
"Dari mana?." tanya papa sandra dengan nada marah. saat melihat sandra mengendap-ngendap diruang tamu.
"Eh papa assalamualaikum." sandra pun menyalimi papa nya.
"Waalaikumsalam dari mana?." tanya papa nya lagi.
"Em tadi sandra keluar jalan-jalan sama alia dan melinda. nggak kemana-mana kok pa cuman ke taman tempat biasa." jawab sandra.
"Anak gadis pulang sudah sangat sore ini sudah mau maghrib."
"Iya maaf pa sandra salah tapi jangan marah ya pa." ujar sandra sambil menggandeng tangan papa nya.
"Agar kamu nurut jalan satu-satu nya papa akan mempercepat perjodohan kamu sama riski biar kamu tidak bisa kemana-mana lagi." ujar papa nya.
"HA? dipercepat nggak sandra nggak mau pa."
"Itu papa yang nentuin jadi terserah papa mau dipercepat atau diperlambat."
"Ih kok papa gitu sih. pa sandra masih sekolah sandra nggak mau meninggalkan pendidikan sandra."
"Itu urusan kamu sandra."
Terdengar suara langkah kaki mendekat kearah mereka.
"Ini kenapa sih ribut-ribut ha?." tanya mama sandra.
"Ma sandra nggak mau perjodohan sandra sama kak riski dipercepat ya walaupun sandra suka sama kak riski tapi sandra nggak mau meninggal kan pendidikan sandra. sandra masih mau sekolah ma." ucap sandra dengan panjang lebar sambil menahan tangis.
"Nggak apa-apa sayang lagian walaupun kamu nggak sekolah tapi kamu masih bisa menjalani kehidupan yang layak dan menikah dengan anak orang kaya raya juga dan kamu tidak akan mati kelaparan." kata mama nya.
"Kok mama nggak bela sandra sih mama kok ngomong gitu sih. mama nggak biasa bilang kayak gitu biasa nya mama nggak suka kalo ada orang yang bilang kayak gitu karna itu sama saja serakah sama saja itu memanfaatkan keluarga orang dan malah mama sendiri yang bilang kayak gitu. cuman perkara sandra pulang telat sampai-sampai kalian tega menjual anak kalian sendiri sama saja kalian itu menjual anak kalian sendiri. lagian biasa nya sandra nggak pernah pulang seperti ini kok."
"Terus hari ini kenapa jam segini baru pulang." kata papa nya.
"Kan sudah sandra bilang sandra cuman main bareng alia dan melinda."
"Nggak ada alasan lagi pokok nya kamu harus secepatkan menikah sama riski." ujar papa nya sandra.
"Kalian jahat kalian sangat jahat." sandra pun berlari dengan menangis tersedu-seru. Tapi sebelum ia benar-benar pergi dari sana terdengar suara ledakan yang sangat mengagetkan dirinya. sandra pun membalikkàn badan nya ia melihat mama papa kedua kakak nya dan juga riski berada disana sambil tersenyum kepada nya dan terlihat ditangan riski memegang kue sepertinya itu kue ulang tahun.
"SELAMAT ULANG TAHUN." teriak mereka.
"Kurang ajar ternyata gue ditipu." batin sandra.
Sandra langsung berlari kearah mereka dengan rasa malu. ia berpikir apa mungkin riski mendengar ucapan nya tadi.
"Mampus gue pasti kak riski dengar apa gue bilang tadi." batin sanda.
"Ma sandra nggak mau perjodohan sandra sama kak riski dipercepat ya walaupun sandra suka sama kak riski tapi sandra nggak mau meninggal kan pendidikan sandra. sandra masih mau sekolah ma."
Sandra pun terbayang ucapan nya tadi.
"Aduh malu-maluin banget sih nih mulut." gumam sandra.
"Ayo dong sayang ditiup lilinnya." ujar mama nya sandra.
"Kalian-
__ADS_1
"Sudah tiup dulu lilin nya baru nanya." ujar heru.
Sandra pun langsung meniup lilinya dan langsung saja ia bertanya kepada mereka semua.
