
Pagi-pagi sekali Tama mendapatkan telfon dari nomor yang tidak dikenalinya, karena efek mangantuk Tama langsung saja mengangkat telfon itu, tanpa melihat siapa yang menelfon.
"Iya Qy, masih pagi ini. Kita kan tidak ada acara hari ini," Tama mengawali dengan suara berat kas orang bangun tidur.
"Sayangnya aku bukan perangko mu," jawab orang di seberang sana.
"Apa?" Tama langsung terkejut mendengar jawaban orang itu.
"Jangan kaget seperti itu sayang, sekarang ada kabar yang lebih kaget lagi."
"Apa kamu?"
"Kita ketemuan nanti di tempat kemaren. Ada hal yang mengejutkan yang akan ku lihat kan padamu."
"Kalau aku tidak mau bagaimana?"
"Kamu akan melihat perangko mu menangis," Tasya langsung memutuskan sambungan telfonnya.
"Aaaghh...! Kenapa harus ketemu sama dia sih," ungkap Tama kesal sambil mengacak-acak rambutnya. Tama langsung bergegas ke kamar mandi dan tidak berniat untuk menyambung tidurnya lagi.
Tama tergesa-gesa melakukan apa saja. Mandi tergesa-gesa, sarapan tergesa-gesa dan pergipun tergesa-gesa. Mama dan Papanya yang melihat kelakuan Tama, hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.
Tama telah menunggu Tasya, di restoran yang telah mereka janjikan. Sebelum pergi ke restoran, Tama sudah menelfon, Tasya. Memintanya untuk segera datang ke restoran. Tama mempercepat jam pertemuan mereka.
"Hai sayang," Tasya datang dari belakang Tama dan langsung mencium pipi kiri Tama.
"Kamu apa-apaan sih!" ungkap Tama tidak suka.
"Jangan marah gitu dong, sayang," sambil mencolek dagu Tama.
"Apa maumu?"
"Sepertinya kamu tidak sabaran lagi, sayang," Tasya terus menggoda Tama.
__ADS_1
"Tasya kamu jangan bercanda!"
"Aku tidak bercanda dengan mu sayang."
"Cepat katakan!"
"Oke! Sepertinya kamu tidak sabaran," Tasya langsung mengeluarkan sebuah map dalam tasnya dan menyerahkan kepada Tama.
Tama langsung mengambil map itu dan membacanya. Sekarang Tama baru tahu, map yang diserahkan Tasya, adalah kontrak kerja Kiuw dengan perusahaan besar yang diceritakan pada waktu itu.
"Tidak ada yang salah dengan kontrak ini. Untuk apa kamu perlihatkan padaku?"
"Masih belum mengerti. Oke! Akan aku jelaskan. Kontrak ini adalah kontrak perangkomu sama perusahaan Papa, aku. Jadi, kalau kamu mau menuruti permintaan aku. Maka, kontrak ini akan aman," jelas Tasya sambil tersenyum congkak.
"Menuruti permintaanku?" tanya Tama bingung.
"Iya, dengan menuruti permintaan aku. Maka, kontrak perangkomu akan aman, tapi jika, kamu tidak mau. Maka, aku akan meminta kepada Papaku untuk membatalkan kontrak ini dan opening butik perangkomu akan batal dan pastinya mengalami kerugian yang sangat besar."
"Tidak usah terkejut seperti itu sayang. Sekarang aku hanya mau tanya apa kamu mau menuruti keinginanku?"
"Keinginan seperti apa yang kamu mau?"
"Aku hanya ingin bermalam dengan mu malam ini. Kalau kamu menolak kamu pasti sudah tahu apa yang terjadi. Opening besok akan batal," ancam Tasya.
"Kamu picik sekali!"
"Terserah kamu mau bilang apa. Aku tidak peduli. Sekarang yang aku inginkan supaya kita bisa menghabiskan malam yang indah berdua. Malam yang penuh dengan gairah yang bergelora. Aku akan memberi kamu waktu untuk berfikir, sampai jam tujuh malam nanti. Bye sayang! Aku pergi dulu, selamat berfikir. Aku tunggu jawaban yang menyenangkan dari mu," Tasya langsung meninggalkan Tama. Tama memang harus berfikir keras saat ini. Karena seandainya salah pilih maka akan mengakibatkan masalah besar. Inilah buah simalakama seperti yang dikatakan pepatah.
Tama mencoba menghubungi Kiuw.
"Qy, kamu lagi di mana?" tanya Tama langsung saat telfonnya tersambung.
"Aku lagi melakukan persiapan opening untuk besok. Kamu kenapa? Kedengarannya suaramu berat sekali. Kamu tidak sakitkan?" tanya Kiuw khuwatir di seberang sana.
__ADS_1
"Aku sehat kok Qy. Apa bisa ketemuan?"
"Tentu, sebentar lagi aku akan ke tempat kamu. Kamu lagi di mana?"
"Aku di restoran tempat biasa kita ketemuan."
"Oke! Aku akan ke tempatmu secepatnya."
"Aku tunggu."
*****
"***Aku baru merasakan manisnya cinta
Tapi, sekarang aku harus dihadapi masalah
Masalah yang sulit untukku
Aku tidak mau menyakitinya
Aku hanya mencintainya
Kenapa harus begini jadinya
Aku makan buah simalaka
Bisakah aku memutar waktu?
Aku ingin memperbaiki kesalahan
yang pernah ku perbuat."
-Tama***-
__ADS_1