Mencintaimu Satu

Mencintaimu Satu
14. Kisah Kita


__ADS_3

Pagi masih terlihat gelap, karena hujan menguyuri bumi hari ini. Tama dan Kiuw semakin merapatkan pelukannya untuk mencari kehangatan masing-masing. Gerakan-gerakan kecil Kiuw membuat Tama terusik dan membuka matanya.


"Terima kasih kamu masih di sini untukku," ungkap Tama pelan, sambil mengusap wajah Kiuw yang masih terlelap.


"Aku tidak mengerti dengan diriku, hatiku tidak ingin kamu pergi dari hidupku, tapi sebagian diriku ingin memiliki selain dirimu. Maafkan aku, aku akan mencoba untuk mengingat yang pernah kita lewati dulu," Tama terus bicara sendiri dengan Kiuw yang masih tertidur.


Tama beranjak dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi. Saat Tama selesai mandi Tama masih melihat Kiuw tidur dengan nyenyak. Tama melangkah kemeja makan, Tama melihat Mamanya sedang duduk di depan tv.


"Siang Ma," sapanya ketika melewati Mamanya.


"Qy mana?" tanya Mamanya.


"Masih tidur Ma, aku mau ambil makan untuk dia."


"Kamu enggak apa-apain dia kan?"


"Maksud Mama apa?" tanya Tama bingung.


"Ya, mana tahu kamu nyakitin Qy lagi."


"Enggaklah Ma. Aku sudah susah bujuk dia maafin aku, masa aku sakitin dia. Enggak mungkinkan," jelas Tama pura-pura tersinggung. "Aku mau ke belakang dulu, malas berdebat sama Mama."


"Dasar anak, bukan berterima kasih. Malah kesal sama Mamanya," Mama Tama pura-pura cemberut.


"Eh, aku lupa Ma," Tama langsung memeluk Mamanya.


"Kamu ini badan saja yang besar, tapi fikiran masih seperti anak kecil," ejek Mamanya.


"Ya sudah, aku mau ambil makanan untuk Qy dulu," Tama meninggalkan Mamanya.


"Jaga dia baik-baik."


"Pastinya Ma," terus berjalan ke kamarnya di mana Kiuw berada.


Saat Tama masuk ke kamarnya, dia masih melihat Kiuw masih tertidur. Tama menghampiri Kiuw dan memberikan kecupan dan dikening, tapi tergoda dengan bibir Kiuw. Sehingga tanpa sadar dia langsung melumat bibir Kiuw.


"Mmmm...!" Kiuw merasa tidurnya terganggu, sehingga Kiuw membuaka matanya. Yang dia dapatkan ketika matanya adalah wajah Tama yang sedang melumat bibirnya. Kiuw namapak terkejut dengan apa yang dilihatnya.


"Tama," ketika ciuman mereka terlepas.

__ADS_1


"Apa?" jawab Tama yang belum menjauhkan wajahnya dari wajah Kiuw.


"Kenapa kamu menciumku tanpa seijin aku?"


"Kenapa harus minta ijin?" tanya Tama pura-pura bingung.


"Karena aku tidak suka."


"Biarin saja kamu tidak suka, kerena bibir ini adalah milikku. Tidak akan ku biarkan orang lain merasakan betapa manisnya bibir ini," sambil menunjuk bibir Kiuw.


"Dasar tukang gombal."


"Biarin. Sekarang kamu bangun dan mari kita makan dulu. Aku juga tidak mau kamu sakit karena kelaparan.


"Minggir kamu! Bagaima aku mau beranjak dari sini. Jika, kamu masih di atas tubuhku," Tama berdiri dan langsung melangkah ke arah jendela kaca. Sedangkan Kiuw langsung ke kamar mandi.


Saat Kiuw sudah keluar dari kamar mandi, Kiuw sudah melihat Tama sudah duduk disofa yang ada di kamar itu. Makanan sudah tertata rapi di depannya.


"Yuk kita makan," ajak Tama yang masih melihat Kiuw masih berdiri di depan pintu kamar mandi. Kiuw melangkah ke arah Tama dan duduk di samping Tama.


Selesai makan Tama dan Kiuw, sedang menonton tv di ruang keluarga. Tiba-tiba Mama Tama menghampiri mereka.


"Mama jangan mulai deh," kata Tama cemberut.


"Mulai kenapa?"


"Ma aku...."


"Kita sudah baikan kok Ma, tapi kalau Tama mengulanginya lagi. Mungkin aku tidak akan semudah ini untuk memaafkannya," Kiuw memotong perkataan Tama.


"Wow, Mama mendukung sekali caramu memaafkan Tama, Qy. Jadi, dia tidak sembarangan lagi bertindak."


"Kok Mama belain Qy sih," keluh Tama kepada Mamanya.


"Jelaslah, kan kamu yang salah," kali Tama tidak menjawab lagi, karena dia tahu kalau dia yang salah.


*****


Demi mendapatkan kepercayaan Kiuw lagi, Tama mencoba lagi untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuatnya. Tama sekarang tidak lagi tebar pesona sama semua cewek dan Tama juga tidak ikut keluar malam lagi untuk sekedar balab liar.

__ADS_1


"Qy, nanti pulang sekolah kita jalan-jalan yuk!" ajak Tama ketika jam sekolah hampir berakhir.


"Oke!"


*****


***Aku akan berubah demi kamu


Dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama


Karena aku takut kehilangan dirimu


Entah kenapa ketika kamu menjauhiku


Hatiku memberontak untuk mempertahankan kamu


Jangan lepaskan!


Jangan biarkan!


Meski aku tahu telah mengecewakanmu


Aku merasa telah menipu diriku sendiri


Sehingga aku tidak merasakan cinta yang pernah hadir


Aku telah dibutakan dengan keegoisanku sendiri


Sehingga aku menyianyiakan dirimu


Sekarang aku mencoba membenah diriku


Dan mencoba merasakan teriakan hatiku


Tapi hatiku sangat kosong


Kisah kita masih tersimpan dilubuk hatiku


Aku berjanji padamu akan mencoba memperbaiki kesalahan yang berlalu***

__ADS_1


*****


__ADS_2