
Rabecca merenung langit kamarnya dengan datar.Tidak lama lagi dia akan berhenti bekerja di resort milik Ricardo.Dia begitu menyukai suasana pantai.Pantai, mengingatkan dirinya tentang sosok pria yang pernah menyakiti hati suatu masa dulu.
Sudah puas dia coba menghilangkan jejak ucapan pria itu.Namun tetap nihil.Ianya sama sekali sukar dihapuskan dalam hati dan pikirannya.
Sosok yang benar-benar membuatkan dirinya terluka dengan begitu dalam.Walau pun waktu itu,mereka cuma berteman biasa,rasa cintanya terhadap Richard tidak pernah berkurangan.
Disaat dia mendengar obrolan Marlia dan Richard secara tidak sengaja,hatinya benar-benar sakit.Terguris begitu dalam sekali.Setiap malam dia berduka.Menangis sendirian tanpa ada sesiapa pun yang memahami dirinya.
Setelah beberapa hari kejadian dimana Richard mengina dirinya,sejak itu hubungan mereka langsung berubah.Rabecca mengambil keputusan untuk menjauhkan diri dari Richard secara perlahan-lahan.Sehingga akhirnya dia mengelak daripada bertembung atau bersua muka dengan Richard.Dia lebih banyak berdiam diri.
Randy, satu-satunya teman yang memahami sikap Rabecca,dia juga sehabis pikir mengapa sikap gadis itu bisa berubah tiba-tiba.Sudah puas dia memujuk gadis itu agar berkongsi cerita dan masalah,namun ternyata sia-sia.Ternyata gadis itu memilih untuk berdiam diri.
Sehingga suatu hari, disaat Randy,Rebecca,Rania dan Akila berjalan sama-sama,mereka berempat terserempak dengan Richard dan teman-temannya.
Rabecca dan Richard saling bertatapan.Seperti biasa,Richard yang pemurah dengan senyuman, melemparkan senyuman kearah mereka.Ketiga-tiga temannya itu turut membalas senyuman Richard sembari menggoda Rabecca.Namun gurauan teman-temannya itu diabaikan seperti angin lalu.Senyuman Richard hanya sambut dengan wajah yang dingin.
"Brisik!"Guaman Rabecca dengan suara yang kasar lalu melangkah laju menuju perpustakaan.
Ketiga-tiga sahabatnya itu sedikit kaget kerana mendengar ungkapan dari bibir Rabecca.Selalunya,apabila di padankan dengan Richard,gadis itu akan tersipu-sipu malu.Mendengar candaan dari teman-teman yang selalu menjahili dia dengan Richard.Sehingga mereka beranggapan bahawa Richard dan dia, berpacaran.
Namun hal itu tidak pernah terjadi.Disaat Richard menyedari perubahan sikap Rabecca,dia berusaha untuk menemuai gadis itu.Tetapi seperti biasa gadis itu pandai mengelakkan diri daripada bertemu dengannya.
Disaat ada peluang untuk berbicara,pasti Marlia akan sentiasa ada bersama-sama Richard.Tatapan mata Marlia yang melotot tidak suka menyebabkan dirinya begitu risih dengan pandangan Marlia.Dia tidak tahu dendam apakah yang telah wujud di hati Marlia.Sedangkan dia tidak punya masalah apa-apapun dengan gadis itu.Tatapi mengapa Marlia menganggap dirinya sebagai munsuh.
Di sore yang tenang dan damai.Disaat daun-daun gemersik ditiup angin,umpama alunan melodi yang menyenangkan.Rabecca menutup kedua-dua matanya sambil menghirup udara segar yang ada disekelilingnya.
__ADS_1
Disaat dia membuka mata.Dia benar-benar terkejut disaat melihat Richard sudah duduk terpaku di hadapan meja tempat dia duduk sebentar tadi.
"Rich?Kamu lagi ngapain disini?"Tanya Rabecca acuh tak acuh.Wajahnya tetap dingin.Tiada senyuman terlahir di bibirnya.Yang terlihat cumalah pandangan datar Rabecca.
"Becca,ada apa dengan kamu.Sejak kebelakangan ini kamu tidak mengunjungi aku di bilik kuliah.Apa kamu punya masalah?"Tanya Richard.Dia ingin meminta penjelasan daripada Rabecca kerana akhir-akhir ini temannya itu selalu mengabaikannya.
"Maaf,aku lagi sibuk.Jadi aku gak punya waktu lagi untuk berfoya-foya seperti kamu orang kaya.Sebentar lagi, peperiksaan sudah mendekat.Aku harus mengurangi waktu libur ku.Ya,akukan bukan orang kaya.Gak punya uang untuk dihabisi untuk membeli barang rujukan.Jadi aku harus sering pergi ke perpustakaan,untuk ulangkaji.Terserah kamu jika anggap aku apa."Jawab Rabecca dalam keadaan tidak suka.
