MENCINTAIMU BUAT KALI KEDUA

MENCINTAIMU BUAT KALI KEDUA
I MISS YOU


__ADS_3

Sinar mentari memancar menerangi ruang kamar tidur dari celah-celah gorden berwarna hijau muda.Di penthouses peribadi miliknya begitu sunyi sehingga tiada satu pun yang kedengaran di rumah itu.


Hari ini,dia keseorangan di penthouses.Bu Sofie sudah kembali lagi ke villa milik orang tuannya.Menguruskan semua pekerjaan disana.


Dengan malasnya,Rabecca hangit dari ranjang dan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.Setelah duapuluh menit di kamar mandi,Rabecca akhirnya siap mengemas diri.


Hari ini,hari pertama dia bekerja di perusahaan milik keluarganya.Dengan penuh percaya diri, Rabecca mengendarai mobilnya menuju ke perusahaan ayahnya.


Rabecca akan bekerja bermula dari bawah.Setiap department,dia akan belajar selama dua minggu sebelum melangkah kearah jawatan yang lebih tinggi.Itu syarat yang dia utarakan kepada ayahnya,apabila bekerja di perusahaan ayahnya.


*****


"Becca,yuk!Kita makan siang bareng."Ujar Aina,teman sekantor dan sejabatan dengannya kini.


"Yuk!"Jawab Rabecca ringkas.


Kedua-dua gadis itu berjalan beriringan menuju lift.Disaat pintu lift terbuka,kelihatan ayah Rabecca,Saputra sudah berdiri disana untuk keluar makan siang.


"Selamat siang pak."Jawab mereka serentak.


Saputra mengernyitkan matanya kearah putri kesayangannya.Kemudian dia tersenyum tipis.Mungkin putrinya tidak mahu dikenali sebagai anak presdir perusahaan kerana kemudiannya nanti ramai yang akan mengambil kesempatan apa yang dia ada.


"Kamu berdua,makan siang?"Tanya Saputra kepada kedua-dua karyawannya itu.


"Ya,pak."Jawab mereka serentak dan singkat.


"Jika begitu,makan bareng sama saya.Kebetulan hari ini saya lagi makan seorang.Pengen ada orang temanin."Ucap Saputra memberi tawaran.


"Eh,gakk usah pak.Gak enak gangguin bapak makan siang.Kita bisa makan sendirian kok."Jawab Aina pula.


"Em..Becca kamu gimana!"Pertanyaan Saputra beralih ke arah Rabecca.

__ADS_1


"Ya,ya.Terserah papa deh."Sahut Rabecca yang benar-benar mengejutkan Aina.Seraya itu mata Aina melotot kearah Rabecca yang hampir tidak percaya dengan apa yang dia dengarin sebentar tadi.


"Apa! Maksud kamu bapak Saputra ini papa kamu Becca?"Tanya Aina tidak percaya.Rabecca cuma tersenyum tipis.


"Tapi aku mohon,jangan beritahu orang-orang di kantor ini yang aku punya hubungan khusus sama bos kamu."Ucap Rabecca lalu mencuit hidung Aina.Aina menganggukkan kepalanya tanda mengerti ucapan Rabecca.


"Mau makan dimana sayang?"Tanya Saputra kepada putrinya.


"Gimana kita makan di warung pa.Becca pengen makan nasi ayam penyet."Jawab Rabecca dengan anak mata yang bersinar-sinar.


"Kamu pasti ni.Apa kamu gak malu dilihat sama teman kamu."


"Siapa yang malu.Bukannya mereka kenal Becca sebagai anak pak bos.Andai mereka tahu sekalipun,apa jadi masalah,jika mau makan di warung.Terserah mereka mau apa bicara apa."Ucap Rabecca dengan santainya sambil menggedikan bahunya.


"Dasar anak keras kepala."Celetuk Saputra.Aina hanya diam mendengar perbalahan kecil antara dua beranak itu di dalam lift.Disaat pintu lift terbuka,mereka bertiga berjalan menuju pakiran mobil.


"Becca,gak mau semobil sama papa?"Pelawa sang ayah.


"Ya udah.Ketemu di warung nanti ya."Jawab Saputra lalu mengendarai mobilnya terlebih dahulu dari Rabecca dan Aina.


Setelah selesai makan siang,Saputra pergi dahulu dari mereka kerana masih lagi punya beberapa rapat dengan kliennya.


Sewaktu Rabecca dan Aina masih di warung,di seberang jalan sepasang anak mata menatap intens sosok Rabecca yang berbual mesra dengan temannya.


