
Minggu ini Kiuw hanya tiduran saja di rumah, setelah kejadian kemaren sebenarnya masih jadi beban fikiran baginya. Kenapa Tama bisa lupa dengan dirinya dan kenangan yang pernah mereka ciptakan bersama? Kiuw berfikir yang tahu jawaban semua ini hanya Mama Tama, yaitu Tante Susan. Tapi samapai hari ini Tante Susan belum juga menghubunginya.
Tok... tok... tok...!
"Masuk! Tidak dikunci kok."
Mama Kiuw masuk ke kamar Kiuw, membelai puncak kepala Kiuw lembut dan duduk samping Kiuw. "Ada apa? Sepertinya anak Mama lagi berfikir keras? Ayok cerita sama Mama."
"Mama sebenarnya Qy lagi bingung Ma. Qy juga merasa bahagia, senang, dan Qy juga merasa sedih," jelasnya Kiuw ke Mamanya.
"Coba cerita sama Mama!" bujuk Mama Kiuw.
"Qy merasa bahagia sekali Ma, pas saat di sekolah Qy bertemu Tante Susan Mamanya Tama dan dia kelihatan sudah sangat berubah sama Qy. Dia kelihatan ramah sekali sama Qy, Qy senang sekali. Pas Qy tanya ada urusan apa Tante susan di sekolah? Dia jawab mau daftarin anaknya masuk sekolah sini dan anaknya itu adalah Tama yang kemaren Ma. Yang bikin Qy sedih adalah dia gak ingat sama sekali sama Qy dan wajahnya berubah sifatnya berubah. Kadang dia seperti Tama yang Qy kenal kadang dia seperti orang yang berbeda menurut Qy. Kemaren dia bilang suka sama Qy, Ma. Sama seperti satu tahun yang silam Ma, sifat Tama yang Qy kenal muncul pada dirinya. Ma Qy harus bagai mana?" ungkap Kiuw panjang lebar sama Mamanya, " yang tahu jawaban semua ini hanya Mamanya Tama, tapi dia belum ada nelfon Qy, Ma," sekarang Kiuw mulai menangis menjelaskan kepada Mamanya.
"Sayang, sabar dulu nanti pasti ada jawabanya." bujuk Mamanya lembut.
"Mama!" Kiuw memeluk Mamanya dan menangis dipelukan Mamanya.
"Maaf non! ada teman non menunggu dibawah." kata Bik Sumi di depan pintu kamar Kiuw.
"Siapa Bik...?"
"Katanya temannya Non, langsung liat saja ke bawah Non!"
"Oke! Makasih Bik!" Bik Sumi berlalu dari kamar Kiuw dan Kiuw turun ke bawah siapa gerangan temannya yang datang itu. Kiuw agak terkejut yang datang ternyata adalah Tama.
"Tama! ada apa kamu ke sini?" tanya Kiuw pas sudah berdiri dekat Tama duduk.
"Qy, apa aku gak boleh kesini Qy? Apa aku tidak boleh pergi ke rumah kekasih ku?" Tama balik tanya ke arah Kiuw.
"Bukan, bukan itu maksudku Tama. Tentu saja kamu boleh ke sini aku senang kok," ungkap Kiuw. Karena Kiuw takut Tama tersinggung dengan pertanyaannya tadi. "Kamu mau minum apa aku buatin."
"Boleh, tapi sesudah itu kamu siap-siap kita jalan-jalan untuk meresmikan hari jadian kita dan juga sebagai kencan pertama kita."
"Mamang perlu?"
"Perlu dong! Sana siap-siap aku tunggu di sini sekalian mau minta ijin sama Mama kamu."
Kiuw pergi ke dapur meminta tolong Bik Sumi bikinin minum buat Tama dan dia siap-siap mandi. Sepeninggalan Kiuw Mama Kiuw menghampiri Tama.
"Tama, mana Kiuw?" tanya Mama Kiuw
"He-eh tante Kiuw lagi siap-siap Tante. Ohya Tan, apa aku boleh ajak Qy pergi keluar jalan-jalan?" tanta Tama
__ADS_1
"Hkmmm... boleh saja, tapi pulangnya jangan malam-malam."
"Oke! makasih Tan."
"Tama, apa kamu gak ingat tante atau Qy?" tanya mama Kiuw hati-hati.
"Maksud tante apa? Apa kita pernah bertemu sebelumya?" Tama juga mencoba memastikan dengan kenyataan yang dilihat malam tadi.
"Oh... enggak! he-eh enggak usah difikirkan! Tante hanya halu."
"sebenarnya sih aku gak asing dengan suasana di rumah ini, tapi di mananya aku gak tahu Tan," jelas Tama agak menerawang suasana rumah Kiuw.
"Yah! sudah jangan difikirkan lagi," setelah Mama Kiuw bilang itu, Kiuw turun dari kamarnya menemui Tama.
