
Alena pun langsung pulang kerumah,dengan perasaan yang sangat kesal
Sesampainya dirumah,ia pun disambut oleh Aulia yang tersenyum padanya
Namun seketika membuat Alena semakin kesal dan mendengus kasar.Ia pun mengabaikan Aulia dan berjalan kekamarnya
Aulia pun menatap bingung
"Ada apa dengan kak Alena??Kenapa raut wajahnya sepertinya kesal??"Tanya Aulia bingung
Didalam kamar,Alena merebahkan tubuhnya secara kasar
"Kenapa??Kenapa harus Aulia yang dia sukai??Bahkan dia masih tidak sadar jika aku selama ini menyukainya..Tapi dia tetap tidak sadar juga..Apa yang menarik dari Aulia???Huft.."Gerutu Alena dengan perasaan yang sangat kesal
Pasalnya Alena ternyata sudah cukup lama mengenal Andrey dan menyukainya.Namun ia tak pernah mengungkapkannya,karna memandang pertemanan mereka.Terlebih Andrey yang selalu menutup hatinya dengan semua wanita.Hal itu membuat Alena hanya bisa menyimpan perasaanya hingga Andrey bisa membuka hatinya
Menjelang malam hari,Aulia berniat memanggil Alena yang berada dalam kamar seharian untuk makan mal
Tok..Tok..Tok
__ADS_1
Alena pun langsung membuka pintu kamarnya
"Kak Alena,kita makan malam yuk..Aku sudah siapkan makan malam."Ujar Aulia mengajak Alena untuk makan malam
Alena pun hanya menatap datar kearah Aulia
"Kau saja..Aku tidak berselera.."Jawab Alena dengan ketus
"Ta..Tapi.."Aulia yang belum melanjutkan perkataannya,Alena langsung menutup pintu kamarnya
Hingga membuat tangan Aulia sedikit kejepit saat Alena menutup pintu
"Akh.."Lirih Aulia memegangi jarinya dan menatap pintu kamar Alena dengan sedikit kecewa
Aulia pun akhirnya makan malam sendirian.Tak ditemani oleh siapa pun.Bahkan Arthur sendiri,yang pergi dari siang tanpa memberitahu dirinya
Aulia mulai merasa hidupnya sangat hampa dan sendirian.Tidak ada satu pun yang peduli padanya.Mereka yang hanya sesaat memperhatikan Aulia,kini hanya sibuk dengan diri mereka masing masing
Begitu juga dengan Arthur,Aulia merasa Arthur memang tak pernah memandang dirinya sebagai istrinya.Ia seperti hanya dianggap pajangan atau pun patung.Bebricara hanya sepentingnya saja,tak pernah ada canda dan tawa yang terlontar dari wajah Arthur
__ADS_1
Aulia benar benar merasa hidupnya sangat kosong.Hatinya pun begitu sedih,bahkan ia tak tahu harus bercerita kesiapa dengan kesepiannya selama hidup bersama Arthur
Aulia hanya menghela nafas panjang sembari menatap makan malamnya yang sendirian
Sampai kapan aku akan hidup seperti ini??Aku benar benar seperti pajangan..Tidak dianggap,tidak dipedulikan..Bahkan tidak diakui sebagai istrinya didepan keluarganya..Tapi dianggap masih dalam aturan hidupnya..Untuk apa dia bertahan dengan pernikahan ini??Jika dia tidak mau??Batin Aulia dengan keluh kesahnya
Tanpa sadar air matanya pun mulai menetes
Ibu..Ayah..Aku rindu kalian..Rasanya aku ingin pulang dan memeluk kalian..Batin Aulia menangis
Ketika dirinya menangis,Aulia tak menyadari akan kehadiran Arthur yang tiba tiba muncul disampingnya.Tanpa bersuara dan menatap Aulia yang sejak tadi
"Kenapa kau menangis??"Tanya Arthur dengan nada dinginnya
Membuat Aulia tersadar dan langsung menghapus airmatanya
"Ka..Kakak..Sudah pulang..Apa..Kakak mau makan??Akan ku siapkan.."Tanya Aulia tanpa menoleh kearah Arthur dan beranjak bangkit untuk menyiapkan makan malam untuk Arthur
Tanpa menunggu perintah dari Arthur,Arthur pun langsung menahan tangan Aulia.Membuat langkah Aulia terhenti tanpa menoleh
__ADS_1
"Aku tanya sekali lagi kenapa kau menangis??"Tanya Arthur dengan tegas
......................