Mengejar Cinta Kakak Kelas Berujung Perjodohan

Mengejar Cinta Kakak Kelas Berujung Perjodohan
23. kepulangan papa


__ADS_3

Terlihat mobil yang dinaiki sandra dan kakak nya akhirnya sampai juga di gerbang rumah nya.


"Kak itu tadi siapa kakak?." tanya sandra sambil melangkahkan kaki nya masuk ke rumah besar itu.


"Dia karyawan papa di kantor."


"Kalian sudah pulang ayo sini kita makan dulu." ajak mama sandra.


"Aldi."


Suara nyaring itu terdengar di rumah besar itu yang diikuti dengan nada yang mengajak.


"Iya ma."


"Heru sama sandra sudah pulang ayo turun kita makan."


Terdengar suara ketukan sendal di tangga rumah tersebut yang di iringi suara siulan seorang pemuda tampan yang turun dari tangga itu.


"Lusa papa pulang, dan heru kamu akan kembali ke negara cina dan akan melakukan aktivitas di sana seperti biasa nya." ucap mama nya.


"Iya ma."


"Ya nggak bisa dong liburan bareng kakak dan mungkin sandra akan sangat merindukan kakak."


"Kan masih ada aldi nanti kapan-kapan kakak pasti pulang jadi kamu jangan sedih ya."


Terlihat raut wajah yang sandra tunjukan berubah menjadi sedih yang tadi nya ceria sekarang berubah drastis.


"Iya dek nanti setelah sekolah kamu libur kita akan keliling liburan gimana." hibur aldi kepada sandra.


"Hem."


Cuman satu kata yang bisa sandra ucapkan bahkan tanpa membuka mulut sedikit pun.


__


"San lo sudah tau info belum." ujar alia. Mendengar alia berbicara seperti itu membuat raut wajah sandra kebingungan.


"Info apa."


"Jadi lo nggak tau sama sekali."


"Nggak emang apaan."


"Jadi gini teman lama nya kak riski sudah kembali ke sekolah."


Mendengar alia bilang seperti itu membuat sandra berpikir siapa orang yang dimaksud dan dibicarakan oleh sahabatnya ini.


"Siapa?."


"Bella." jawab alia dengan spontan.


"Apa cewek yang dimaksud oleh alia ini adalah cewek yang kemarin gue lihat ya." batin sandra.


"San hey lo kenapa."


"Nggak." Sandra melanjutkan catatan nya namun pikiran nya kemana-mana.

__ADS_1


"Jangan dipikirkan san."


"Nggak kok." ternyata sahabatnya yang satu ini sangat tau kalau ia masih memikirkan perkataan itu tadi.


~


Sandra yang sedang asik membaca buku di perpustakaan sekolah dengan seorang diri pun langsung dihampiri oleh seorang siswa laki-laki dengan secara tiba-tiba.


"Apa judul nya." tiba-tiba siswa laki-laki itu menghampiri ia di meja tempat ia duduki.


Melihat orang yang telah mengganggu konsentrasinya sandra pun masih lanjut membaca walau ada orang yang berwujud setan bagi nya.


"Orang nanya itu dijawab." kata siswa laki-laki itu lagi.


"Kakak nggak liat gue lagi apa, sudah tau kan jadi jangan ganggu gue baca."


"Cuman mau nanya saja nggak ganggu."


Sudah berapa menit berlalu namun siswa laki-laki itu tidak pergi-pergi dari hadapan sandra.


"Kak ngapain lo masih disini kalo nggak ada urusan mending lo pergi deh." ujar sandra kepada siswa laki-laki itu yaitu beni.


Sandra langsung berdiri dari duduk nya dan menuju ke rak buku lalu meletakkan buku yang ia baca tadi tanpa menyapa beni yang masih setia duduk di kursinya tadi ia langsung pergi dari sana.


"Lo tau nggak." Ujar beni yang mengejar sandra.


"Nggak."


"Pasti lo tau gosib-gosib yang beredar akhir-akhir ini bahwa ada cewek yang bernama bella. ia teman riski dan gua, dia cewek yang sejak dulu suka sama riski."


"Terus apa urusan nya sama gue."


__


"Hem."


"Em ini minuman kesukaan lo."