"Tama!" panggil Kiuw. Tama menoleh ke arah Kiuw dan Tama terposana melihat penampilan Kiuw. Tiba-tiba saja kepalanya agak terasa sakit. "Duh... sambil megang kepalanya"
"Tama!" panggil Kiuw sambil berlari ke arah Tama. "Kamu tidak apa-apakan?" tanya Kiuw cemas melihat Tama memegang kepalanya sakit.
"Aku gak apa-apa kok Qy, hanya pusing sedikit." suara Tama pelan.
"Apanya yang gak apa-apa Tama, kamu itu sakit. Kita gak usah keluar hari ini, lain hari saja lagi. Aku gak mau liat kamu kesakitan seperti ini, Tama," ungkap Kiuw cemas melihat Tama memegang kepalanya. "Kamu istirahat saja dulu di kamar tamu, sini ku antar kamu untuk istirahat."
Tama yang diantar Kiuw ke kamar tamu untuk istirahat sementara waktu. Ketika Kiuw ingin mengambilkan air minum untuk Tama, tangan Kiuw dipegang oleh Tama. "Mau kemana? Di sini saja! Aku tak butuh apa-apa cukup kamu di sini saja."
"Qy, apa sebelumnya kita juga sedekat ini?" tanya Tama kepada Tama pelan.
"Entahlah Tama, aku belum dapat jawabannya untuk semua ini." desah Kiuw terasa berat.
"Kita pergi jalan lagi yuk!"
"Tama kamu belum sehat," Kiuw agak berteriak ke arah Tama.
"Sudah kok, aku sudah baikan sekarang. Karena obatku ada di sampingku yaitu kamu," ungkap Tama dengan seriusnya.
"Apaan sih gombal," pipi Kiuw menimbulkan efek merah karena malu.
"Udah yuk kita pergi jalan-jalan, aku sudah sehat kok percaya sama aku."
"Tapi... Tama!" Kiuw mencoba memberi alasan.
"Gak ada tapi-tapian Qy. Aku gak terima alasan, oke! Yuk kita jalan sekarang, " Tama langsung duduk dari tempat tidurnya.
"Kamu yakin tidak apa-apa?"
__ADS_1
"Khmmm... aku yakin."
Debatan demi demi debatan yang akhirnya keputusannya mereka tetap pergi jalan-jalan. Tama mengajak Kiuw kesebuah cafe yang begitu istimewa bernuansa romantis. Setelah samapai di dalam cafe Tama membawa Kiuw kemeja yang kosong dekat sudut ruangan dekat dinding kaca yang menghadap ketaman yang ada di dalam cafe. Tidak lama setelah itu datanglah seorang cowok pekerja di Kafe itu membawa daftat menu dan mencatat pesanan mereka.
"Qy, kamu mau pesan apa?" saat ini Qy masih melihat daftar menu.
"Hkmm... aku mie seefood aja deh kayaknya Tama dan minuman nya Jus stroberry tambah air mineral yah," jawab Kiuw.
"Aku samain ajha sama dia mas," kata Tama pada pelayaan laki-laki yang mencatat pesanan Kiuw.
"Kamu benar sudah baikan Tama?" tanya Kiuw setelah pelayan Kafe tadi pergi.
"Iya Qy, aku sudah baikan percaya sama aku deh," Tama terus meyakinkan Kiuw.
Tidak lama setelah itu pelayan cafe datang membawa makanan pesanan mereka. Tama dan Kiuw makan dengan tenang tanpa suara keculi suara sendoknya. Tama terus melihat Kiuw sedang makan, membuat Kiuw jadi salah tingkah.
"Ada apasih liat aku terus, akukan jadi malu," keluh Kiuw pada Tama yang menatapnya intens.
"Enggak apa-apa kok Qy, aku hanya ingin melihatmu saja. Sepertinya ada yang hilang saja dari diriku," ungkap Tama sendu.
"Kenapa kamu berfikir seperti itu?"
"Entahlah Qy, aku merasakan ini. Sejak aku mengalami kecalakan setahun yang lalu, tapi setelah aku dekat denganmu, rasanya kekurangan dalam diriku sudah lengkap," jelas Tama.
"Maksudmu kecelakaan bagai mana?"
"Aku tidak tahu cerita pastinya, yang jelas aku sudah dirumah sakit saat ku bangun," jawab Tama sambil tersenyum miris.
"Maafkan aku," jawab Kiyw penuh sesal.
"Untuk apa?"
"Bertanya hal yang membuat mu merasa sedih."
"Enggak apa-apa kok. Qy, kamu tahu gak kalau kamu lucu seperti little cat."
"Enggak tahu, tapi masa iya aku seperti itu?"
"Hkmmmm... iya, tapi aku suka.
Selesai makan mereka duduk sebentar dicafe sambil cerita, Tama membayar makanan mereka tadi kekasir dan pergi dari kafe.
****
__ADS_1