"Jadi yang tadi cuman bercanda kan pa?. terus ma yang mama bilang tadi berarti cuman candaan kan ma?." tanya sandra.
"Iya sayang maaf kan mama ya mama tidak bermaksud begitu ke anak mama." ujar mama sandra.
"Nggak apa-apa ma seharus nya sandra yang minta maaf sama mama karna telah membentak mama dan berkata seperti tadi. dan papa sandra juga minta maaf sama papa." ucap sandra.
"Iya tidak apa-apa."
Sandra pun menghampiri heru lalu memeluknya dengan erat.
"Kakak kapan kakak pulang kok nggak-
"Ngabarin sih." potong heru karna ia sudah tahu apa yang akan adek nya bilang.
"Iya kok kakak nggak ngabarin sih?."
"Iya dong kalo kakak ngabarin kamu yang ada nanti bukan surprise."
"He he he sekali lagi sandra makasih sama kalian semua dan untuk kak riski makasih ya karna sudah meluangkan waktu nya untuk kesini." ucap sandra.
"Iya sama-sama."
"Hem hem."
"Kenapa kak? kakak sakit tenggorokan ya?." ujar sandra kepada aldi.
"Tidak kakak hanya sakit mata saja melihat dua bocah didepan." ujar aldi.
"Iya."
"Ih kakak."
Sandra memukul-mukul aldi dengan berulang-ulang kali.
"Sudah-sudah jangan ribut malu sama tetangga nanti dikira berantem beneran." ujar papa sandra.
"Ayo duduk kita potong kue nya." ujar mama sandra.
"Eh tapi kok sandra lupa ya hari ulang tahun sandra sendiri." kata sandra.
"Kamu kan orang nya emang pelupa." kata heru.
"Kakak benar gue emang pelupa."
"Ini buat kamu." riski menyodorkan kotak kecil kepada sandra.
"Apa ini kak?."
"Buka sendiri." ujar riski.
"Tau tu jangan manja." kata aldi.
"Gue males berdebat kak." ujar sandra kepada aldi ia pun membuka kontak kecil tersebut.
__ADS_1
"Ini bagus sekali kak."
"Kamu menyukai nya?." tanya riski.
"Iya. kelihatannya mahal apa kakak menghabiskan uang kakak cuman beliin ini buat gue?." tanya sandra.
"Itu nggak terlalu mahal jadi nggak usah khawatir." kata riski meyakinkan.
"Terima kasih kak gelang nya bagus gue suka."
"Oh iya dan ini hadiah kakak buat adek kakak tersayang." heru pun memberikan kotak kecil juga.
Tanpa banyak tanya sandra langsung membuka nya.
"Jam ini kan jam dari china kak."
"Iya itu kakak beli buat kamu sebelum kakak kesini."
"Makasih kak jam nya bagus sandra suka."
"Sama-sama."
"Dan ini kado kakak buat adek kakak." ujar aldi. ia memberikan kalung kerang.
"Kak ini kan-
"Iya dek waktu di perjalanan pulang saat kamu tidur kakak sempat berhenti di toko khusus tempat jual perhiasan perempuan yang terbuat dari kerang."
"Makasih kak sandra sangat suka."
"Iya sama-sama."
"Terus mama sama papa." kata sandra.
"Kenapa mama sama papa?." tanya papa sandra.
"Ya kayak yang lain."
"Kayak yang lain gimana?." tanya mama sandra yang pura-pura tidak peka.
"Ya itu hadiah, nggak ada niatan kah ngasih sandra hadiah." kata sandra.
"Em mama sama papa tidak bisa ngasih apa-apa." kata mama sandra.
"Oh gitu nggak apa-apa deh asalkan kalian tetap sayang sama sandra."
"Itu pasti." ujar mama sandra.
"Tapi kecuali apartemen." ucap papa sandra.
"Maksud papa?."
"Ini, itu kunci apartemen kamu." papa sandra memberi kan sebuah kunci.
"Kunci apa ini pa?."
"Apartemen papa sama mama cuman bisa ngasih itu saja."
__ADS_1
"HA? seriusan apartemen pa. makasih papa makasih mama." sandra pun langsung memeluk mereka.
"Iya sama-sama sayang."