Mengejar Cinta Kakak Kelas Berujung Perjodohan

Mengejar Cinta Kakak Kelas Berujung Perjodohan
10. Lagi dan lagi


__ADS_3

Sesampai nya di rumah sakit sandra langsung berlari menuju ruangan kakak nya.


"Sandra." ujar mama nya lalu berdiri dari duduk nya dan menghampiri sandra yang sedang berdiri di depan pintu rumah sakit.


"Mama, kak heru kenapa bisa kayak gini." kata sandra sambil menahan air mata nya agar tidak keluar.


"Biasa kakak yang nggak hati-hati." sahut heru dengan tersenyum.


"Tapi kakak nggak apa-apa kan?, mama kok tiba-tiba ada di sini bukan tadi katanya ke butik." kata sandra.


"Iya waktu mama sama papa di butik pihak rumah sakit menghubungi papa, katanya kakak masuk rumah sakit karna kecelakaan waktu mengendarai motor." jawab mama nya.


"Oh terus papa nya mana?." tanya sandra.


"Papa lagi ngambil obat kakak." ujar mama nya.


"Oh iya kak tadi ada orang yang angkat telpon aku waktu aku menghubungi kakak, terus orang nya mana?." tanya sandra.


"Orang nya sudah pulang dek." jawab kakak nya.


"Terus helm yang kakak pinjam tadi mana?." tanya sandra dengan serius.


"Em itu em kakak nggak tau dek." jawab kakak nya dengan ragu-ragu.


"Ha? kok nggak tau sih kak, Mati gue kak itu punya teman gue, gimana dong." ujar sandra dengan panik.


"Nanti kakak suruh asisten kakak beli helm baru yang bermotif seperti itu." ujar heru.


"Nggak jangan beli yang baru, mending kakak suruh cari tu helm sampai ketemu." ucap sandra.


"Iya-iya nanti kakak suruh asisten kakak yang mencarinya." ujar heru.


Krek


Terdengar suara pintu terbuka dan menampilkan dua orang pria paruh baya mereka pun masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Ini obat nya ya, dan heru kamu sudah bisa pulang karna kaki kamu hanya luka kecil saja." ujar dokter tersebut.


"Makasih ya bay kamu sudah merawat anak saya." ujar bastian papa nya sandra.


"Iya bas karna ini sudah jadi kewajiban saya sebagai dokter." kata dokter bayu.


****


Keesokan harinya


"Kak." disaat beni dan teman-teman nya sedang bercanda gurau tiba-tiba sandra menghampiri mereka.


"Itu, anu em-


"Nggak mungkin lo ngelipat helm gua." potong beni yang melihat sandra memegang secarik kertas.


"Em kak aku nggak bisa ngungkapi nya dengan kata-kata." ujar sandra.


Ia pun memasukkan kertas tersebut ke kantong baju sekolah beni.


"Baca nya setelah gue pergi." Sandra langsung berlari keluar kelas beni.


"Woi ini apa?." tanya beni lalu mengeluarkan kertas tersebut dari kantong nya.

__ADS_1


"Mungkin dia menulis surat cinta buat lo." ujar teman-teman nya.


Dengan bangganya beni pun tersenyum lalu membuka isi kertas tersebut.


"Kak sebelum nya gue minta maaf, kak sebelum kakak membaca surat ini lebih lanjut lagi, setidak nya kakak membutuhkan kesabaran yang besar, kak helm kakak hilang entah kemana untuk beberapa hari kedepan pasti gue balikin, gue janji dan tahan amarah lo kak." begitulah isi dari surat tersebut, beni yang membaca surat itu merubah wajah nya yang tadi nya tersenyum ini malah terlihat marah.


"Ben apa yang di tulis nya?." tanya teman nya yang bernama tobi.


"Nggak usah kepo gitu, surat nya biasa saja." jawab beni


"Kita kan cuman ingin tau aja, lo tau kan gua nggak pernah dapat surat cinta." ujar tobi sambil memegang tangan beni.


"Aisss hentikan, hanya gua yang dapat membacanya." beni pun berlalu pergi dari kelas.


__


Suara bel istirahat berbunyi


"Ke kantin yuk." ajak alia.


"Kalian duluan aja gue masih ada urusan, bayy." seketika sandra berlari keluar kelas.


