Mencintaimu Satu

Mencintaimu Satu
8. Gosip-gosip


__ADS_3

Di kelas sebelum jam pelajaran dimulai nampak teman sekelas Kiuw lagi ngumpul dimeja tempat dia duduk.


"Ada apa nih pada rame di sini," ketika dia sudah duduk dikursinya di samping Erika.


"Ada apa-apa kok Kiuw, cuman ada gosip panas nih," ungkap Erika memandang keteman-temannya.


"Apa itu? pagi-pagi sudah ngegosip."


"Lo tahu gak Kiuw Si Tama dia ditarki Tasya tadi, dari pakiran samapai kantin. Mereka kelihatanya serasi dan Tama pun todak menolak ajakan Tasya. Dari kabar-kabar yang beredar bahwa mereka pacaran dan akan pergi kencan sore ini," jelas teman sekelas Kiuw.


"Memang kalian tahu dari mana?" tanya Kiuw menyelidik.


"Tahu dari Tasya sendiri, karena dia yang bilang sama teman-teman yang ada dikantin kalau mereka pacaran," jelasnya lagi dengan polosnya.


"Oh-ya baguslah kalau begitu yah!" jawab Kiuw agak Kikuk.


Erika yang melihat perubahan Kiuw. "Jangan-jangan Si Tasya cewek songong itu hanya bohong," bantah Erika.


"Gue rasa tidak karena pas dia ungkapin itu semua, Tama juga ada di sana. Kalau lo tidak percaya tanya langsung ke sana."


"Idih amit-amit gue lihat muka dia," jawab Erika.


"Kalo lo gak mau ya, sudah gue juga gak maksa kok."


Setelah itu bel tanda jam pelajaran dimulai berbunyi semua siswa-siswi yang di luar masuk dalam kelas termasuk Tama. Tama tersenyum kepada Kiuw, sedangkan Kiuw hanya tersenyumn tipis saja lebih tipis dari kertas.


Di kelas saat penggantian mata pelajaran Tama mencoba memanggil Kiuw tapi Kiuw hanya diam saja tidak menghiraukan Tama sama sekali.


"Ada apakah? kok jadi aneh gini?" Tama hanya bertanya-tanya dalam hati saat ini. Tama mencoba memanggil Kiuw lagi, tetap sama dengan yang sebelumnya Kiuw tetap mengacuhkan Tama. Sampai jam istirahatpun Kiuw tetap mengacuhkan Tama.


Saat di kantin Tama mencari keberadaan Kiuw. Tama melihat sosok yang dicari tadi nampak sedang fokus menikmati makanannya. Tama melangkah mau pergi ke tempat Kiuw, tapi ada orang yang mencegat tangan Tama dari belakang. Ternyata orang itu adalah Tasya.


"Oh my god! mimpi apa aku semalam. Sehingga ketemu nenek lampir terus. Aghhhh...!" Tama hanya mengumpat dalam hatinya.


"Tama kamu mau ke mana?" tanya Tasya sok manja ke arah Tama.


"Mau makan lah masa mau boker!" jawab Tama kesal.


"Iiihh...! kamu kok gitu," sambil begelantungan ditangan Tama.


Sejak dari tadi Kiuw memperhatikan Tama dan Tasya. Saat mata mereka vertemu, Kiuw kembali membuang muka ke arah lain. Lalu beranjak pergi dari kantin mengajak sahabat-sahabatnya.


Tasya yang melihat Kiuw pergi dari kantin, Tasya hanya tersenyum tipis saja melihatnya. " Yuk Tama kita makan dimeja yang kosong," ajak Tasya.


"Hemmm...!" Tama hanya mendaham saja.


*****


Saat jam pulang sekolahpun Kiuw berusaha tidak memperdulikan Tama. Dia cepat-cepat mengajak temannya keluar dari kelas menuju pakiran di mana mobilnya berada. Tapi, sampai di pakiran ternyata Tama sudah berdiri dekat mobilnya.


"Qy, kamu kenapa acuhkan aku hari ini?" tanya Tama.


"Kenapa? aku juga tidak tahu kenapa."


"Qy, beri aku penjelasan."


"Sudahlah Tama, untuk kali ini aku pengen sendiri," berlalu dari hadapan Tamabdan masuk dalam mobilnya. Kiuw langsung menghidupkan mesin mobilnya dan meninggalkan sekolah. Tak jauh dari pakiran ada orang yang tersenyum senang melihat pertengkaran Kiuw dan Tama.


Kiuw mengantarkan sahabatnya ke rumahnya masing-masing. Saat diperjalanan pulang tiba-tiba saja ada yang mencegat mobilnya. Kiuw sangat terkejut saat itu disangkanya itu adalah begal. Eh, ternyata tidak rupanya Tasya yang melakukan itu.

