Mencintaimu Satu

Mencintaimu Satu
Mencintaimu Satu Sipnosis


__ADS_3

Tama Fransisko Pratama


Awalnya aku orangnya cuek banget. Suka hura-hura sama teman-temanku dan aku juga suka gonta-ganti cewek karena aku merasa, diriku sangat sempurna sekali. Dari segi wajah dan body aku dikatagorikan mempesona banget! Prefecto! Apa lagi materi aku termasuk orang yang terbilang di atas rata-rata. Semuanya berubah ketika aku bertemu dengan seorang cewek yang sederhana, tulus mencintaiku kekuranganku dari kelebihanku. Pada suatu ketika aku merasa ada yang hilang dari hidup sehingga aku merasa kekosongan.


Kiuw Andari


Aku hanya mencintai satu orang lelaki dalam hidupku yaitu dia Tama Fransisko Pratama. Tetapi karena kesalah fahaman dia pergi dari hidupku membawa separuh jiwaku. Aku tidak menyangka kita akan bertemu lagi, tapi dengan dirinya yang tidak mengingatku. Terasa menyakitkan awalnya, tapi aku berjanji akan membuatmu mengingat aku lagi.


Pagi-pagi sekali Kiuw dibangunkan oleh suara ponselnya. Tanpa melihat siapa yang memanggil, Kiuw langsung saja mengangkat panggilan tersebut.


"Tama, aku masih ngantuk. Sebentar lagi ya."


"Sayang sekali aku bukan Tama. Cek chat sekarang ada kabar yang mengejutkan dipagi hari," jawab orang itu dan langsung memutuskan sambungan telfon.


Kiuw masih tidak mengerti dengan orang yang menelfonnya barusan, tapi Kiuw penasaran dengan apa yang dikirimnya di chat, tanpa fikir lagi Kiuw langsung membuka chat. Kiuw terkejut dengan apa yang dilihatnya, tanpa sadar Kiuw menjatuhkan ponselnya ke lantai. Air matapun tidak dapat dibendung lagi. Ini sangat menyakitkan sekali.


Kiuw berjalan ke luar kamarnya menuju bagasi di mana mobilnya dipakirkan. Kiuw menjalankan mobilnya menuju apartemennya. Sampai dipakirkan apartemen Kiuw langsung menelfon Tama.

__ADS_1


"Tama ke apartemen aku, nanti ku kirim alamatnya," saat telfon tersambung, tapi Kiuw tidak menunggu jawaban dari Tama, Kiuw langsung memutuskan sambungan telfonnya.


Kiuw masuk ke apartemennya dan membuka baju tidurnya dengan lengrie tipis. Kiuw duduk di sofa ruang tamu untuk menunggu kedatangan Tama. Tidak butuh waktu lama, tiga puluh menit kemudian bel apartemennya berbunyi. Kiuw menutupi lengrie ya dengan kain tipis dan membukanya pintu untuk Tama.


"Qy, kamu baik sajakan?" ungkap Tama saat pintu apartemen terbuka.


"Masuk!" balas Kiuw singkat. Saat sampai dalam apartemen, Kiuw melepaskan kain tipis yang menutupi tubuhnya. Sekarang hanya tinggal lengrie membalut tubuh Kiuw.


"Tama sentuh aku!"


"Kamu kenapa, Qy?" Tama bingung dengan penampilan Kiuw.


"Qy, aku masih gak mengerti maksudmu. Kenapa kamu berpenampilan seperti ini?" ungkap Tama masih dengan kebingungannya.


"Kamu tidak mengerti atau tidak pura-pura tidak mengerti!"


"Qy! Coba jelaskan padaku,"

__ADS_1


Kiuw langsung mencium bibir Tama dan mengarahkan tangan Tama kepayudaranya. Tama sangat terkejut apa yang dilakukan Kiuw.


"Qy, apa-apaan ini! Ini sudah di luar batas kita," Tama mencoba melepaskan ciuman Kiuw dan menjauhi tangannya.


"Kenapa? Apa aku kurang untuk mu?"


"Qy, aku tidak mau melakukannya sama kamu. Sebelum kita...."


"Oke! Aku paham! Kamu tidak menginginkan aku! Aku tidak menarik untukmu! Sehingga kamu mau melakukannya sama orang lain. Sedangkan aku ada di sini!" Kiuw memotong perkataan Tama.


"Qy, bukan itu maksud aku."


"Sudahlah! Kamu mau melakukannya sama wanita lain, tapi tidak sama aku!" Kiuw menangis sejadi-jadinya dan langsung terduduk di lantai.


"Qy," Tama mencoba mendekati Kiuw dan ingin menenangkannya.


"Jangan sentuh aku! Jangan sentuh aku! Kamu bisa melakukannya dengan wanita lain, tapi tidak dengan aku!" Kiuw melemparkan ponselnya kearah Tama yang memutar videonya bersama, Tasya.

__ADS_1


*****


__ADS_2