Di depan kelas 12 IPA sandra terlihat gugup untuk masuk ke kelas itu ia ingin menghampiri riski yang sedang membaca buku.


"Samperin nggak ya , aduh gimana dong, oke gue akan samperin dia dan bilang makasih kak kemarin udah bantuin gue, gitu kali ya bilang nya, oke baiklah." Sandra pun masuk ke kelas tersebut untung saja para murid dikelas itu keluar semua cuman tersisa 3 atau 4 orang saja.


"Kak." panggil sandra kepada riski.


Riski pun menoleh kan kepala nya.


"Em kak em itu anu-


"Em kak makasih ya kemarin udah bantuin gue." kata sandra.


"Hem." jawab riski.


"Em sebelum nya gue ingin balas budi sama kakak jadi gue akan beliin apa pun yang kakak mau semua nya." ujar sandra dengan girang.


"Semua?." ucap riski.


"Iya semua kak." balas sandra.


"Lo akan membelikan semua yang gua mau kan?." tanya riski.


"He'em." jawab sandra.


"Baik lah beli minuman botol gelas yang rasa stroberi." perintah riski.


"Baik kak." Sandra pun keluar dari kelas itu dan berlari pergi ke kantin.


"MINGGIRR." teriak sandra kepada para murid yang berlalu lalang di lorong kelas.


Setelah sampai di kantin sandra langsung membeli minuman tersebut dan pergi dari sana, sedangkan alia dan melinda yang melihat itu langsung tercengan.


"Ini kak." kata sandra dengan nafas yang ngos-ngos.


"Nikmati dan satu lagi semangat buat belajar hari ini." Sandra pun pergi dari kelas riski.


__

__ADS_1


"Sandra." panggil bu mirna.


"Nggak salah lagi pasti, pasti itu akan terjadi." ujar sandra dalam hati.


"Ibu minta tolong kamu, bawa semua buku ini ke perpus ya." perintah bu mirna.


"Em iya bu." balas sandra ia pun mengambil buku-buku itu dari tangan bu mirna.


"Sudah gue duga, lagi dan lagi." batin sandra.


Gara-gara buku itu sandra tidak dapat melihat jalan dan akhirnya.


Brukk


"Aiss sial, lo." ujar beni di saat ia menabrak sandra.


"Maaf." ujar sandra ia berniat pergi namun beni menghadangnya.


"Kapan lo akan balikin helm gua?." tanya beni.


"Helm?, oh iya gue lupa." ujar sandra dengan panik.


"Lupa?." ucap beni dengan geram.


Sedangkan sandra gugup campur panik entahlah setiap bertemu beni ia merasakan hal seperti itu gugup dan panik.


"Gue bener-bener minta maaf kak." timbal sandra.


"Gua nggak butuh maaf lo, gua cuman butuh helm gua." ujar beni.


"Kakak tenang saja gue akan balikin tu helm besok." bala sandra.


"Kalo lo nggak ngebaliki helm gua besok, rasakan sendiri akibat nya." ucap beni yang menatap sandra.


"Baik besok pasti gue balikin." Sandra pun pergi dari sana.


Alia dan melinda melihat itu semua terkejut dan marah kepada beni.


Alia dan melinda pun mendekat kearah beni dan teman-teman nya.


Dengan marah melinda pun mendorong badan beni dari belakang untung saja beni mengenai badan tobi teman nya kalau tidak, mungkin ia akan terjatuh kelantai.


"Aiss bocah sialan." beni pun membalik kan badan nya.


"Gue bocah sialan?." tanya melinda.


"Melinda, ngapain lo ngendorong badan gua hah." kata beni dengan kesal.


"Seharus nya gue yang tanya sama kakak kenapa kakak nindas teman gue hah." Melinda pun berteriak tak ingin kalah.


"Siapa yang gua tindas, gua nggak merasa kalo gua menindas orang apa lagi teman lo." jawab beni.


"Terus kenapa kakak ngancem sandra tadi?." tanya melinda ngegas.


"Gua hanya menakut-nakuti dia saja." jawab beni.


"Ayo cabut." beni pun pergi bersama teman-teman nya.


"Kak, kak beniiii." teriak melinda dengan geram.

__ADS_1


__ADS_2