Mendadak Istri Si Bule

Mendadak Istri Si Bule
Terlalu Berharap


__ADS_3

Malam hari..


Ketika Arthur baru saja pulang kerumah.Seperti biasa ia langsung memasuki rumah,tanpa harus mengetuk pintu untuk membangunkan Aulia


Saat ia memasuki rumahnya,ia melihat seseorang dari belakang tengah didapur membuat susu putih.Arthur pun mengernyitkan alisnya keatas dengan bingung.Karna tak pernah melihat seseorang dengan rambut tergerai lurus kebawah.Karna yang ia ingat hanya rambut kepang dua milik Aulia


Karna penasaran,Arthur pun mencoba menghampiri seseorang tersebut


"Kau siapa?"Tanya Arthur dari belakang


Membuat seseorang tersebut langsung menoleh kebelakang


"Kakak."Sapa Aulia tersenyum


Arthur yang melihat langsung terkejut dan ta menyangka jika seseorang yang tak ia kenal sebelumnya ternyata adalah Aulia sendiri.Karna perubahan rambutnya membuat Arthur tak mengenalinya


"Kau..Kenapa dengan rambutmu?"Tanya Arthur penasaran


"Oh..Ini kakak Alena yang mengubahnya..Kak Alena membawaku kesalon dan seperti ini hasilnya kak."Jelas Aulia tersenyum


"Oh..Begitu..Ini sudah malam,kau pergi tidur lah."Ucap Arthur dengan datar dan langsung menuju kamarnya

__ADS_1


Aulia yang menatapnya hanya bisa kecewa.Ia pikir Arthur akan memuji dengan perubahan rambutnya.Namun ternyata dugaannya salah,karna Arthur sama sekali tak menanggapi dengan perubahan rambutnya.Bahkan Arthur juga tak memuji sedikit pun dengan perubahannya


Sepertinya aku terlalu berharap..Sikapnya masih saja sama..Sebenarnya aku salah apa??Sampai ia harus bersikap seperti itu terus..Batin Aulia mengeluh


Aulia pun kembali kekamarnya dengan wajah yang sedih dan kecewa


Sedangkan Arthur tak begitu peduli dengan perubahan Aulia.


Keesokan harinya..


Arthur terbangun lebih awal karna berniat untuk berolahraga jalan pagi.Saat ia keluar kamar,ia melihat Aulia memegangi sebuah ponsel yang membuat pandangan Arthur tertuju pada ponsel tersebut


Ponsel siapa yang dia pegang??Bukankah dia tidak memiliki ponsel??Batin Arthur bertanya tanya


"Tunggu."Sahut Arthur menghentikan langkah Aulia


"Iya kak..Selamat pagi kak."Jawab Aulia menyapa


"Ponsel siapa yang kau pegang??"Tanya Arthur penasaran


"Oh..Ini..Ponsel yang ingin aku berikan pada kak Alena."Jawab Aulia apa adanya

__ADS_1


"Untuk apa?"Tanya Arthur mulai bingung


"Karna aku ingin mengembalikannya pada teman kak Alena..Ponsel ini terlalu bagus untuk saya pakai ."Jelas Aulia


"Maksudmu??Teman Alena memberikan ponsel ini padamu atau Alena yang memberikannya?"Tanya Arthur semakin penasaran


Aulia yang keceplosan,seketika tersadar jika dirinya sudah salah menjawab pertanyaan Arthur.Karna seharusnya ia tidak memberitahukan jika ponsel tersebut adalah pemberian Andrey yang belum Arthur ketahui


"Ah..I..Itu.."Ucap Aulia mulai bingung dan gugup.Karna ia takut jika Arthur akan tersinggung jika dia mengatakan yang sebenarnya


"Se..Sebenarnya.."Aulia masih belum memberitahunya


"Kenapa kau kelihatan gugup??Kenapa tidak jawab??"Tanya Arthur memaksa Aulia menjawab


Sebelum menjawab,tiba tiba suara pintu kamar Alena terbuka,dan terlihat Alena yang baru terbangun dari tidurnya


"I..Ini.dari kak Alena..Kakak ini aku kembalikan padamu..Maaf aku harus membuat sarapan sekarang."Jawab Aulia langsung menyerahkan ponsel tersebut pada Alena dan tergesa gesa berjalan kearah dapur untuk menghindari pertanyaan Arthur


"Ada apa dengan gadis itu??Dia benar benar menolak ponsel ini..Ck."Ujar Alena menatap heran dengan keadaan yang masih mengantuk.Dan tak menyadari jika Arthur sudah sejak tadi berada disampingnya.Yang langsung membuat Alena terkejut saat menoleh kearahnya


"Astaga...Pagi pagi kau sudah buat aku jantungan.."Seru Alena dengan sangat terkejut melihat Arthur disampingnya tanpa bersuara

__ADS_1


...****************...


__ADS_2