
"Maksud kakak??"Tanya Aulia bingung
Sesaat Arthur pun menghela nafas panjangnya dan meletakkan sendok yang ia pegang tadi kepiring
"Kita memang sudah menikah,tapi aku tidak pernah menganggap pernikahan ini nyata..Aku menikahi mu hanya karna ingin bertanggung jawab dan tak mempersulit posisi keluargamu dikampung karna masalah kemarin..Dan aku tidak pernah menyuruhmu untuk melakukan ini semua..Walaupun itu menjadi kewajiban mu.."Jelas Arthur panjang lebar dan menatap serius
Seketika membuat Aulia terdiam dan syok dengan semua ucapan Arthur
"Aku tahu kau melakukan ini semua,karna hanya ingin menunjukkan bahwa kau ingin menjadi istri yang baik untukku..Tapi aku tidak pernah meminta mu untuk melakukannya...Anggap saja hubungan kita hanya memang sebagai kakak adik..Status kita hanya sebatas diatas surat nikah,tapi aku tetap berhak mengatur hidupmu..Dan aku tidak mau kau salah menanggapi hubungan kita."Jelas Arthu lagi panjang lebar dan tegas
Hati Aulia pun semakin sakit dan hancur,mengetahui kenyataan jika Arthur hanya ingin menganggap dirinya sebagai adiknya.Dan tebakannya selama ini benar.Arthur tak menganggap dirinya sebagai istri
Aulia hanya bisa diam menunduk
"Apa kau ingin mengatakan sesuatu ??"Tanya Arthur sebelum ia beranjak bangkit
Karna ia tahu situasi dan sikap Aulia yang seketika berbeda
Namun Aulia masih diam tertunduk.Melihat tak ada jawaban dari Aulia,Arthur pun beranjak bangkit
__ADS_1
"Aku sudah kenyang..Terima kasih untuk masakannya..Aku menyukainya.."Ucap Arthur meninggalkan Nayra
Tapi sesaat langkah Arthur terhenti,ketika Aulia mulai berbicara
"Kakak benar..Aku hanya ingin menunjukkan sikap ku selayaknya seorang istri yang baik..Walau aku harus setiap hari menghadapi sikap kakak yang selalu dingin dan datar padaku..Tapi aku selalu berusaha melakukan apa yang sudah menjadi tugas ku sebagai istri .."Jawab Aulia yang masih tertunduk
Arthur pun diam mematung tanpa menoleh
"Pernah kah kakak berpikir atau merasakan,bagaimana rasanya menghadapi sikap seseorang yang seharusnya memperhatikan kita namun diabaikan??Bahkan dianggap seperti pajangan yang benar benar tak diperhatikan???"Tanya Aulia dengan serius
Arthur pun masih terdiam
"Seperti ini lah yang kurasakan selama tinggal bersama kakak..Tapi aku bisa apa??Karna aku tak bisa berbuat apa apa,aku hanya seorang gadis yang statusnya hanya istri siri yang mengurusi suaminya ..Namun ternyata tak dianggap sama sekali...Apakah menurut kakak adil untuk di posisi ku???"Tanya Aulia lagi dengan tegas namun tetap keadaan tenang
"Maaf jika aku sudah salah menanggapi untuk pernikahan kita..Maaf juga jika aku sudah terlalu banyak berharap dengan kakak..Jika kakak memang tak menganggap pernikahan ini nyata,aku siap untuk mengakhirinya..Dan kakak bisa melepasku tanpa tanggung jawab untuk ku .."Ucap Aulia yang langsung bangkit dan berjalan menuju kamarnya
Meninggalkan Arthur begitu saja
Arthur hanya bisa terdiam dan tak dapat menanggapinya lagi
__ADS_1
🍀🍀🍀🍀
Beberapa hari kemudian...
Aulia dan Arthur kembali bersikap berperang dingin.Tanpa bicara satu sama lain.Melakukan aktifitas masing masing,dan tak memperdulikan apa yang mereka saling kerjakan
Alena yang sedang berada dirumah,karna baru pulang dari suatu tempat.Alena pun duduk didepan meja riasnya,untuk membersihkan wajahnya
"Wah ..Tisu muka ku sudah habis rupanya ..Kenapa aku bisa lupa membelinya.."Gumam Alena pada dirinya
Sejenak ia berpikir
"Apa sebaiknya aku pinjam saja punya Aulia..Kurasa dia pasti punya ."Ujarnya langsung bangkit dan bergegas keluar kamar,menuju kamar Aulia
Ia pun memberanikan dirinya untuk masuk kekamar Aulia
"Sori ya Aulia,aku masuk tanpa ijin..Aku hanya ingin pinjam tisu wajahmu saja."Ujar Alena dengan pelan dan perlahan berjalan mencari tisu wajah Aulia dimejanya
Karna tak menemukannya,ia pun mencoba mencari dari dalam laci.Namun seketika bukan tisu wajah yang ia dapati.
__ADS_1
Namun...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...