
"Karna itu kau menawarkan pekerjaan padanya?"Tanya Alena memastikan lagi
"Seperti yang kujelaskan tadi."Jawab Andrey
"Sepertinya kau mulai tergila gila padanya??"Tanya Alena
"Bukan tergila gila,tapi ini bentuk kepedulian ku..Aku memang menyukainya tapi aku tidak akan memaksa dia untuk menyukaiku..Walau ia tidak mengetahui perasaan ku padanya,tapi setidaknya ia bisa menyadari setiap perhatian yang kuberikan padanya.."Jelas Andrey
"Tapi kenapa harus dia??Kau hanya beberapa kali bertemu dengannya,tapi kau sudah begitu yakin bahwa dia orang yang bisa membuka pintu hatimu.."Ujar Alena sedikit protes
"Kenapa tidak??Menyukai seseorang secara spontan,itu tidak bisa direncanakan..Kau ingin aku menyukai orang lain,tapi dihati ku tidak apa kau pikir itu bisa dipaksakan??"Ujar Andrey dengan tegas
Seketika membuat Alena terdiam dan mengalihkan pandangannya
"Kenapa kau begitu mencampuri urusanku??Dengan siapa aku menyukai,kurasa bukan hakmu untuk mencampuri urusanku..Kau seperti sedang melakukan protes,seolah kau tidak terima jika aku menyukai Aulia."Ujar Andrey dengan tegas
Alena pun mendengus kesal dan menatap tajam kearah Andrey.Perasaannya pun kini marah dengan jawaban Andrey
"Aku harus pergi..Terima kasih sudah menyempatkan waktumu untuk bertemu.."Jawab Alena langsung beranjak bangkit dan pergi
Andrey pun menatap heran dengan sikap Alena,yang hanya bisa menggelengkan kepalanya
Sesaat Andrey pun memperhatikan Aulia dari kejauhan yang sedang melayani pesanan pelanggan
__ADS_1
Sore harinya..
Aulia pulang lebih awal,karna ia tidak lagi harus bekerja lembur.Dan kali ini ia pulang sendiri,sebab Andrey sedang ada urusan dan pulang lebih dulu
Aulia pun pulang dengan menaiki ojek yang tempat mangkalnya tak jauh dari tempat ia bekerja
Diperjalanan,dengan keadaan lampu merah berhenti.Tanpa sengaja Arthur yang sedang dalam perjalanan pulang,melihat Aulia yang juga sedang dalam perjalanan pulang
Arthur pun menatap Aulia dengan serius dari dalam mobilnya
Hari ini dia pulang naik ojek???Batin Arthur bertanya dalam hati
Saat lampu merah berganti dengan lampu hijau,ojek yang dinaiki Aulia pun kembali melaju
Dan Arthur pun mengikutinya dari belakang tanpa Aulia mengetahuinya
Aulia pun turun dari ojek tersebut dan menghampiri si tukang martabak dan membeli martabak
Mobil Arthur pun berhenti dan memperhatikan Aulia dari kejauhan.Arthur tak menyadari jika dirinya sedang mengawasi Aulia
Arthur pun menatap dengan penuh kecurigaan
Untuk siapa dia membeli makanan itu??Batin Arthur dengan perasaan curiga
__ADS_1
Beberapa menit kemudian,Setelah membeli martabak Aulia pun kembali menaiki ojek dan langsung menuju pulang kerumah
Arthur tetap mengikutinya dari belakang sampai kerumah
Aulia yang lebih dulu memasuki,disusul oleh Arthur.Yang membuat Aulia terkejut
"Kakak."Sahut Aulia dengan reaksi terkejut
Arthur hanya diam menatap dingin kearah Aulia
"Eh...Apa kakak mau martabak??Aku baru beli tadi sekalian lewat.."Ujar Aulia menawarkan martabak tersebut pada Arthur
Arthur hanya mengangguk dan pergi menuju kamarnya
Aulia hanya menatap bingung
Ia pun bergegas kedapur,menyiapkan martabak tersebut dan membuatkan teh untuknya
Setelah selesai,Aulia menyajikannya diatasi meja makan.Dan tak berapa lama Arthur pun keluar dari kamarnya ,menghampiri meja makan.Sesaat ia memperhatikan martabak tersebut dengan tampilan yang menggugah selera dan segelas teh panas
"Ini makanan yang kau beli??"Tanya Arthur dengan datar
"Iya kak..Ini makanan yang paling enak..Kakak boleh mencobanya..Aku pergi mandi dulu.."Jawab Aulia dan bergegas menuju kamarnya
__ADS_1
"Tunggu."Panggil Arthur menahan langkah Aulia
......................