
Happy Reading!!!
😍😍😍😍
Tama tidak memperbolehkan, Kiuw pergi meninggalkannya dan sekarang mereka sedang berbaring di tempat tidur Tama, dengan menyandarkan kepala ke kepala tempat tidur.
"Qy, apa kamu ingin mendengar ceritaku?" tanya Tama pelan.
"Cerita apa?" Kiuw melihat Tama bingung.
"Aku ingin menceritan, apa yang ku alami setelah kamu meninggalkan aku."
"Tama, sudahlah, kamu Istirahat saja sekarang." Kiuw mencoba mencegah Tama.
"Qy, aku akan menceritakannya kepadamu sekarang, aku tidak mau kamu tahu cerita ini dariborang lain dan menyebabkan kesalah pahaman antara kita."
"Oke, baiklah."
Flasback on
Tama sudah mencoba membujuk Kiuw, sejak kejadian di apartemennya waktu itu. Tapi, Kiuw selalu menolaknya untuk bertemu dan mendengarkan penjelasan dari Tama. Tama, juga kaget setelah mendapat kabar bahwa, Kiuw sudah tidak lagi di Indonesia. Mendengar kabar itu, Tama langsung pergi ke rumah Kiuw. Tama samapai di depan pintu rumah Kiuw, dan langsung menekan bel yang ada di samping pintu.
Pintu terbuka dan Mama Kiuw yang bingung melihat Tama, seperti orang dikejar hantu.
"Tama kamu kenapa?" tanya Mama Kiuw yang bingung melihat Tama.
"Tan, Kiuw di mana? Apa benar dia sudah pergi? Dia pergi ke mana?" pertanyaan Tama secara beruntun.
"Kamu masuk dulu, nanti Tante jelaskan," ajak Mama Kiuw kepada Tama. Tama menurut saja ajakan Mama Kiuw, untuk masuk ke dalam rumah.
"Tan, mana Kiuw?" Tama kembali menanyakan Kiuw.
__ADS_1
"Tama, tenangkan dirimu dulu. Kiuw sudah berangkat tadi malam, kenapa dia tidak ijin sama kamu? Kalian ada masalah? Tante lihat beberapa hari ini, Kiuw kurang tidur, karena Tante lihat ada lingkaran di matanya."
"Iya, Tan, kita memiliki masalah. Maafkan aku Tante, maafkan aku," Tama tidak bisa lagi menahan perasaannya. Sehingga air mata yang tidak bisa dia tahan lagi.
Mama Kiuw, sangat kaget ketika Tama, malah menangis. Mau tidak mau, Mama Kiuw harus memenangkan Tama saat ini.
"Tama, Tante tidak tahu masalah apa yang kalian hadapi. Sekarang kalian sudah dewasa, pasti kalian bisa mencari jalan keluarnya. Kalau kamu mau cerita, Tante mau kok, mendengarkan cerita kamu."
"Maafkan Tama, maaf," hanya itu yang keluar dari mulut Tama.
*****
Sejak kejadian itu, Tama lebih sering mengurung diri dalam kamarnya dan itu membuat Mamanya jadi khuawatir. Mama Tama mencoba membujuk Tama untuk bercerita.
"Sayang, kenapa kamu hanya mengurung diri saja?" tanya Mamanya.
"Ma, apa aku selalu menyakiti Qy-ku, Ma?" tanya Tama pelan kepada Mamanya.
"Qy, pergi meninggalkan aku, Ma. Aku sudah menyakitinya lagi."
"Ceritakan kepada Mama, Mama tidak mengerti maksudnya?"
Tama menceritan apa yang telah terjadi dengan masala dia dan Kiuw. Mama Tamapun mengerti apa yang terjadi antara Tama dan Kiuw. Melihat kenyataan itu, Mama Tama jadi meresa tambah bersalah dengan keadaan Tama. Dengan menyesal, Mama Tama juga menceritakan apa yang terjadi kepada Tama, yang pernah menimpa kepada dirinya.
Sekarang Tama mengerti yang terjadi antara dirinya dan Kiuw. Tama menjadi tambah bersalah. Semenjak itu Tama terus kepikiran dan membuat potongan-potongan masa lalunya berputar di kepalanya. Tama merasa sakit di kepalanya dan berteriak kesakitan. Mama Tama sangat terkejut dengan keadaan Tama dan membawanya ke rumah sakit.
*****
Flash back off
"Kiuw, jadi maafkan aku. Semua yang terjadi antara kita, aku sungguh hanya ingin melindungimu. Soal kejadianku dengan Tasya, aku sungguh-sungguh sangat menyesal. Seharusnya aku membicarakan semuanya kepadamu, bukan malah mengambil tindakan sendiri. Aku menyesal Qy, aku sudah menerima ganjarannya. Kepergianmu jauh dari aku, itu adalah hukuman terberat untukku."
__ADS_1
"Mama sudah memberi peringatan kepada Tasya itu dan Mama sudah bilang kepadaku Tasya tidak akan menggangguku lagi," ucap Tama pelan.
"Maafkan aku, Qy," kata Tama, "aku janji akan selalu terbuka kepadamu. Apa kamu menerima ku kembali?"
"Tama, aku akan memaafkanmu. Aku tidak mau janjimu, sekarang yang aku butuhkan adalah bukti. Bukti dari semua kata-katamu. Aku tahu, aku juga egois di sini. Seharusnya aku mendengarkan penjelasanmu terlebih dahulu, bukan malah pergi begitu saja. Aku malah lari dari masalah yang sedang kita hadapi. Maafkan aku juga yah," ucap Kiuw sambil menunduk.
"Sekarang apa kamu mau memulainya lagi bersamaku?" Tama menatap ke wajah Kiuw.
"Apa perlu aku jawab? Apa hadirnya aku di sini beli m meyakinkan kamu?"
"Berarti kamu sudah memaafkan aku? Kita bisa bersama kembali?" Kiuw hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum kepada Tama. Tama sanagat senang dengan jawaban Kiuw dan langsung membawa Kiuw ke dalam pelukannya.
"Aku sangat mencintaimu, Qy."
"Aku juga," membalas pelukan yang diberikan Tama.
Tama yangbtadinya sakit, seketika rasa sakit yang dia rasakan hilang. Mungkin obat yang dibututuhkannya sudah berada di sisinya.
"Besok kita balik ke Indonesia, yah," ungkap Tama kepada Kiuw.
"Secepat itu?" Kiuw menjawab agak ragu.
"Aku sudah tidak sabar melamarmu dan memilikimu seutuhnya," Kiuw yang mendengar buawaban Tama, wajahnya menjadi memerah. Melihat wajah Kiuw yang memerah, Tama jadi gemas dan mencium bibir akiuw sekilas.
"Manis, tidak pernah berubah," ungkap Tama sambil memegang lembut bibir Kiuw dengan jempolnya.
*****
"Dirimu di hatiku sudah terlalu lama
I love You..."
__ADS_1
-Kiuw-