
Disatu sudut kantin, seorang pria dan gadis sedang menikmati makan siang berdua.Kekecohan sebentar tadi sedikit pun tidak mengusik santapan siang mereka bersama-sama.Malah mereka melanjutkan acara makan siang tanpa memperdulikan sesiapa pun.Pria itu adalah Damian dan gadis itu adalah Rabecca, temen dekat Randy.Manakala Damian adalah teman kuliah Rabecca yang menjalankan koas di situ selama tiga bulan.
"Iva,gue denger bos baharu perusahaan ini sudah masuk kerja hari ini.Tetapi gue gak tahu dia itu seperti apa.Aoa dia seorang muda ataupun tua."Ujar Damian sambil mengunyah makanannya pelan-pelan.
"Kok ngomong begitu.Apa darjat umur itu penting bagi kamu.Ya,terserahlah.Punya yang tua kek,yang muda kek.Gua gak peduli.Asalkan gua bisa trus magang disini."Jawab Rabecca sembari menghabisi makanan yang masih tersisa di dalam piring.
Kerana tidak menjaga adab ketika makan,sebutir nasi melekat di bibir bawah Rabecca sehingga menyebabkan Damian mendengus kasar.Bibir gadis itu bener-bener mengoda hatinya.Lebih-lebih lagi disaat gadis itu menggigit bibir bawahnya untuk membersihkan sesuatu yang tersisa disitu.
"Iva,bisa gak kamu tu makan biar yang sopan.Lihatlah,bibirmu,ada sisa makanan tertinggal disitu."Ujar Damian dengan tangan yang ringan mengesat bibir bawah Rabecca dengan tisu.
Oh,Maaf.Aku lagi laper.Tadi gak sempat sarapan duluan."Jawab Rabecca lalu mengambil tisu di tangan Damian.
Di tempat di dalam pintu masuk kantin,Ricardo dan Randy mengamati suasana sekitar kantin.Randy masih lagi dengan kelakuan selambanya.Manakala, Ricardo cuba melihat-lihat keadaan sekitar kantin untuk mencari ide mencantikkan lagi kawasan itu.Namun tatapan matanya,terhenti disatu sudut.
Di sudut itu, sorang pria dan gadis sedang menikmati makan siang mereka dengan gembira.Raut wajah yang datar tadi, tiba-tiba berubah di saat melihat sang pria dengan tangan yang ringan mengelap bibir sang gadis.
Tiba-tiba wajahnya panas seperti tersiram air panas.Darahnya menderu menggelegak.Entah kenapa hatinya menjadi sakit secara tiba-tiba tanpa sebab.Gadis itu baru saja dikenalinya beberapa hari lalu.Belum lagi sempat berkenalan pun.Lalu,mengapa dia harus berperasaan sebegitu.
Ricardo menarik nafas dalam-dalam.Mengatur kembali detak jantungnya yang menggila secara tiba-tiba.Setelah bertenang,dia menyiku Randy yang berada disebelahnya.
"Ya!Ada apa?"Jawab Randy ketus.Wajah datar Ricardo ditatapnya intens.Menanti kata-kata selanjutnya dari sang bos.Dia sedikit penasaran.Apa lagi disaat mata bosnya itu terpacak ke satu arah.
"Ran!Itu temanmu bukan?"Ujar Ricardo sambil memuncungkan jempolnya kearah Rabecca.Tatapan mata Randy,turut melihat kearah dimana Rabecca dan Damian duduk.Sontak itu,mata Randy membuyar besar.Seperti tidak percaya dengan apa yang dia sedang saksikan.
Rabecca sedang berbual riang dan mesra dengan seorang pria yang dia sendiri juga tidak tahu.
"Ya,itu Ivara.Temanku!'Jawab Randy lagi.
"Lalu,dia apain disini!Kamu bilang dia masih lagi kuliah.Tetapi dengan santuynya dia makan siang disini.Bukankah kantin ini hanya untuk petugas resort saja."Ujar Ricardo lagi.Randy cuma mengangkat kedua-dua pundaknya tanda tidak tahu.
__ADS_1
Kemudian,Randy melangkah pelan-pelan menuju meja makan Rabecca dan Damian.Sewaktu kedua-dua pria tampan itu menuju ke arah pria dan gadis itu,puluhan mata menatap sosok pria ini tanpa berkelip mata.Ada yang berbisik-bisik.Ada yang cuma mematung saja.
"Ivara!Kok kamu ada disini?"Tanya Randy sebaik saja menghampiri meja Rabecca.Rabecca hampir saja tersedak mendengar suara Randy.Bukan tersedak kerana kaget, melainkan tersedak kerna mendengar Randy secara tiba-tiba memanggil dirinya dengan nama Ivara.Entah apa yang sedang merasuki pikiran pria jomlo ini,dia sendiri juga tidak tahu.
