
Keesokan harinya..
Ketika Arthur dan keluarganya sedang menikmati sarapan pagi.Tiba tiba terdengar suara ketukan pintu
Alena yang seakan tahu siapa yang datang,langsung beranjak bangkit
"Biar aku saja..Berarti sudah datang."Ujar Alena
"Memangnya siapa yang datang?"Tanya ibunya
"Nanti kau juga akan tahu mi."Jawab Alena langsung menuju pintu untuk membukakan pintu tersebut
Dan tak berapa lama Alena kembali bersama seseorang wanita paruh baya dengan penampilan sederhana
"Dia sudah datang."Sahut Alena pada Arthur
Sang ibu menatap heran dengan wanita asing yang bersama Alena,begitu juga dengan Aulia
"Siapa dia Alena?"Tanya ibunya terheran
__ADS_1
"Wanita ini adalah asisten rumah tangga kita sekarang..Yang akan mengerjakan semua pekerjaan rumah..Jadi Aulia,kamu tidak usah capek capek mengerjakan pekerjaan rumah lagi ya..Dan bibi silakan ke dapur dulu ya.."Jawab Alena menjelaskan
Sontak membuat Aulia dan ibu mertuanya terkejut,karna mereka tak mengetahui rencana Alena .Arthur yang sudah mengetahui,justru hanya diam dan membiarkan Alena yang berbicara
"Kenapa tiba tiba memakai asisten rumah tangga?"Tanya ibunya pada Alena
"Soal itu aku tidak ikut campur..Karna ini keputusan anakmu mi..Arthur.."Jawab Alena dengan santai nya
Sang ibu pun menoleh kearah Arthur
"Arthur..Bisa kau jelaskan??"Tanya ibunya
"Kelelahan apa??Itu sudah menjadi tugasnya sebagai istri..Jika dia tidak mengerjakan pekerjaan rumah,lalu apa yang harus dia lakukan??Kau jangan terlalu memanjakan istrimu..Biarkan Aulia belajar melakukan tanggung jawabnya sebagai istri."Ujar ibunya dengan tegas
"Tugas istriku hanya melayaniku..Bukan melakukan semua atas perintah mu..Sudah berapa kali aku mengingatkan mu,untuk jangan mempersulit Aulia..Kau terlalu membebaninya dengan semua aturan mu mi.."Jawab Arthur dengan tegas juga
"Aulia..Apakah aku membebanimu dengan aturan yang ku berikan??Apakah kau merasa keberatan dengan semua aturan mami??"Tanya ibu Arthur langsung pada Aulia
Membuat Aulia terkejut dan takut dengan kepala menunduk
__ADS_1
"Tidak mi..Aku tidak merasa keberatan..Kak..Mami sama sekali tidak membebaniku."Jawab Aulia menggelengkan kepala sambil menatap Arthur
"Kau dengar??Dia sama sekali tidak keberatan..Aku justru mendisplinkan dia agar dia bisa menjadi istri yang bertanggung jawab."Jawab sang ibu membela dirinya
"Berhenti bersikap seolah kau lebih berhak mengatur Aulia mi..Dirumah ini hanya aku yang berhak atas Aulia..!!"Sentak Arthur mulai kesal
"Kakak.."Seru Aulia pada Arthur
"Tapi aku adalah ibu mertuanya..Yang berhak mengajarkan menantunya untuk menjadi menantu yang baik..Kalian benar benar keterlaluan.."Jawab ibu Arthur langsung meninggalkan meja makan
Aulia pun merasa tidak enak hati dengan perseteruan Arthur dengan ibunya.Menganggap dirinya adalah penyebab keributan mereka
"Aulia..Jangan pikirkan ..Aku akan menenangkan mami..Oke.."Jawab Alena langsung bangkit menyusul ibunya
"Kakak..Kenapa harus bersikap begitu pada mami..Kasian mami kak.."Ucap Aulia
"Kau tidak perlu pikirkan sikap mami tadi..Aku yang tahu sifatnya seperti apa..Aku tidak mau karna sikapnya terulang kembali seperti dulu..Dan membuatmu merasa tertekan..Aku justru ingin membuatnya sadar,dan berhenti memperlakukan mu seperti musuh..Apa kau paham maksudku?"Jelas Arthur panjang lebar
Aulia pun hanya bisa mengangguk mengikuti ucapan Arthur
__ADS_1
πΌπΌπΌ