"Terima kasih."


"Lo kenapa sih sekarang begitu formal sama gue."


"Eh bell lo disini." ujar beni yang dimana ia menghampiri bella.


"Lo ikut gua." Bella celingak-celinguk ketika beni menarik pergelangan tangan nya ia tidak tau beni akan membawa nya kemana yang jelas beni membuat ia jauh dari riski.


"Apa sih ben." Bella langsung melepaskan tangan beni dari pergelangan tangan nya dan ia memegang tangan yang tadi di pegang oleh beni dengan menampilkan wajah yang kusut.


"Lo masih suka sama riski?." secara tiba-tiba beni mempertanyakan pertanyaan yang jelas ia sudah tau dari dulu.


"Iya." Melihat beni yang tersenyum kecil bella pun langsung menepuk bahu nya.


"Hey emang kenapa?."


"Ada cewek kelas 11 dia itu dekat banget sama riski mungkin karna itu riski cuek sama lo sekarang."


Bella tidak tau apa yang akan direncanakan oleh beni yang jelas beni akan merencanakan sesuatu.

__ADS_1


"Pantesan, baiklah gue akan jeng-


"Lo nggak usah bertindak tapi yang harus lo lakukan cuman satu dekatin terus riski jika lo ingin mendapatkannya. dan gua akan dekatin tu cewek jadi kita impas lo sama riski dan gua sama tu cewek."


Bella yang kebingungan dengan apa yang akan direncanakan beni ia hanya mengangguk-anggukan kepala nya saja.


"Dan ini cewek yang gua maksud." Beni menampilkan seorang cewek cantik di layar hp nya.


"Nama nya siapa?."


"Sandra nama nya sandra." ujar beni dengan spontan.


"Lo suka sama dia?."


"Bisa dibilang begitu, gimana lo mau."


Sebelum menjawab ajakan dari beni bella berpikir begitu lama nya.


"Ok baiklah gue setuju."


"Oke sekarang kita akan melakukan tugas kita masing-masing lo dekatin riski sedangkan gua sandra."


__


Terdengar suara canda tawa di ruang tamu. dengan langkah perlahan sandra memasuki rumah yang besar itu.


"Papa, sandra seneng banget papa pulang sandra rindu tau rindu sandra sudah nggak tertolong lagi."' ujar sandra yang berlari menuju papa nya yang duduk di tengah-tengah kedua kakak nya.


"Lebay."


"Biarin orang sandra rindu." jawab sandra sambil menatap tajam ke arah kakak nya itu.


"Papa punya sesuatu buat gadis kecil papa."


"Ih papa kok bilang sandra gadis kecil sih sandra kan sudah besar." dengan wajah yang cemberut dan kedua tangan yang dilipat didepan dada nya sedangkan mulut berkomat-kamit tanpa suara.


"Iya sandra sudah besar, tapi bagi papa sama mama sandra masih tetap jadi gadis kecil kita."


"He he he em pa mana yang akan papa berikan ke sandra." ujar sandra dengan cengas-cenges.


"Ini punya sandra papa beli ini sebelum papa pulang." Sandra pun mengambil beberapa buku yang ada di tangan papa nya itu. dengan menampilkan wajah yang terlihat bahagia.


"Ini semua papa yang beli?."


"Iya dan itu untuk sandra semua."


"Makasih papa, papa yang terbaik deh." tanpa spontan sandra langsung memeluk papa nya lagi.


"Her besok kamu berangkat jam berapa?." tanya papa nya.


"Mungkin sekitaran jam 8 pagi pa."


"Kakak sudah mau pergi?, cepet banget sih."


"Kalau kakak tidak cepat-cepat ke negara cina terus siapa yang akan mengurus perusahaan di sana." ujar heru.


"Buat apa asisten kalo nggak ada guna kan ada asisten." ujar sandra.

__ADS_1


"Dek tidak semua nya asisten yang mengurus itu semua." ujar heru.


"Sudah-sudah nanti kita lanjut lagi ngobrol nya, sandra kamu mandi dulu sana." tanpa merespon mama nya sandra langsung berlalu pergi dari sana dengan langkah yang cepat ia langsung pergi ke kamar nya.


__ADS_2