"Aduh!Kamu tu kenapa sih.Bikin orang kaget aja.Emangnya aku harus dimana lagi jika gak ada kuliah.Sinikan tempat ku magang."Ujar Rabecca sambil mengelap saki baki air minuman yang tertumpah diatas meja dan juga dibibirnya.
"Kamu sendiri gimana?Ada conference lagi?"
"Oh,hari ini gak ada.Tapi berita baiknya,aku juga akan bekerja disini.Jadi kita akan selalu ketemu."Ujar Randy sambil tersenyum yang menunjukkan sebaris gigi putihnya.
"Oh ya.Kenalin ini teman sekuliah denganku,Damian.Dia lagi koas disini.Aku harap kamu dapat beri kerjasama pada dia.Dont let me down,Oke!"Ucap Rabecca lagi.Kini matanya jatuh kearah Ricardo.Wajah yang sebegitu familiar dengan ingatan nya.
"Oh,kenalkan ini Ricardo Agusta.Beliau adalah bos baru disini."Ujar Randy setelah melihat tatapan kehairanan Rabecca.Setelah Randy memperkenalkan Ricardo sebagai orang atasan mereka,dia segera berdiri sembari menghulurkan tangannya.
"Pak,selamat bergabung dengan kami disini.Mohon tunjuk ajar ya?Maaf,aku gak tahu kamu bos baru disini."Ucap Rabecca dengan wajah yang bersemu merah menahan malu.Begitu juga dengan Damian.Menghulurkan tangan untuk bersalaman dengan Ricardo dan Randy.
"Aku bertugas di pool side.Bahagian F&B.Knapa ya?"Jawab Rabecca kehairanan.
"Bar?Kok kamu gak ada waktu rapat tadi?"
"Hari ini aku gak kerja.Aku kesini cuma temanin Damian aja.Hari ini hari pertama dia koas disini.
"Iva,sebelum aku terlupa,tempoh hari temen yang aku katakan adalah pak Agus,dialah yang menghantar kamu ke rumah sakit."Ucap Randy lagi.
"Eh!Yang bener ni Ran.Aduh!Maaf pak.Aku gak tahu.Makasih ya pak udah nolongin aku."Kata Rabecca sambil membungkukkan badannya sebagai tanda terima kasih dan hormat pada Ricardo.Mukanya bersemu merah lagi.
"Sialan!Mengapa gak bilang dari tadi."Rutuk Rabecca dalam diam-diam.Dia cuma tersenyum tawar setelah mengetahui Ricardo adalah penyelamatnya.Keadaan menjadi canggung seketika.Tiba-tiba mereka berempat kematian kata-kata.
"Em..Dami,Kamu udah selesai!Jika begitu kita berangkat dulu.Nanti telat loh."Kata Rabecca ketus.
__ADS_1
"Err...Ya.Aku dah selesai kok.Pak Agus,Pak Randi,kami pergi dulu ya!"Kata Damian lalu berjalan beriringan dengan Rabecca.
"Kok,teman kamu seperti itu?"
"Seperti apa pak."Randy cemberut.
"Seperti kurang enak sama aku.Apa aku sudah salah bicara ya?"
"Eh!Gak ah.Iva Tu,memang sebegitu pak.Maklum aja,baru kenal sama bapak.Lagian kamu kan boss disini.Mungkin dia risih dengan tatapan mata-mata yang mengintip disini."Ucap Randy setelah menyedari kecanggungan sebentar tadi.Atau mungkin saja Rabecca telah menyedari sesuatu.Sebab itu dia berusaha menghindari tatapan mata Ricardo yang seakan-akan nasir terhadap dirinya.
"Ya,mungkin aja.Tapi jujur deh,teman kamu itu, mengingatkan aku tentang teman lama aku."Kata Ricardo sembari mencari tempat untuk mereka menikmati santapan siang mereka.
"Kok gitu pak.Apa bapak gak berhubung dengan dia."Randy cuba memancing Ricardo dengan pertanyaannya.Dia mahu tahu,apakah sebabnya Rabecca begitu marah dengannya lima tahun lalu.
"Aku terputus hubungan dengannya semenjak aku pindah ke luar negeri.Aku sudah mencoba untuk menghubungi dirinya.Namun tetap nihil."Kedengaran Ricardo menghempus napas kasar.
"Semoga bapak bisa ketemu dengan teman bapak kembali."Kata Randy dengan sengajanya.
"Ya!Semoga aja bisa ketemu lagi!"Jawab Ricardo dengan suara yang rendah.
Randy smirk sendiri.Dia mahu melihat takdir apakah yang terjadi kepada Rabecca dan Ricardo nanti.Buat masa ini,biarlah kedua-duanya berkenalan sebagai orang asing.Randy memang menantikan saat itu tiba nanti.
******
Hai gais, please! tolongin
KETIK' LIKE' DAN KOMENTAR YA.
MAKASIH.SELAMAT MEMBACA YA!!😄😊
__ADS_1