
Malam hari..
Sang ibu menghampiri Arthur yang sedang bersantai dengan Aulia diruang tv
"Arthur..Mami perlu bicara sebentar denganmu."Sahut ibunya dengan tatapan serius
Arthur pun menoleh
"Iya..Kau nonton lah dulu."Jawab Arthur langsung bangkit dan bicara pada Aulia
Aulia hanya mengangguk sambil tersenyum
Sang ibu pun keluar rumah dan duduk di teras rumah.Arthur pun mengikutinya dari belakang
"Ada apa mi?"Tanya Arthur
"Apa kau benar benar serius menjadikan gadis itu sebagai istri sah mu??"Tanya sang ibu langsung membahas hubungan Arthur dan Aulia
"Memangnya mami lihat,aku sedang bercanda??Apakah sebuah pernikahan bisa dilakukan dengan bercanda?"Tanya Arthur balik
__ADS_1
"Iya..Tapi kenapa harus Aulia??Dan kenapa juga kau harus mengikuti keyakinannya??Jika hanya untuk bertanggung jawab,kau tidak harus mengikutinya.."Tanya ibunya lagi dan menegaskan
"Karna dia satu satunya yang bersabar menghadapi sikap ku selama ini..Dia memiliki hati yang tulus."Jawab Arthur
"Dan apa kau serius dengan keyakinannya??Sebuah keyakinan tidak bisa dipermainkan Arthur..Jangan coba mempermainkan nya..Jika bukan dari hatimu sendiri."Ujar ibunya
"Aku serius mi..Aku juga tidak main main dengan keyakinan yang ku jalani sekarang..Tolong berhenti mencampuri rumah tangga ku..Cukup untuk terakhir kalinya mami melibatkan diri mami dengan pernikahan ku..Aku tidak ingin kehilangan wanita yang kucintai untuk kedua kalinya karna sikapmu yang selalu mengatur dan selalu ikut campur.."Jelas Arthur dengan tegas dan beranjak meninggalkan ibunya
Namun..
"Aulia tidak seperti yang kau nilai sama dengan wanita lain..Dia berbeda..Dia tidak pernah mengeluh sedikit pun dengan sikap ku selama ini yang selalu mengabaikannya..Dia justru sangat bersabar,karna dia memang benar benar tulus menerima ku..Bukan karna materi yang selalu mami nilai selama ini.."Ujar Arthur dengan tegas dan langsung masuk kedalam rumahnya
Seperti sikapnya dulu terhadap mendiang istri Arthur.Terlalu mencampuri urusan rumah tangga Arthur dan banyak mengatur.Membuat Teresia mengalami stres yang berat hingga ia mengalami keguguran dan pendarahan hebat.Yang membuat nyawanya tak tertolong lagi
Sejenak sang ibu merenungkan sikapnya yang dahulu memang sangat keterlaluan.Dan kini ia juga merasa akan bersikap sama dengan apa yang ia lakukan terhadap dulu pada Teresia
Back..
Beberapa bulan yang lalu...
__ADS_1
Disaat Teresia masih hidup dan sang ibu tinggal bersamanya
"Teresia..Kamu ini bagaimana sih??Lantai itu masih kotor..Kenapa tidak di pel bersih??"Tanya sang ibu menghampiri Teresia yang sedang istirahat sejenak
"Tapi mi..Aku sudah mengepelnya tadi.."Jawab Teresia sedikit lemah
"Tapi itu masih kotor..Ayo..Pel lagi."Perintah ibu mertuanya
"Iya..Nanti aku akan kerjakan mi..Aku mau istirahat sebentar..Aku sangat lelah.."Jawab Teresia
"Jangan begitu..Tidak boleh menunda pekerjaan..Lagi pula,hamil itu jangan dibawa manja..Nanti kamu akan semakin malas..Orang hamil harus banyak bergerak.."Ujar ibu Arthur tetap menyuruh Teresia
"Tapi sebenarnya aku harus banyak istirahat mi..Harus bed rest..Kandungan ku sedikit lemah.."Jelas Teresia memohon
"Itu hanya perkataan dokter saja..Dulu mami tidak pernah begitu..Ayo cepat..Mami tidak bisa melihat lantai kotor..Setelah ini tolong buatkan mami cemilan ya..Mami iseng.."Sahut ibunya yang tetap memaksa Teresia melakukan pekerjaannya
Dengan berat hati Teresia pun menuruti perintah ibu mertuanya yang sama sekali tidak memikirkan keadaannya
🍂🍂🍂🍂🍂
__ADS_1