"Kamu bohong kan.Sudah pasti ini bukan tentang ujian yang datang.Please!jujur sama aku."Pujuk Richard lagi.Entah mengapa dia tidak percaya dengan jawaban yang diberikan oleh Rabecca.Gadis itu sememangnya berusaha menghindar dari dirinya.
Kadang-kadang dia berpikir,Rabecca cuma cemburu disaat melihat dirinya bersama-sama Marlia.Pernah sekali dia berjalan bersama-sama Marlia,disaat mereka bertembung, cepat-cepat Rabett menghindari mereka.Oleh itu dia menyangka Rabecca cemburu melihat Marlia bersama-sama dengannya.
"Atau hal ini berkaitan dengan Marlia.Apa kamu cemburu melihat Marlia bersama-sama dengan ku akhir-akhir ini."Kata Richard lagi.
"Usah ngawur deh kamu.Kamu pikir cuma kamu doang miliki ramei teman-teman?Kamu pikir cuma aku satu-satunya menjadi teman kamu dan gak bisa berteman dengan cowok-cowok lain.Asal kamu tau ya,aku itu lebih suka berteman dengan semua orang,dari aku berteman dengan satu orang tapi gak pernah bisa menghormati yang ada disamping kamu."Cerca Rabecca.Ingin saja dia menghamburkan kata-kata kasar pada lelaki itu.Namun,dia lebih memilih untuk berdiam diri.
Richard semakin mendesak Rabecca untuk mengatakan hal yang sebenarnya.Namun Rabecca tetap dengan alasannya yang awal tadi.
"Kamu tu brisik tau gak.Just Let's me alone!"Bentak Rabecca dengan kasar.Buku rujukan diatas meja direngkuh dengan kasar sembari meninggalkan Richard yang masih terkutat-kutat disitu.Mencari salahnya terhadap Rabecca.
******
"Rich,Ku lihat, akhir-akhir ini Si Gendut dingin sama kamu.Apa kalian berkelahi ya?"Tanya Danny sahabat lamanya dari kecil itu.Wajah sawo matang Richard ditatap intens.Mencari jawaban dari sahabatnya satu itu.
"Ntah,gua sendiri juga gak tahu.Knapa Becca bisa berubah tiba-tiba."Jawab Richard dengan nada kecewa.
__ADS_1
"Apa kamu sudah menanyakan sendiri sama Becca,apa yang terjadi sebenarnya?"
"Ya udah.Dia bilang dia sibuk ulangkaji kerana ujian yang akan datang.Kamu mau tau apa lagi yang bilang?"
"Apa dia?"
"Dia bilang,dia bukan orang kaya yang bisa libur aja.Gak senang kaya gue,punya semuanya,bebas pilih yang mana-mana.Mau barang kek,mau teman kek,mau pacar kek.Argghh!Gue juga gak ngerti apa maksudnya."Kata Richard mengacak-acak rambutnya frustasi.
"Apa kamu pernah mengatakan hal yang enggak-enggak sama orang lain tentang sikap dia atau menjelik-jelikkan fisikal dia.Atau berburuk sangka atas persahabatan kamu berdua."Ujar Danny menanyakan soalan lainnya.
Disaat mendengarkan kata-kata terakhir dari Danny,dia berpikir sejenak.Dia memang pernah menjelik-jelikkan fisikal Rabecca pada Marlia.Tapi gak mungkin Marlia,berbuat sesuatu terhadap Rabecca sehingga Rabecca menghindarinya.
"Kamu pikirlah sematang-matangnya.Jika kamu gak suka sama Becca,kasi tahu aja dia yang kamu tiada perasaan terhadap dirinya.Jangan biarkan dia salah sangka atas persahabatan kalian.Lagian semua teman-temannya menganggap kamu itu pacar dia."
"What! That impossible!!"Jawab Richard dengan ketus.
"Oh!Come on lah Rich.Semua orang tahu tentang itu.Cuma kamu itu aja yang bodoh dan sombong gak tahu perasaan Becca."Bentak Danny membela Rabecca.
"Tapi, Becca dia bukan pacar aku."Jawabnya lemah.
"Terpulang sama kamu mahu percaya atau enggak.Mungkin kamu buat silap yang kamu tidak sadar.Jangan sampai menyesal."Ujar Danny lalu meninggalkan Richard disitu.
****Apa lagi teman-teman.udah dibaca jangan lupa
❤️like
__ADS_1
❤️vote
❤️ Komentar