
Opening yang dilakukan pada hari ini terbilang lancar dengan dekorasi yang mewah. Seperti janji Kiuw dia akan mengajak Tama pas opening. Banyak orang yang memuji mereka bahwa mereka adalah pasangan yang serasi. Selain Tama, Kiuw juga mengajak keluarga Tama dan keluarganya juga.
Tasya juga datang bersama Papanya ke acara opening Kiuw adakan. Tama yang melihat Tasya hanya cuek saja. Saat mereka berpapasan Tasya sengaja membisikan sesuatu kepada Tama.
"Hai... sayang. Aku menginginkan kamu lagi," bisik Tasya pelan hanya didengar oleh Tama.
Tama tetap tidak memperdulikan Tasya. Tama hanya menganggap Tasya seperti orang yang tidak dia kenal.
"Kamu boleh saja bersikap seperti itu, tapi lihat saja nanti kamu yang akan mencariku," Tasya bicara pada dirinya sendiri.
Akhirnya acara selesai juga, hari sudah menunjukan pukul sepuluh malam.
"Akhirnya acara selesai juga dengan sempurna," ungkap Kiuw ketika mereka di dalam mobil menuju jalan pulang.
"Iya, semua lancar. Selamat ya untuk kamu," Tama melirik ke arah Kiuw yang di sampingnya.
"Aku senang kamu selalu ada untukku," Kiuw tersenyum tulus ke arah Tama.
"Khmmm... iya."
Mobil Tama berhenti di depan rumah Kiuw.
"Makasih sayang," Kiuw langsung mencium bibir Tama. Awalnya Tama sempat kaget, karena tidak biasanya Kiuw menciumnya terlebih dahulu. Tanpa fikir panjang lagi Tama membalas ciuman Kiuw. Sampai akhirnya mereka sama kehabisan pasokan oksigen.
*****
Pagi-pagi sekali Kiuw dibangunkan oleh suara ponselnya. Tanpa melihat siapa yang memanggil, Kiuw langsung saja mengangkat panggilan tersebut.
"Tama, aku masih ngantuk. Sebentar lagi ya."
"Sayang sekali aku bukan Tama. Cek chat sekarang ada kabar yang mengejutkan dipagi hari," jawab orang itu dan langsung memutuskan sambungan telfon.
Kiuw masih tidak mengerti dengan orang yang menelfonnya barusan, tapi Kiuw penasaran dengan apa yang dikirimnya di chat, tanpa fikir lagi Kiuw langsung membuka chat. Kiuw terkejut dengan apa yang dilihatnya, tanpa sadar Kiuw menjatuhkan ponselnya ke lantai. Air matapun tidak dapat dibendung lagi. Ini sangat menyakitkan sekali.
Kiuw berjalan ke luar kamarnya menuju bagasi di mana mobilnya dipakirkan. Kiuw menjalankan mobilnya menuju apartemennya. Sampai di pakiran apartemen Kiuw langsung menelfon Tama.
"Tama ke apartemen aku, nanti ku kirim alamatnya," saat telfon tersambung, tapi Kiuw tidak menunggu jawaban dari Tama, Kiuw langsung memutuskan sambungan telfonnya.
Kiuw masuk ke apartemennya dan membuka baju tidurnya dengan lengrie tipis. Kiuw duduk di sofa ruang tamu untuk menunggu kedatangan Tama. Tidak butuh waktu lama, tiga puluh menit kemudian bel apartemennya berbunyi. Kiuw menutupi lengrie ya dengan kain tipis dan membukanya pintu untuk Tama.
"Qy, kamu baik sajakan?" ungkap Tama saat pintu apartemen terbuka.
"Masuk!" balas Kiuw singkat. Saat sampai dalam apartemen, Kiuw melepaskan kain tipis yang menutupi tubuhnya. Sekarang hanya tinggal lengrie membalut tubuh Kiuw.
"Tama sentuh aku!"
__ADS_1
"Kamu kenapa, Qy?" Tama bingung dengan penampilan Kiuw.
"Sentuh aku! Aku bisa melakukan lebih dari pada dia! Kenapa kamu masih mencari yang lain? Sedangkan di sini ada aku!" ungkap Kiuw sedikit berteriak.
"Qy, aku masih gak mengerti maksudmu. Kenapa kamu berpenampilan seperti ini?" ungkap Tama masih dengan kebingungannya.
"Kamu tidak mengerti atau tidak pura-pura tidak mengerti!"
"Qy! Coba jelaskan padaku."
Kiuw langsung mencium bibir Tama dan mengarahkan tangan Tama kepayudaranya. Tama sangat terkejut apa yang dilakukan Kiuw.
"Qy, apa-apaan ini! Ini sudah di luar batas kita," Tama mencoba melepaskan ciuman Kiuw dan menjauhi tangannya.
"Kenapa? Apa aku kurang untuk mu?"
"Qy, aku tidak mau melakukannya sama kamu. Sebelum kita...."
"Oke! Aku paham! Kamu tidak menginginkan aku! Aku tidak menarik untukmu! Sehingga kamu mau melakukannya sama orang lain. Sedangkan aku ada di sini!" Kiuw memotong perkataan Tama.
"Qy, bukan itu maksud aku."
"Sudahlah! Kamu mau melakukannya sama wanita lain, tapi tidak sama aku!" Kiuw menangis sejadi-jadinya dan langsung terduduk di lantai.
"Qy," Tama mencoba mendekati Kiuw dan ingin menenangkannya.
Tama yang melihat itu sangat terkejut. Pantas saja Kiuw bisa berbuat senekat itu.
"Qy, aku bisa jelasin semuanya sama kamu. Kamu dengar ya penjelasan aku," Tama mencoba meminta pengertian Kiuw.
"Aku tidak mau! Pergi dan tinggalkan aku!" teriak Kiuw.
"Qy."
"Pergi! Aku tidak peduli lagi! Aku tidak mau melihat kamu lagi! Sekarang tinggalkan aku!"
"Qy, maafkan aku," ungkap Tama penuh penyesalan.
"Maaf tidak akan mengubah segalanya! Pergi!" Kiuw mendorong tubuh Tama untuk keluar dari apartemennya dan menutup pintunya dengan kasar.
Sekarang Kiuw hanya menangisi kejadian yang menimpanya. Padahal dia baru memberitakan Tama kepercayaan lagi, tapi sekarang kembali Tama menghianati kepercayaan yang diberinya.
*****
**Sakit! Itu yang ku rasakan saat ini
__ADS_1
Hancur itu yang ku rasakan sekarang
Kamu hianati aku lagi
Apa alasanmu aku tidak peduli
Biarlah aku dikatakan egois
Aku tidak peduli lagi
Akan ku buang kisah kita
Akan ku hapus kenangan kita
Aku tidak peduli lagi perjuangan kita
Yang ku rasakan hanya kehancuran
Luka ditubuh ini bisa disembuhkan
Tapi cinta di hati ini tidak akan bisa sembuh
Ini sudah keteraluan
Ini sudah melampaui batasnya
Aku akan akhiri
Biarkan aku melupakanmu
Biarkan aku pergi
Karena aku tidak mampu lagi melihat kenyataan ini
Terlalu sakit untuk ku
Aku pergi bukan untuk kembali lagi
Lupakan siapa aku di hatimu
-Kiuw-
****
"Jalan terbaik untukku
__ADS_1
Belum tentu terbaik untukmu"
-Tama***-