
"Jangan tunjukan senyuman ini padanya..Karna aku tidak bisa membiarkan mu dilirik olehnya.."Ucap Arthur langsung meninggalkan Aulia kedalam
Aulia hanya bisa tersenyum dengan ucapan Arthur
Sepertinya kakak mulai ada rasa cemburu..Batin Aulia merasa senang
Karna baginya untuk pertama minta ia melihat sikap Arthur mulai cemburu padanya
Siang harinya,setelah makan siang Alena pun bergegas akan pergi
"Aku sepertinya tidak pulang hari ini..Aku akan menginap dirumah temanku.."Ucap Alena memberitahu Arthur dan Aulia
"Jangan tidak pulang seenaknya..Seharusnya kau sudah kembali ketempat mami.."Sindir Arthur pada Alena
"Ah..Nanti saja..Aku masih betah disini..Sampai seseorang itu menyerah untuk mengincar.."Jawab Alena dengan santai nya sambil tersenyum dan pergi
Aulia hanya menatap bingung dengan ucapan Alena
__ADS_1
"Siapa yang dimaksud kak Alena kak??"Tanya Aulia dengan polosnya pada Arthur
"Jangan pikirkan..Biarkan itu jadi urusannya.."Jawab Arthur berjalan ke ruang tv untuk bersantai.Karna ia tahu siapa yang dimaksud Alena
Sedangkan Aulia menuju wastafel untuk mencuci piring.Sesudah mencuci piring,Aulia mengambil buah semangka dan memotongnya.Untuk ia berikan pada Arthur yang sedang bersantai sambil menonton tv
"Ini buah semangkanya kak."Ujar Aulia menaruh buah tersebut diatas meja
"Terima kasih..Kau duduk lah disini..Kita bersantai sejenak dulu."Ujar Arthur menyuruh Aulia duduk disebelahnya
Aulia pun mengangguk ,menuruti perintah Arthur.Sambil menonton,Aulia sembari menikmati semangka yang ia potong tadi.Begitu juga dengan Arthur,yang sangat menyukai semangka.Hingga tak berhenti menikmatinya
Aulia yang tanpa sengaja melirik kearah Arthur,menatap bingung
"Kenapa kak?"Tanya Aulia
Tanpa menjawab Arthur justru menarik tengkuk leher Aulia dan mencium bibir Aulia dengan lembut.Seketika membuat Aulia terkejut dan tak dapat bergerak.Arthur mengambil semangka yang masih ditangan Aulia dan meletakkan tangan Aulia diatas pundaknya
__ADS_1
Aulia hanya bisa terdiam dan merasakan sentuhan bibir Arthur yang selalu terasa lembut.Arthur tak melewati setiap sudut bibir Aulia,yang terus melu*atnya tanpa henti.Hingga tak memberi Aulia kesempatan untuk bernafas
Arthur semakin memperdalam ciumannya dan mulai memainkan lidahnya didalam mulut Aulia.Arthur sangat menikmati permainannya,karna ia sudah tak bisa menahan dirinya setiap melihat bibir Aulia.Seakan hasratnya pun tak dapat ditahankan.Setelah sekian lama ia tak merasakan hasratnya sejak Teresia meninggal.Ia tak pernah melakukan hubungan intim dengan wanita mana pun
Kini hasratnya mulai bangkit dan membuatnya seakan ingin meminta lebih dari Aulia
Namun ia tak ingin memaksakan Aulia untuk memenuhi kebutuhan biologisnya.Karna ia tak ingin membuat Aulia merasa tak nyaman.Arthur hanya bisa menunggu disaat Aulia telah siap melayaninya sebagai kewajiban seorang istri
Sesaat Arthur melepas pelukannya dan menatap wajah Aulia dengan serius
"Bisakah aku meminta lebih dari mu?"Tanya Arthur dengan nada pelan
"Meminta lebih yang seperti apa kak?"Tanya balik Aulia tidak mengerti
"Aku menginginkan dirimu sepenuhnya..Aku ingin kau melakukan kewajibanmu sebagai istri"Jelas Arthur sambil berbisik ke telinga Aulia dan mengigit pelan telinga Aulia
Sontak membuat Aulia mengeluarkan suara ******* yang tak pernah ia lakukan
__ADS_1
"Ahhh.."
💮💮💮💮