__ADS_1


Kiuw turun dari mobilnya menghampiri Tasya yang tampak berdiri angkuh dengan senyum kasnya dia.


"Apa maksud mu menghalangi jalan orang?" tanya Kiuw ketika sudah di dekat Tasya.


"Huh! maksud gue?" dia berpuru-pura mikir. "Maksud gue cuman kasih tahu sama lo," sambil nunjuk-nujuk Kiuw.


"Jangan pernah lo dekatin lagi Tama. Karena Tama milik gue. Ngerti!!!"


"Sejak kapan Tama jadi milik lo!"


"Mulai hari ini dia milik gue, karena dia sudah jadi pacar gue. Asal lo tahu gue sama Tama akan pergi kencan sama dia sore ini. Jadi, lo jangan lagi berharap lebih dari Tama mulai sekarang."


"Satu lagi lo tidak ada artinya bagi Tama. Jadi, lo jangan kege-ran tak jelas. Jijik gue!" dengan senyum yang mengejek Tasya pergi dari situ meninggalkan Kiuw.


"Apa benar Tama begitu? Apa kata-kata cintanya yang dia ungkap pada ku hanya kebohongan belaka? Tama yang lama kembali lagi," lirih Kiuw dalam hati.


Saat Kiuw sibuk dengan fikirannya tiba-tiba handponenya berbunyi. Membuat Kiuw keluar dari fikirannya.


"Hallo ini siapa?" tanya Kiuw sama orang yang di seberang karena yang menelfon belum tersimpan diponselnya.


"Kiuw! ini Tante Sinta. Ingat kah?"


"Iya Tante, Kiuw ingat. Apa kabar Tante?"


"Kabar Tante baik kok Kiuw. Apa kamu sibuk Kiuw?"


"Tidak tante. Kiue mau pulang ke rumah. Ada apa Tante?"


"Ada yang mau Tante bicarakan sama kamu berdua. Bisa kamu datang ke kafe Mutiara Kiuw?" tanya Sinta penuh harap.


"Hkmmmm... bisa Tante, sebentar lagi Kiuw samapai di sana."


*****


Saat Kiuw sudah sampai di kafe yang dijanjikan tadi. Kiuw mencari keberadaan Sinta, tapi dia tidak menemukan keberadaan Sinta. Saat dia merasa kebingungan datang orang berseragam rapi sepertinya pegawai kafe tersebut.


"Maaf Mbak, orang yang Mbak cari berada di ruangan VIP. Mari saya antar Mbak kesana," Kiuw hanya mengangguk saja mengikuti pegawai tersebut ke tempat di mana Mama Tama berada.


Ketika sudah sampai di sebuah ruangan yang cukup nyaman sekali. Kiuw sudah disambut dengan senyuman oleh Sinta.


"Terima kasih," ucapa Susan kepada orang yang mengantar Kiuw tadi. Orang itu hanya mengangguk dan pergi meninggalkan Kiuw dan Sinta di sana. "Kenapa kamu masih berdiri disana sayang ayo duduk."


Kiuw hanya mengangguk dan duduk di samping Sinta. Ternyata dari dalam sini kita bisa bebas melihat orang yang di luar. Dengan sofa yang memanjang meja di depannya membuat tempat ini nyaman kalo untuk privat.


"Tante sudah memesan makanannya untuk kamu. Kamu pasti lapar baru pulang sekolah sudah langsung ke sini," kata Sinta membuka pembicaraan.


"Tidak apa-apa kok Tan! aku senang ketemu Tante," sambil tersenyum. Ada orang yang mengetuk pintu dan masuk membawa makanan.


"Kiuw kita makan dulu ya, setelah itu Tante mau bicara sama kamu," Kiuw hanya mengangguk saja tanda setuju.


Sinta dan Kiuw menikmati makanannya dengan tenang. Tiga puluh menit mereka sudah mengabiskan makannya.


"Tan, Qy mau nanya. Kenapa wajah Tama berbeda dan dia juga tidak ingat Qy? apa dia orang lain? kalau dia orang lain kok Qy merasa dekat sama dia?" Kiuw mengungkapkan semua yang menganjal dalam hatinya.


"Kiuw maafkan Tante. Tante telah memisahkan kalian, Tante telah dibutakan dengan harta, sehingga Tante tega memisahkan kalian. Padahal Tante, tahu Kiuw berubah lebih baik ketika setelah bertemu kamu, tapi Tante malah tega menghina kamu," ungkap Sinta penuh penyesalan.


"Tan, sudah itu sudah berlalu aku sudah memafkan Tante. Sebelum Tante minta maaf sam Qy dan sekarang Qy senang Tante kembali. Ceritakan Tante, kenapa Tama tidak kenal Qy?"


