Mencintaimu Satu

Mencintaimu Satu
26. Aku Kembali


__ADS_3

Happy Reading!!


Pagi sekali Tama dan Kiuw sudang mengudara dari Paris ke Indonesia. Kiuw tidak menyangka, Tama bisa semangat ini. Pagi-pagi sekali, Tama sudah membangunkannya dari tidur dan di suruh siap-siap. Meski Kiuw meresa kesal, tapibsaat ini dia sangat senang dengan semangat yang didapatkan Tama.


Sekarang Mereka sudah berada di dalam Taxi, menuju rumah Kiuw. Rencananya ini Kiuw dan Tama, akan memberikan kejutan kepada Mamanya dan Mama Tama. Mereka sudah menyusun skenario sebelum mereka sampai di rumah Kiuw.


Sampai di rumah Kiuw, mereka sudah medapati keadaan rumah sepi. Seperti tidak ada penghuninya.


"Kok, jadi seperti ini," tanya Kiuw dengan lirikan mata ke arah Tama. Tamavhanya mengangkat bahunya, jawabannya.


Mereka sudah berada di ruangan tengah rumah Kiuw, tapi masih saja sepi danagak gelap.


"Ku rasa ada yang aneh," ungkap Kiuw pelan.


"Kok sepertinya, sperti kita yang dikerjai," kali ini Tama yang menimpali.


Tidak lama setelah Tama mengatakan itu, tiba-tiba semua lampu hidup dan terdengar suara orang yang bersorak mengucapakan kalimat selamat datang.


"Selamat datang!" Kiuw dan Tama sangat kaget sekali. Ternyata, keluarga mereka sudah menyiapkan ini. Kiuw dan Tama tidak menyangka bahwa mereka yang mendapatkan kejutan, bukanya keluarga mereka.


"Astaga, ini sungguh tidak adil," batin Kiuw.


Kiuw langsung menghabur dalam pelukan, Mama dan Papanya. Sudah tiga tahun setelah keberangkatannya,Kiuw tidak pernah balik ke Indonesia. Meski, Mamanya sekali-kali mengunjunginya ke Paris.


"Ini tidak adil. Seharunyakan aku yang membutkalian terkejut, tapi sekarang kok malah kami yang terkejut," rengek Kiuw kepada Mamanya. Mama Kiuw hanya tersenyum.

__ADS_1


"Ini idenya, Sinta," sambil melihat ke arah Mama Tama.


"Apa?" ucapa Tama terkejut dan berfikir dari mana Mamanya tahu.


"Mamakan banya mata-mata," dengan wajah polos tanpa dosa. "Jadi, sekarang bagaimana?" pertanyaan ini mengarah pada Tama.


"Bagaimana apanya, Ma?" Tama masih belum koneks.


"Sekarang apa status hubungan kalian?" sambil duduk dan pandanganya tidak lepas dari Tama dan Kiuw.


"Aku akan segera menikahi, Qy-ku," jawab Tama mantap.


"Tidak bisa!" jawab Papa Kiuw tegas. Semua orang terkejut dan mengarahkan pemandangannya ke arahnya.


"Pa, kenapa?" Tama mencoba meminta penjelasan.


"Pa, kali ini saya janji. Tidak akan lagi menyakiti Qy, Pa," Tama namapak bermohon.


"Maaf Tama, Papa tidak bisa."


"Papa, aku mohon, Pa," tanpa diduga-duga orang yang ada di sana. Ternyata, Tama bersujud di kaki Papanya Kiuw. "Pa, aku memang telah banyak salah sama Qy dan selalu menyakitinya. Aku mohon kali ini, Pa. Kali ini beri saya kesempatan terakhir untuk saya. Saya janji, Pa, bahwa saya tidak akan pernah lagi menyakiti Qy."


Papa Kiuw yang melihat Tama yang bersujud di hapannya dengan berlinangan air mata, langsung menyuruh Tama berdiri dan langsung memeluknya.


" Saya masih percaya sama kamu," ungkap Papa Tama dan itu sontak membuat Tama kaget dan senang. "Tapi ingat! Jika, kamu mengulangi kesalahan yang sama. Jangan harap lagi, kamu bisa bertemu dengan Qy."

__ADS_1


"Iya Pa, saya akan berjanji," jawab Tama senagang.


"Udah nih ngedrama," ucap Mama Kiuw, "apa gak capek nih berdiri terus dan aku juga sudah lapar nih," Mama Kiuw menghentikan drama yang dibuat Papanya Kiuw.


"Ya nih, aku juga lapar," ungkap Sinta Mama Tama, tanpa memperdulikan Tama dan Kiuw yang melongo melihat tingkah orang tua mereka. Mereka meninggalkan Kiuw dan Tama, pergi ke meja makan.


*****


Tama dan keluarganya sudah kembali ke rumahnya. Sekarang mereka sedang berada di ruang keluarga. Untuk apa? Yang pastinya untuk mengintrogasi Tama, tentunya.


"Sekarang cerita kepada Mama. Bagaimana kamu bisa membujuk Qy?" tanya Mamanya penasaran.


"Aku gak bujuk Qy, Ma. Dia yang datang sendiri ke tempatku," jawab Tama dengan sombongnya.


"Mama gak yakin, kalau Papa bagaimana?" Mama Tama mencoba minta pendapat dari suaminya.


"Papa rasa juga seperti itu," ungkap Papa Tama.


"Kalau Mama tidak percaya, ya sudah. Aku juga gak maksa kalau Mama percaya. Aku capek, mau tidur dulu. Selamat malam, Ma,Pa," Tama bergegas untuk masuk ke kamarnya. Tama tidak ingin Mamanya terus mengintrogasinya. Masalah pertama Tama malu dia gagal membujuk Kiuw. Ini kan enggak etis, jika Mamanya tahu kalau dia ditolak Kiuw. Yang kedua dia malah jatuh sakit dan itu akan membuat orang tuanya khuwatir.


Tama langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Sekarang dia sedang berfikir tentang hubungannya bselanjutnya dengan Kiuw. Tama harus menyusun rencana yang matang biar kejadian yang tidak diinginkan tidak terulang lagi.


Sedangkan di rumah Kiuw, Kiuw juga sedang diintrogasi oleh orang tua. Yang pastinya bertanya tentang bagai mana dia bisa balikan dengan Tama kembali. Berbeda dengan Tama, Kiuw menceritan semua yang terjadi kepada orang tuanya.


*****

__ADS_1


"Awal yang baik untuk hari yang baik."


-Tama & Kiuw-


__ADS_2