
"A..Aku tidak menangis kak..Aku hanya kepedasan.."Jawab Aulia berbohong
Arthur pun melirik kearah makanan yang ternyata belum disentuh Aulia sedikit pun dan bahkan tidak ada makanan yang pedas dalam piring Aulia
"Bukankah aku sudah bilang,aku tidak suka orang yang berbohong..Kenapa kau masih saja berbohong??"Tanya Arthur dengan tegas
Sesaat Arthur pun mendengar suara isak tangis dari Aulia
"Hiks..Hiks..Ya..Aku memang bohong ..Tapi kurasa ini bukan urusan kakak..Karna kakak juga tidak akan peduli dengan kebohonganku."Jawab Aulia langsung menghempaskan tangan Arthur dan berjalan menuju kamarnya
Arthur pun hanya bisa memandang Aulia dengan bingung
Aulia pun langsung duduk dilantai dengan menutup wajahnya dilutut
"Aku capek..Hiks..Aku juga tidak mau hidup seperti ini..Bersama lelaki yang sama sekali tidak menganggapku istri..Aku hanya bayangan yang selalu ia abaikan..Hiks.."Isak Aulia yang menangis meluapkan semua kesedihannya
Arthur pun masih tidak mengetahui kenapa Aulia tiba tiba bersikap seperti itu padanya.Ia pun memilih masuk kekamarnya
Keesokan harinya..
Ketika Aulia sudah bangun dan akan keluar kamar,langkah kakinya menabrak sesuatu.Aulia langsung menunduk dan melihat sesuatu yang ada dihadapannya
Aulia menatap bingung dan mengambil barang tersebut
__ADS_1
Yang ternyata adalah sebuah kotak yang berisikan ponsel
Siapa yang menaruh ponsel ini didepan pintu ku??Apakah dia??Tapi tidak mungkin..Atau kak Alena???Batin Aulia bertanya tanya dan bingung
Aulia pun berjalan menuju kamar Alena yang berniat ingin bertanya pada Alena tentang ponsel tersebut
Tak berapa lama pintu kamar Alena
terbuka dan terlihat Alena yang masih mengantuk
"Apa??"Tanya Alena dengan nada datar dan mata mengantuk
"Maaf aku membangunkan kakak..Aku hanya ingin bertanya,apakah ponsel ini kakak yang taruh didepan pintu kamarku?"Tanya Aulia
"Ponsel??"Tanya Alena
Aulia pun mengangguk tersenyum
Alena langsung menatap sinis pada Aulia
"Kenapa orang orang pada ingin memberimu ponsel??Apa kau pikir aku yang memberikan ponsel ini untuk mu?"Ujar Alena sedikit kesal
Aulia pun terdiam menunduk
__ADS_1
"Kau tanya saja pada Arthur..Memangnya kau kira aku kurang kerjaan memberimu ponsel."Ujar Alena dengan sewot dan langsung menutup pintu kamarnya dengan keras
Membuat Aulia terkejut dengan sikap Alena yang tiba tiba sewot
Kenapa sikap kak Alena semakin ketus padaku??Memangnya aku salah apa padanya..Batin Aulia dengan sedih
Aulia pun sejenak memperhatikan ponsel tersebut dan berpikir
Apa benar ponsel ini dia yang berikan??Batin Aulia termenung
Sesaat Arthur keluar kamar karna sudah bangun dan bersiap siap akan pergi bekerja lebih awal
Aulia yang melihatnya langsung menghampiri Arthur dan mengembalikan ponsel tersebut padanya
"Ini..Aku kembalikan...Aku tidak membutuhkannya..Dan terima kasih kakak berniat memberikan ini padaku.."Ujar Aulia sambil menyerahkan ponsel tersebut dengan kepala menunduk tanpa ingin melihat wajah Arthur
"Kau menolak pemberianku??"Tanya Arthur dengan nada dingin
"Maaf..Aku tidak bisa menerimanya..Kakak ambil saja.."Jawab Aulia dengan nada cuek karna ia merasa masih kecewa dengan sikap Arthut yang masih saja datar padanya
"Kalau begitu kau jual saja..Uangnya kau bisa gunakan untuk beli ponsel yang lain."Ucap Arthur langsung pergi tanpa melihat Aulia
Karna ia pun juga kesal,berniat baik memberikannya ponsel justru Aulia menolaknya.Dan tak menghargai kebaikannya sedikit pun
__ADS_1
......................