
"Kau tidurlah dikasur..Biar aku tidur disofa.."Ujar lArthur memilih untuk tidak seranjang dengan Aulia,agar Aulia merasa nyaman
Aulia pun mengangguk dan menuruti perkataan Arthur
"Aku mau sikat gigi dulu."Ujar Arthur langsung menuju kamar mandi
Aulia menatap Arthur yang berjalan kekamar mandi.Ia pun duduk diatas kasur Arthur,sambil memperhatikan kamar milik Arthur.Kamar yang selalu keadaan bersih dan rapi.Dan memiliki bau yang khas pada diri Arthur
Tak berapa lama Arthur lun keluar dan menatap Aulia
"Kenapa kau belum tidur?"Tanya Arthur sembari berganti baju
"Se..Sebentar lagi..Apa punggung kakak masih sakit?"Tanya Aulia
"Sedikit lebih baik..Cuma luka kecil,jadi tidak masalah."Jawab Arthur menjelaskan
"Ohh..Syukur lah."Ujar Aulia sedikit canggung
"Apa kau mau ku pijit?"Tanya Arthure menawarkan diri nya untuk dipijit
__ADS_1
Aulia pun menoleh kearah Arthur
"Hah??Ti..Tidak usah kak.."Jawab Aulia menolak
"Tidak apa apa..Anggap saja karna kau sudah membantu mengobati punggung ku tadi."Ujar Arthur langsung duduk dilantai dan meraih kaki Aulia
"Jangan kak..Ini tidak pantas kakak lakukan.."Ucap Aulia kembali menolak
"Jangan menolak..Biarkan suami mu melakukannya."Ucap Arthur tetap memaksa memijat pergelangan kaki Aulia
Seketika Aulia terdiam dan mengalihkan perhatiannya
Aulia pun menoleh kearahnya
"Dengan begini,pernikahan kita akan benar benar nyata..Karna sekarang aku akan membuatnya nyata..Ku harap kau masih memberi ku kesempatan untuk memulai semuanya dari awal."Ungkap Arthur dengan serius dan tetap memijat kaki Aulia
Aulia pun masih terdiam
"Apakah kau mau memulai semuanya dari awal??"Tanya Arthur menatap Aulia dengan serius
__ADS_1
Seketika Aulia menarik nafas panjang
"Bagaimana kakak ingin memulai semuanya dari awal jika dihati kakak masih tersimpan nama mendiang istri kakak..Kakak masih sangat mencintai mendiang istri kakak.."Jawab Aulia menyebut mendiang istri Arthur
Arthur pun terdiam dan sesaat menghentikan tangannya saat memijat kaki Aulia
"Kalau kakak memang ingin memulai semuanya dari awal,aku akan mengikuti keinginan kakak..Tapi bagaimana dengan hati kakak??Bagaimana dengan perasaanku??Menjalani pernikahan dengan suami yang tidak memiliki perasaan apa pun pada istrinya?Apa menurut kakak pernikahan ini bisa dijalani dari awal??"Tanya Aulia panjang lebar
Arthur pun masih diam dalam keadaan kepala menunduk
Aulia menghela nafas panjangnya melihat sikap Arthur tak dapat menjawab pertanyaan Aulia
"Ya sudah kalau kakak tidak bisa menjawab..Aku tidak akan memaksa..Aku akan coba menjalani pernikahan ini tanpa perasaan apa pun..Dan menjalani tugasku sebagai istri kakak..Dan seharusnya kakak tidak harus membujuk ku untuk kembali kesini kalau hanya untuk menebus kesalahan kakak dan kakak tidak memiliki perasaaan apa pun..Jika cuma untuk menebus kesalahan kakak,aku sudah memaafkan..Kakak tidak harus memaksakan diri untuk melakukan ini semua..Pernikahan kita juga tidak harus diakui hukum..Aku akan menerima semua keadaan seperti ini,seperti dari awal pernikahan kita .."Jelas Aulia panjang lebar dan tersenyum palsu.
Karna berusaha menahan rasa kecewanya dan tak ingin menunjukkannya pada Arthur.Melihat tak ada tanggapan apa pun dari Arthur.Aulia bisa menebak jika semua usahanya untuk membujuk dirimu,hanya semata untuk menebus kesalahannya
"Aku sudah mengantuk..Aku tidur duluan ..Selamat malam kak."Ucap Aulia menarik kakinya keatas dan merebahkan tubuhnya diatas kasur milik Arthur dan memunggunginya
πΈπΈπΈπΈ
__ADS_1