
Aulia menenggelamkan wajahnya dalam selimut.Dan seketika air matanya menetes,tak kuat menahan rasa sedihnya.Lagi lagi ia harus menelan kekecewaan dengan sikap Arthur yang sama sekali tidak ada tanggapan untuknya
Seharusnya aku tidak ikut bersamanya kembali kesini..Dia memang tidak memiliki perasaan apa pun padaku..Batin Aulia menangis dalam hatinya
Arthur masih duduk terdiam dan menunduk.Dan masih tak berbicara sedikit pun pada Aulia.Sesaat ia pun menarik nafas panjang nya dan beranjak bangkit
Dan langsung menarik selimut yang dipakai Aulia untuk menutupi semua dirinya.Seketika Aulia terkejut dan menoleh dengan raut wajah yang sudah meneteskan air matanya
Arthur yang melihat Aulia sudah meneteskan air matanya ,langsung menarik tubuh Aulia kedalam dekapannya.Arthur memeluknya dengan sangat erat tanpa memberi Aulia kesempatan untuk bergerak
Aulia pun begitu syok dengan tindakan Arthur yang tiba tiba
Ia tak mengerti kenapa Arthur tiba tiba memeluk dirinya
"Dasar bodoh..Kenapa kau begitu tidak sabaran.."Ucap Arthur dengan pelan
Aulia masih terdiam
"Kenapa kau selalu mengambil kesimpulan sendiri..Tanpa mendengar dulu apa yang ku rasakan selama ini??"Ujar Arthur sembari melepas pelukannya
"Ma..Maksud kakak?"Tanya Aulia bingung
__ADS_1
Arthur pun tersenyum dan mengusap air mata Aulia dengan kedua jarinya dengan lembut
"Aku memang belum bisa melupakan mendiang istriku..Tapi bukan berarti aku tidak bisa memiliki perasaan apa pun padamu.."Ungkap Arthur
Aulia hanya bisa menatap bingung dengan ungkapan Arthur.Ia tak mengerti dengan maksud ungkapan nya
"Maksud kakak?"Tanya Aulia bingung
"Kasih aku waktu untuk memiliki perasaan denganmu..Aku akan coba mencintaimu..Dan akan menjadi suami yang kau inginkan ..Apa kau bisa memberi ku kesempatan??"Jawab Arthur menjelaskan
"Apa kakak serius?"Tanya Aulia memastikan
Bukan jawaban yang Aulia dengar,justru Arthur mencium dahi Aulia dengan lembut.Seketika membuat Aulia tak percaya dengan apa yang dilakukan Arthur.Arthur tiba tiba mencium dahinya ,yang membuatnya jantung seketika berdegup kencang
"Apa bukti ini sudah cukup untuk kau bisa percaya padaku?"Tanya Arthur dengan nada pelan
Aulia pun mengangguk pelan,Dan Arthur kembali mendekap tubuh Aulia dalam pelukannya dan dengan sangat eratnya
"Ya sudah..Kau tidur lah..Kau pasti sangat lelah.."Ujar Arthur melepas pelukannya dan membantu merebahkan tubuh Aulia di kasur nya
Dan Arthur beranjak kesofanya untuk tidur disana.Namun sesaat Aulia menahan tangan Arthur sebelum ia berjalan kesofanya
__ADS_1
Arthur langsung menoleh kearah Aulia
"Kau membutuhkan sesuatu?"Tanya Arthur
Aulia pun menggelengkan kepalanya
"Lalu??Kau ingin apa?"Tanya Arthur lagi
"Maukah kakak tidur disini?"Tanya Aulia mengarahkan pandangannya kearah kasurnya.Meminta Arthur untuk tidur bersama
"Apa kau yakin??Jangan memaksakan dirimu..Aku tidak apa apa tidur disana."Tanya balik Arthur sambil menunjuk kearah sofa
"Aku yakin..Aku ingin mencoba tidur disamping kakak..Apa kakak tidak keberatan??"Jawab Aulia dengan polosnya
Arthur pun tersenyum melihat ekspresi Aulia yang baginya sedikit manja
"Baik ..Jika itu mau mu..Aku akan tidur bersamamu."Jawab Arthur langsung naik ke kasur nya dan merebahkan tubuhnya disamping Aulia
Aulia hanya tersenyum tipis dan langsung memejamkan matanya.Sedangkan Arthur justru mendekap tubuh Aulia untuk tidur di sisi nya.Hal tersebut membuat Aulia tak bisa berkutik dan memilih membiarkan Arthur mendekap tubuhnya
Mereka pun akhirnya melewati malam yang panjang dengan tidur bersama
__ADS_1
πΏπΏπΏπΏ