
Aulia pun langsung menoleh kearah Arthur
"Ya..Kak."Sahut Aulia
"Duduk lah..Temani aku mencoba makanan ini. "Ujarnya menyuruh Aulia menemaninya
"Tapi aku belum mandi kak..Aku sudah bau keringat."Jawab Aulia
Arthur pun menatap dingin tanpa bicara.Seolah memberi kode jika perintahnya tak ingin dibantah
"I..Iya baik kak..Aku akan menemani kakak."Jawab Aulia langsung mengangguk karna mengerti maksud tatapan Arthur
Arthur pun mulai mencicipi martabak yang dibeli Aulia.Begitu juga dengan Aulia,Aulia begitu menyukai martabak hingga menunjukkan ekspresi bahagia
Arthur pun sesaat memperhatikan ekspresi wajah Aulia yang begitu polos tanpa beban
Tanpa sadar Arthur pun tersenyum menunduk,membuat Aulia pun menatap bingung
"Kakak kenapa tersenyum?"Tanya Aulia penasaran
Membuat Arthur menoleh dan salah tingkah
"Aku tidak tersenyum."Jawab Arthur dengan nada datar
"Oh..Begitu."Ujar Aulia kembali menikmati martabak
__ADS_1
Dan Arthur tanpa sengaja melihat ada bekas coklat yang menempel disisi bibir Aulia.Arthur dengan refleknya langsung mengusap coklat tersebut dari bibir Aulia
Sontak Aulia pun terkejut yang langsung menoleh kearah Arthur.Menatap dengan ekspresi yang gugup
Aulia pun merasakan jantungnya sangat berdegup kencang yang tak beraturan.Ia merasa sangat malu
Dan secara bersamaan Alena yang baru saja pulang,melihat pemandangan yang tak biasa
Wah..Romantis sekali adikku..Benarkah mereka tak memiliki hubungan???Sekarang apa yang kulihat??Mereka sedang saling pandang pandangan...Aulia sepertinya sedang beruntung..Didekati dua lelaki yang hebat..Ck...Batin Alena menggerutu dan langsung berjalan menuju kamarnya
"Ada sedikit coklat yang menempel dibibirmu.."Ujar Arthur menunjukkan bekas coklat yang masih menempel dijarinya
"Ohh..Iya..Terima kasih kak."Jawab Aulai mengangguk tersenyum karna masih merasa malu
Apa aku mulai menyukai dia??Tapi ini pasti tidak mungkin..Sikapnya saja sulit ditebak..Batin Aulia bingung
Arthur tanpa sadar telah menghabiskan martabak yang diberikan Aulia.Aulia pun merasa senang,karna Arthur begitu menikmati martabak yang telah ia berikan
Arthur pun langsung beranjak bangkit
"Terima kasih untuk martabaknya..Ini enak."Ucap Arthur langsung meninggalkan Aulia begitu saja
Aulia hanya tersenyum puas dengan sikap Arthur yang kali ini tidak bersikap dingin padanya
πΊπΊπΊ
__ADS_1
Malam hari..
Aulia yang baru saja selesai sholat isya,keluar dari kamarnya.Dan tanpa sengaja ia melihat Arthur sedang santai sambil menonton tv
Sesaat Aulia berinisiatif membuatkan teh hangat untuk Arthur dengan perasaan yang bersemangat
Ia pun berjalan menuju dapur dan membuatkan teh.Setelah selesai ia menghampiri Arthur dan menyuguhkan teh tersebut
"Tehnya silakan kak."Ucap Aulia tersenyum
Arthur pun menoleh kearah Aulia
"Ohh...Iya..Terima kasih."Jawab Arthur kembali fokus menonton tv
"Eh ..Boleh tidak aku duduk disini kak?"Tanya Aulia dengan perasaan gugup
"Ohhh..Iya..Silakan."Jawab Arthur mengangguk
Aulia pun langsung duduk disamping Arthur,namun dengan jarak beberapa senti
Aulia sesekali memperhatikan Arthur yang masih serius menonton tv Sebuah acara balap motor GP yang disukai Arthur
Aulia yang tak mengerti menonton acara tersebut,hanya berpura pura menikmati namun tatapannya sesekali tetap memperhatikan Arthur
Wajahnya benar benar sangat tampan ..Dia begitu serius saat melihat acara tv..Aku masih tak percaya jika dia benar benar suamiku ..Tapi aku tidak tahu apakah dia menganggap ku sebagai istrinya ..Batin Aulia termenung
__ADS_1