Wajah gadis yang dirinduinya selama dua minggu gadis itu menghilangkan diri tanpa khabar.Bahkan Randy saja tidak mahu bekerjasama dengannya disaat dia menanyakan keberadaan Rabecca.Dengan alasan dia dan Rabecca sudah lama tidak bertanya khabar dan bersua.


"Becca,sampai kapan kamu mahu menghindar dariku?Aku itu kagen sama kamu."Guman Ricardo sendirian tanpa ada sesiapa yang mendengarkan keluh kesah hatinya.


Merindui gadis itu,umpama merindui sosok gadis yang pernah meninggalkan kesalahan paham yang mendalam pada dirinya.Sehingga kini,dia masih lagi mencari keberadaan teman lamanya itu.


Akhirnya Ricardo menghembus nafas kasar.Rasa sakit menganggung rindu yang berpanjangan menyesakkan dadanya.Ingin sekali dia mendekati gadis itu,memeluk dan mengucapkan bahawa dia benarkan merindui Rabecca.Namun niat itu dikurung seketika kerana masih lagi mengingati kata-kata Rabecca yang tidak memiliki perasaan terhadap dirinya.

__ADS_1


Dengan hati yang sedikit terluka,dia mengendarai mobilnya pergi dari tempat tersebut.Di warung,tempat dimana Rabecca dan Aina masih duduk dengan santainya,perasan akan sesuatu yang mencucuk hati Rabecca.


Hatinya berdebar-debar tanpa sebarang amaran.Lantas dia menoleh ke sekitar, mencari-cari sesuatu yang mencurigakan.Sehingga dia tertoleh ke seberang jalan dimana mobil Ricardo mengendarai lalu dan pergi dari tempat itu.Kerana kaget,Rabecca bangun dari tempat duduknya tanpa sebarang amaran.


"Ricardo?"Ucapnya dengan suara perlahan,namun masih bisa didengarin oleh Aina.


"Becca,kamu kenapa?"Tanya sang teman sebaik saja Rabecca berdiri secara tiba-tiba.Wajahnya tampak menunjukkan ketidak nyaman dan kawatir.


"Err..a..Aku gak papa.Yuk,kita kembali ke kantor?"Ucap Rabecca lalu melangkah dengan kecepatan sederhana untuk mengejar mobil Ricardo yang hampir menghilang di sebalik mobil yang lain yang lalu di tempat itu.


Entah mengapa hatinya terasa sedikit kecewa.Dua minggu berlalu tanpa sebarang gangguan dari pria jangkung di tempat barunya.Jika dia benar-benar tidak suka dengan Ricardo,mengapa hatinya tidak selalu tenang setiap kali dia terpikirkan kata-kata yang meluncur dari bibir pria itu.


Dia mengeluh tanpa menyedari Aina sudah duduk disebelah tempat pemandu.Gadis mugil itu sedikit risau melihat perubahan sikap Rabecca.Seperti ada sesuatu yang mengganggu pikirannya setelah dia menyedari Rabecca mengejar sebuah mobil Honda Odyssey berwarna maroon di kawasan warung tadi.


"Becca,kamu oke?Kamu ada masalah apa?Tadi kamu kejar siapa?"Tanya Aina bertubi-tubi.Wajah putih mulus milik Rabecca disebelahnya ditatapnya dengan penuh tanda tanya.Dia benar-benar penasaran dengan apa yang terjadi kepada gadis itu disaat ini.Kedengaran Rabecca menghela nafas panjang.


"Aku gak papa.Yuk,kita kembali ke kantor."Jawab Rabecca setelah diam seketika.


Sepanjang perjalanan,wajah Ricardo bermain-main di pikirannya.Dalam diam-diam dia mengata sosok pria itu di dalam hati.


"Sialan,mengapa aku harus memikirkan laki-laki mengjengkelkan itu lagi."Rutuk Rabecca sendiri sehingga satu kerja tidak tersiapkan kerana sikap galau yang menerjah pikirannya tanpa sebarang syarat.


Rabecca meraup wajahnya dengan kedua-dua belah tangannya.Apakah dia mula merindui sosok pria itu.Dia sendiri kematian kata-kata,kerana dia sendiri juga tidak pasti dengan apa yang dia mula rasakan kini.


*****Hai teman..Lepas dibaca yuk,jang lupa diberi tanda:


❤️like


❤️vote


❤️ Komentar

__ADS_1


******Selamat membaca..


__ADS_2