Mencintaimu Satu

Mencintaimu Satu
9. Mengejarmu


__ADS_3

Kiuw mengstop sebuah Taxi yang kebetulan lewat di depan kafe, karena kunci mobilnya sudah dititip sama tante Sinta. "Duh berharaap pulang sama Tama malah ujungnya aku naik Taxi. Kasihan Tama pasti dia sangat menderita setelah kecelakaan." Kiuw hanya membatin saat ini.


"Neng, ada motor yang menghalangi jalan," kata supir Taxi membuyarkan lamunan Kiuw. Tiba-tiba saja ada yang mengetuk kaca Taxi, Kiuw terkejut siapa orang yang mengetuk itu. Kiuw langsung membuka pintu Taxi.


"Tama!" Kiuw nampak terkejut.


"Pak jalan saja pak! ini ongkosnya," perintah Tama sambil menyerahkan uang seratus ribuan.


"Den kembaliannya," teriak Pak Taxi ketika dilihat Tama menjauhi Taxinya.


"Ambil saja pak!"


"Tama kamu apa-apaan kok tarik-tarik aku," sambil mencoba melepaskan tangan Tama.


"Qy, Apapun itu namanya hubungan ku sama Tasya atau cewek lain yang diluaran sana, tapi hatiku ini selalu ada nama kamu Qy. Aku mohon padamu Qy, jangan pernah untuk tingglkan aku Qy. Aku tidak tahu kenapa dalam diriku ini ada yang kosong. Qy aku mohon!" Tama menyimpuhkan satu kakinya dan tangannya memegang tangan Kiuw.


"Tama, kamu apa-apaan ini," Kiuw nampak kaget dengan kelakuan Tama. "Kamu jangan seperti ini."


"Kamu harus janji sama aku Qy!" mohon Tama lagi. "Kamu jangan tinggalkan aku dan tolong aku untuk mencari apa yang hilang dalam hidupku."


Kiuw yang mendengar itu dia jadi terharu mendengar penuturan Tama. Kiuw menyuruh Tama untuk berdiri tidak enak dilihat orang. Untung saja saat ini jalan saat ini sepi karna hujan mulai turun membasahi bumi.

__ADS_1


"Tama, aku akan membantu kamu untuk mengingat semuanya. Semua yang hilang darimu, aku akan kembalikan. Termasuk kisah antara kita sebelumnya."


"Qy, maafkan aku."


"Tidak ada yang perlu di maafkan Tama, aku selalu ada untukmu," ungkap Kiuw meyakinkan Tama. Kiuw langsung saja memeluk Tama erat, "kamu adalah Tamaku sekarang dan nanti kamu adalah milikku. Aku akan mengembalikan ingatanmua lagi. Supaya kamu bisa mengingat kenangan kita," batin Kiuw.


Tama membalas pelukan Kiuw dengan erat sekali tidak memperdulikan hujan badai dan petir. Sekarang serasa dunia milik mereka berdua.


"Qy!" panggil Tama.


"Hkmm... apa?"


"Apa dulu kita sangat bahagia?"


"Belum, tapi aku sering mendengar dan kadang dikepalaku beputar gambar-gambar yang tidak jelas." jelas Tama sambil memberi jarak dengan Kiuw. Sehingga hidung dan kening mereka bersentuhan.


"Kamu jangan terlalu memaksakan untuk mengingatnya. Nanti kepalamu akan sakit. Kita pelan-pelan saja untuk melakukannya," ungkap Kiuw lirih.


"Makasih Qy."


"Hkmm...."

__ADS_1


Tama mendekatkan bibirnya kebibir Kiuw dengan lembut dan melumatnya pelan. Kiuw merasakan bibir Tama mulai melumat bibirnya dan menuntut Kiuw untuk membalasnya. Kiuw membalas ciuman Tama yang mulai memanas. Ciuman mereka berhenti ketika mereka sama-sama kehabisan stok oksigen.


"Kiuw, aku mencintaimu," ungkap Tama lirih ditelinga Kiuw.


"Aku juga," balas Kiuw.


"Ayuk! kita pulang sekarang. Nanti kamu bisa sakit kehujanan.


"


"Kamu baru sadar kalo kita dari tadi kehujanan dan jadi tontonan orang."


"Biarkan mereka berpendapat, kan yang menjalani bukan mereka tapi kita. Ayok! naik dan hati-hati," perintah Tama. Untung dia selalu bawa helm serap untu dipakai Kiuw.


Diperjalanan Kiuw hanya memeluk Tama dari belakang dengan erat. Tama sekali-kali mengelus tangan Kiuw lembut.


*****


Sebenarnya cinta itu datang dari hati


Bukan dari mulut semata

__ADS_1


Sejauh apa orang akan memisahkan


Tetap orang yang dihati hanya kamu


__ADS_2