"Ini karma buat Tante, Kiuw. Tama sebenarnya masih sangat mencintai kamu sampai sekarang ini Kiuw. Dia seperti itu karena sebuah kecelakaan yang menipanya. Saat pertunangannya diadakan sama anak teman rekan bisnis Tante diadakan. Tama secara tak sengaja mendengar perkataan Tante sama Om dan dia langsung membatalkan pertungannya. Bahwa Tentelah yang membuat kalian bertengkar dengan membuat skenario perselingkuhanmu. Tama pergi dengan rasa kecewa, dia mengendarai motornya dengan kecepatan di atas rata-rata. Menjelang pagi tante menerima telfon dari rumah sakit bahwa Tama kecelakaan. Kamu tahu Kiuw, kecelakaan itu membuat muka Tama hancur dan untung matanya tidak apa-apa. Yang mengejutkan lainnya bahwa Tama hilang ingatan," Sinta tidak dapat membendug air matanya lagi.

__ADS_1


"Sebelum koma beberapa hari paska kecelakaan Tama selalu memanggil namamu dan minta maaf. Membuat Tante tambah merasa bersalah. Kiuw, maafkan tante. Tolong tante mengembalikan ingatan Tama. Tante mohon sama kamu Kiuw. Mungkin ini memang egois, tapi Tante tidak tahu harus minta tolong sama siapa lagi. Tiap malam Tante merasa bersalah dengan apa yang terjadi dan mengutuk diri Tante."


"Tante mohon Kiuw, tolong Tama. Sekarang dia sangat suka keluar malam pergi balab liar dan bertaruh. Tama tidak bisa dihentikan dengan apapun. Tante sudah mencobanya saat kami masih di luar Negeri kemaren." jelas Sinta panjang lebar.


"Maksud Tante, Tama hanya ingat ketika dia belum ketemu Qy. Berati dia sekarang?" kita menggantung ucapannya.


"Iya dia sekarang suka hura-hura, suka gonta-ganti pasangan dan keluyuran tak tentu," selesai Sinta bicara seperti itu. Sinta menangkap sosok Tama yang masuk sama seorang cewek. Cewek itu nampak manja sama Tama dan terkesan kecentilan. "Seperti sekarang ini Kiuw, coba kamu lihat arah keluar sekarang!"


"Tama," ucap Kiuw lirih.


"Tante mohon sama kamu Kiuw, bantu Tante mengembalikan ingatan Tama. Tante mohon!"


"Baiklah Tante," jawab Kiuw mwnyetujui permintaan Sinta.


"Kiuw sekarang kamu pergilah ke tempat Tama."


"Tapi Tante,"


"Kiuw, kamu pulang bareng Tama saja soal mobilmu biar Tante yang urus. Oh-ya mulai sekarang jangan panggil Tante lagi. Panggil Mama biar sama seperti Tama."


"Baiklah Tante eh... Mama." Sinta tersenyum mendengar Kiuw memanggilnya dengan sebutan Mama.


Kiuw keluar dari ruangan VIP menuju kemeja Tama sama seorang cewek. "Tama!" panggil Kiuw ketika sudah betada dekat dengan Tama.


"Qy!" ucapa Tama terkejut.


"Kamu ngapain sama dia? Kok pegang-pegangan tangan?" tanya Kiuw menyelidik.


"Qy, aku bisa jelasin," Tama mencoba memberi Kiuw alasan.


"Apa?"


"Aku sama Tasya tidak ada apa-apa Qy, aku... aku... hanya berteman," ungkap Tama. Tasya yang mendengar itu napak tidak terima dengan penjelasan Tama.


"Tama apa yang kamu maksud kalau kita hanya berteman," protes Tasya.


"Tasya pliese! aku tidak pernah bilang cinta sama kamu."


"Tama kamu sudah nyakitin aku. Aku tidak terima diginiin."


"Sudah, sudah kalian tidak perlu bertengkar lagi. Tama selesain masalahmu dengan dia," Kiuw pergi dari hadapan Tama.


"Qy! Qy! Qy!" panggil Tama, tapi tidak diperdulikan Kiuw. Tama berniat mengejar Kiuw, tapi dicegat Tasya.


"Tama! kamu mau ke mana?"


"Aku harus ngejar Qy, Tasya. Kamu pulang naik ojek aja ya," kata Tama mengbil uang di kantongnya buru-buru. Tapi dia tidak menyadari uang yang dia kasih ke Tasya adalah uang lima ribuan. Lalu Tama berlari mengejar Kiuw yang sudah keluar dari kafe.


Tasya yang melihat kejadian itu sangat kesal dan marah. Tasya merasa dirinya sangat terhina karena Tama lebih memilih Kiuw dari pada dia.


"Awas saja kalian. Kiuw aku tidak akan pernah membiarkan kamu memiliki Tama," batin Tasya penuh amarah dalam hatinya.


*****


"Mengejarnya dan memilikimu


Hanya untukku


Tidak akan ku biarkan orang lain memilikimu."

__ADS_1


-Tasya-


__ADS_2