
Arthur pun mengernyitkan alisnya keatas
"Apa itu?"Tanya Arthur penasaran
Aulia pun menarik laci nakasnya dan mengambil sesuatu dari dalam lacinya.Sebuah amplop dan diberikan pada Arthur
"Ini apa?"Tanya Arthur penasaran
"Kakak lihat saja."Jawab Aulia tersenyum
Arthur pun membuka amplop tersebut dan mengeluarkan selembar kertas.Ia pun sesama membacanya dengan serius
Dan seketika takut wajahnya pun berubah tersenyum
"Kau..Kau hamil sayang?"Tanya Arthur
Aulia pun mengangguk tersenyum
Arthur pun tak dapat menyembunyikan rasa bahagianya.Ia pun langsung menggendong tubuh Aulia dan berputar sedikit
"Terima kasih..Terima kasih sayang..Ini hadiah yang luar biasa..Aku mencintaimu .."Ucap Arthur menurunkan tubuh Aulia dan memeluknya erat
Sang mami yang baru selesai memasak,berniat untuk memanggil Arthur dan Aulia.Perlahan ia membuka pintu kamar mereka tanpa mereka tahu.Sebuah pemandangan yang tak biasa yang dilihat sang mami.Sejenak mami pun terdiam dan menatap kebahagiaan dan kemesraan mereka.
__ADS_1
Terlihat Arthur yang tersenyum bahagia,yang sudah lama sang mami tak melihatnya.Semenjak meninggalnya Teresia ,Arthur pun menunjukkan perubahan sikap yang pendiam dan dingin.Namun sejak kehadiran Aulia,seakan mengubah Arthur kembali seperti dulu
Mami pun menarik nafas panjang dan kembali menutup pintu kamar mereka dengan pelan
Apakah memang aku yang sudah membuat Arthur tak bahagia??Apakah aku harus mengalah demi kebahagiaan anakku..Kurasa Aulia juga tak seburuk yang kukira..Batin mami
Alena yang baru keluar dari kamarnya,melihat sang mami sedang termenung
Ia pun segera menghampiri sang mami
"Mi..Ngapain disini?"Tanya Alena
"Tidak apa apa..Cepat panggil mereka,makan malam sudah siap..Mami tunggu diruang makan.."Ujar sang mami langsung tersadar dan pergi
Arthur pun kembali mengecup dahi Aulia
"Aku akan menjagamu dan calon anak kita dengan seluruh nyawaku..Semoga kau dan calon malaikat kecil kita selalu dalam keadaan sehat..Tidak perduli anak lelaki atau lun perempuan..Asal kau dan dia sehat sayang.."Ucap Arthur
Aulia hanya mengangguk tersenyum
"Kakak pergi mandilah..Kita akan makan malam,hari ini sepertinya mami yang masak."Ucap Aulia
"Mami yang masak??Tidak biasanya?"Tanya Arthur terheran
__ADS_1
"Mungkin mama lagi ingin melakukannya."Jawab Aulia
Arthur pun mengangguk
Ketika semua sudah berkumpul diruang makan,Aulia sesaat memperhatikan makanan yang disajikan oleh sang mami.Seketika membuat Aulia menjadi mual dan langsung menuju wastafel untuk memuntahkan yang membuatnya ia merasa mual
Arthur pun langsung menghampiri Aulia sembari mengusap usap punggung Aulia dengan pelan
Alena dan mami pun menatap cemas
"Kau tidak tidak apa sayang??Apa kita perlu kedokter?"Tanya Arthur dengan perasaan khawatir
"Aku..Aku tidak apa apa..Aku hanya merasa mual kak."Jawab Aulia yang kembali muntah
"Apa kau tidak suka masakan itu?"Tanya Arthur
"Bukan..Aku hanya merasa tiba tiba mual..Mami maaf,aku tidak bisa makan masakan mami.."Jawab Aulia dan menatap sang mami dengan rasa takut
Sang ibu pun langsung bangkit dan berjalan menghampiri Aulia dengan tatapan datar
Arthur dan Alena mulai sedikit cemas dengan tanggapan mami setelah mendengar ucapan Aulia,yang tak bisa makan masakannya.Karna cukup lama dan susah payah mami berperang di dapur,hanya demi untuk menyiapkan makan malam untuk mereka
Dan..
__ADS_1
πΈπΈπΈ