
Mendengar ucapan Nando yang sengaja memancing amarahnya.Arthur langsung melayangkan satu pukulan hingga membuat Nando jatuh pingsan dan tak berdaya
"Bocah sialan.."Umpatnya dengan pelan
Ia pun bergegas kembali ke mobil dan menghampiri Aulia
"Aulia..Aulia..Ayo..Bangun..Ini aku.."Panggil Arthur dengan pelan sambil menepuk pelan pipinya
Sesaat Aulia pun tersadar dan menatap Arthur dengan samar
"Ka..Kakak.."Panggil Aulia dengan nada lemah
"Ya..Kau baik baik saja?"Tanya Arthur
"Iya..Aku tidak apa apa..Lalu bagaimana dengan kakak?"Jawab Aulia dan bertanya
"Aku tidak apa apa..Ayo kita pergi..Sebelum kita terlambat naik pesawat."Ujar Arthur menuju kursi depan bersama Aulia
"Lalu bagaimana dengan mereka??"Tanya Aulia terheran dengan keadaan Nando dan temannya
"Biarkan saja..Nanti pasti ada yang menolong."Jawab Arthur
Aulia pun mengangguk pelan dan mengikuti ucapan Arthur
Akhirnya Arthur dan Aulia pun berangkat dengan lancar tanpa ada hambatan lagi
💮💮💮💮
Sesampainya dirumah..
__ADS_1
Setelah melewati perjalanan yang jauh akhirnya mereka pun tiba dirumah
Ketika Arthur akan membuka pintu rumahnya,Aulia tiba tiba memundurkan dirinya dibelakang Arthur.Seolah Aulia sedikit ketakutan,dan Arthur menatap bingung
"Kenapa?"Tanya Arthur bingung
"A..Aku takut bertemu ibu kakak."Jawab Aulia menunduk
Sesaat Arthur tersenyum
"Tenang saja..Ibuku sudah kembali kenegaranya.."Jawab Arthur memberitahu
"Lalu kak Alena..?"Tanya Aulia
"Hai Aulia..Aku merindukanmu??"Sahut Alena tiba tiba muncul dari balik pintu dengan wajah ceria
"Dia masih disini..Mungkin minggu depan baru akan pulang.."Jelas Arthur
"Siapa bilang??Aku akan tetap disini..Menemani Aulia .."Jawab Alena dengan tegas
"Untuk apa??Aku tidak mau kau mempersulit dia.."Ujar Arthur
"Tenang saja..Aku tidak akan mempersulit Aulia..Memangnya aku pernah mempersulit Aulia..Ayo Aulia kita kekamar..Jangan dengarkan si gunung es."Jawab Alena sekaligus menyindir Arthur
Arthur hanya menatap heran dan tak bisa berkata apa apa
Alena membawa Aulia ke kamar nya.Aulia pun masih bersikap canggung,terlebih karna masalah kemarin,ia masih takut jika Alena menilainya yang tidak tidak
"Bagaimana dikampungmu Aulia?"Tanta Alena sembari duduk disamping Aulia
__ADS_1
"Bi..Biasa saja kak."Jawab Aulia menunduk
"Bersikap santai saja..Jangan gugup..Aku tidak akan memakanmu..Soal yang kemarin,aku minta maaf..Karna ikut menyudutkan mu tentang pernikahan kalian."Jelas Alena dengan tulus
"Apa..Kakak tidak marah padaku?"Tanya Aulia
"Sejujurnya sih tidak..Aku hanya sedikit kesal kenapa kau harus membohongi kami..Tapi sekarang aku mengerti,kau melakukannya karna ada alasannya..Dan alasannya cuma Arthur kan??"Jawab Alena
Aulia pun mengangguk pelan
"Ayo..Kita mulai semuanya dari awal..Hubungan antara kakak ipar dan adik ipar..Bagaimana?"Tanya Alena sambil mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan
"Tapi apa kakak mau menerima ku sebagai adik ipar kakak?..Yang cuma gadis kampung .."Tanya Aulia sedikit gugup
"Aku tidak peduli..Yang terpenting adik ku bahagia..Dan justru aku sekarang mendukung pernikahan kalian..Ku harap kau menjaga perasaan Arthur..Buat lah dia mencintaimu..Supaya dia bisa melupakan Teresia..Mendiang istrinya."Ujar Alena
"Begitu..Jadi kakak menerima ku sebagai adik ipar kakak?"Tanya Aulia memastikan
"Yes..Aku menerima mu.."Jawab Alena
"Tapi ..Bolehkah aku bertanya sesuatu pada kakak??"Tanya Aulia
"Soal apa?"Tanya Alena balik
"Tentang mendiang istri kak Arthur."Jawab Aulia
Sesaat Alena menatap serius pada Aulia dan menarik nafas panjangnya..
🌼🌼🌼🌼
__ADS_1