
Keesokan harinya...
Aulia bangun lebih pagi untuk menjalankan ibadah sholat subuh.Setelah selesai sholat subuh,ia pun bersiap siap untuk keluar kamar
Ia mulai bingung,apa yang harus ia kerjakan.Melihat kondisi rumah Arthur yang masih dalam keadaan bersih dan rapi.Alia berjalan keluar rumah.Melihat halaman yang sedikit kotor karna daun daun yang berjatuhan,Aulia berinisiatif untuk membersihkan nya
"Sepertinya rumah ini sudah lama ditinggal pergi tuan itu..Hanya dalam rumahnya saja yang masih bersih dan rapi.."Ujar Aulia pada dirinya sendiri sembari membersihkan halaman yang ukuran halaman nya tak begitu luas
Arthur yang hari ini akan kembali bekerja,mulai terbangun.Ia pun membangunkan tubuhnya dan langsung membuka jendela kamarnya
Dan sesaat melihat Aulia dari balik jendela yang sedang membersihkan halaman
Rajin sekali dia..Batin Arthur sambil melihat Aulia
Arthur sejenak berolahraga ringan di kamar nya sambil terus memperhatikan Aulia
Terlihat dari raut wajah Aulia,yang begitu senang dan bersemangat mengerjakan pekerjaan yang dilakukannya
Tanpa sadar Arthur terus memperhatikan nya
Cukup lama ia berolahraga ringan,Arthur pun keluar kamar.Berjalan menuju dapurnya untuk membuat kopi yang biasa ia lakukan di pagi hari
__ADS_1
Tak berapa lama Aulia memasuki rumahnya,dan melihat Arthur yang sedang membuat kopi
"Tuan..Selamat pagi."Sapa Aulia sambil mengangguk
Arthur hanya mengangguk
"Apakah tuan mau sarapan?Biar saya siapkan ..Tapi.."Tanya Aulia namun tak meneruskan kalimatnya
Arthur hanya menatap bingung
"Itu..Bahan makanan di kulkas tuan sedang kosong..Saya tidak bisa memasak apa pun dari kulkas tuan."Jawab Aulia menjelaskan
Arthur pun menoleh kearah kulkas nya,dan berjalan untuk memeriksa isi kulkas nya
Aulia hanya memandang Arthur,seolah menunggu apa yang akan dikatakan Arthur
"Apa kau bisa pergi berbelanja kepasar??"Tanya Arthur menghampiri Aulia
"Bisa tuan..Tapi saya tidak tahu dimana tempatnya."Jawab Aulia
"Aku akan mengantarmu..Tapi aku tidak bisa menemanimu..Karna aku harus kekantor.."Ucap Arthur menjelaskan
__ADS_1
"Tidak apa apa tuan..Saya bisa berbelanja sendiri..Dan pulangnya saya bisa naik ojek..Jika disini ada ojek."Jawab Aulia
"Begitu..Oke..Kau bersiap siap lah..Aku juga akan bersiap siap..Setelah ini aku akan mengantarmu kepasar..Dan tidak perlu menyiapkan sarapan untukku."Ujar Arthur menyuruh Aulia untuk bersiap siap
"Baik tuan..Saya akan segera siap siap."Jawab Aulia bergegas ke kamar nya
"Tunggu."Panggil Arthur
Membuat Aulia menoleh
"Tolong,ubah cara bicara mu dengan santai..Jangan terlalu kaku..Berbicara lah seolah kau berbicara dengan teman.."Ucap Arthur memberitahu Aulia
"Iya ..Baik tuan."Jawab Aulia mengangguk dan meninggalkan Arthur
Dikamar Aulia menyiapkan pakaian yang ia pakai.Sejenak ia termenung dengan sikap Arthur
Kenapa dia bilang cara bicara ku kaku??Padahal dia sendiri yang bersikap kaku.. Bahkan juga dingin..Meminta berbicara seolah dengan teman??Apakah dia tidak menganggap pernikahan ini??.Huft..Menjalani pernikahan dengan pria asing apakah seperti ini rasanya??Aku juga merasa seperti bukan menjadi istrinya..Suasana dia dan aku juga terasa kaku,tidak terlihat santai..Batin Aulia dengan mengeluh
Aulia sesaat tersadar sambil menggelengkan kepalanya
"Sudah lah Aulia,kau harus bersemangat ,jangan mengeluh,dan jangan pasrah dengan keadaan..Jalani saja,berharap si tuan bule bisa berubah sikapnya padamu.."Ujar Aulia pada dirinya sendiri
__ADS_1
......................