunannya.

__ADS_1


"Emm.. Aku gakpapa kok.Maaf!Aku lagi mikirin sesuatu."Jawab Randy dengan pantasnya.Randy dengan pikiran sendiri,apakah yang akan terjadi disaat kedua-dua sahabat lama itu bertemu sekali lagi.Apakah mereka saling mengenal ataupun sebaliknya.


Dalam diam-diam, Ricardo menatap wajah datar Randy.Entah kenapa dia merasakan Randy menyembunyikan sesuatu daripadanya.Atau mungkin perasaannya saja seperti merasakan seperti itu.


Hanya satu yang pasti, Randy adalah salah satu pelajar SMA yang sama dimana dia pernah belajar dahulu.Tapi Ricardo tidak pernah mengenali Randy ataupun manal-mana sahabat lelaki yang dekat dengan Randy.


"Bos,setelah ini kita makan siang dulu.Apa kamu mahu makan di kantin karyawan atau makan saja di restoran resort.Katanya makanan tempatan yang disajikan di restoran juga enak.Begitu juga dengan makanan yang disediakan di kantin."Ucap Randy setelah meneliti menu harian di kantin mahupun menu yang tersaji di restoran.


"Em!Gimana kita makan di kantin aja.Makan bersama karyawan juga tidak terlihat buruk.Malah kita bisa mengenal sikap pekerja dan department mana mereka bertugas."Ucap Ricardo sambil memberi pandangannya.


"Aku juga fikir begitu! Ternyata ini ide yang bagus juga sementara itu kita bisa melihat suasana sekitar tentang apa yang patut lakukan untuk memajukan perusahan resort ini."Tambah Randy salin mendukung kata-kata Ricardo.


Setibanya di kantin, suasana hiruk pikuk tiba-tiba menjadi kaku.Kesemua mata dilemparkan kearah pintu masuk kantin.


"Pak Agus,pak Randy.Selamat datang ke kantin karyawan."Ucap Pak Dino selaku penyelaras kantin tersebut.


"Ya,ya.Gak usah repot-repot.Lanjutin aja pekerjaan kalian.Anggap saja kami berdua karyawan biasa.Selamat menjamu selera."Kata Ricardo sambil tersenyum dan meneliti setiap ceruk kantin tersebut.


Kemudian, pandangan matanya jatuh kearah satu sudut.Ada satu sosok yang dikenali olehnya beberapa hari lalu sedang berjamu selera disitu dengan salah seorang pria.Kedua-duanya sedang berbual dengan gembira.Entah apa topik yang mereka bincangkan sehingga tidak menyedarinya kehadiran dia dan Randy.


Tiba-tiba pandangannya terasa risih disaat pria itu mengesat sesuatu di bibir gadis tersebut.Entah mengapa mukanya tiba-tiba memanas.Dia tidak mengenal lanjut gadis itu.Namun sekian kalinya, jantungnya berdegup kencang kembali setelah sekian lama dia tidak merasakan perasaan seperti itu.

__ADS_1


Diari Author: Jangan lupa ketik'like'dan tinggalkan komentar anda.Selamat membaca ya!


__ADS_2