
Setelah mereka berempat makan dan membantu aurel mereka pun pergi dari taman itu termasuk aurel karna pekerjaannya telah selesai.
"Em gimana kalo sebelum kita pulang kita jalan-jalan dulu." ujar melinda.
"Males ah kalian saja." sahut sandra.
"Sandra gue mohon kali ini saja yah." ujar melinda.
"Nggak lain kali saja ayo pulang."
"Ayolah." kata melinda yang masih mohon-mohon kepada sandra sambil menggandeng lengannya sandra.
"Hanya setengah jam saja."
"Mama gue akan marah sama gue kalo pulang telat."
"20 menit, ayo nggak akan lama." melinda pun menarik lengan sandra menuju ke tempat permainan.
Sedangkan alia menarik tangannya aurel.
"Ayo lo juga ikut tenang kok nanti kita antar lo pulang." ujar alia.
"Eh tapi-
"Sudah ayo bentar doang kok nggak lama."
Akhirnya aurel pun mengalah ia pun mengikuti kemauan alia.
"Aurel ayo kita coba semua yang ada disini." ujar melinda.
"Tapi saya nggak punya banyak uang untuk memainkan ini semua."
"Sudah nggak apa-apa gue yang bayarin lo." ucap melinda.
"Kalian juga." ujar melinda.
"Maksud lo kita juga di bayarin lo." ujar alia.
"Maksud nya main juga kalo soal bayar yah bayar sendiri kecuali aurel gue yang bayar."
"Yeh kirain lo ngajak kita kesini bakal di bayarin." kata alia.
"Gue nggak punya banyak uang buat bayarin lo pada. sudah ayo." ucap melinda.
Melinda pun menarik mereka ke permainan pertama yaitu memancing ikan.
"Kalian lihat nggak nih gue dapat." ujar alia.
Melihat alia yang mendapatkan ikan lebih dulu sandra melinda dan juga aurel kerja keras untuk mendapatkan ikan.
"Nah lo hampir dapat san ayo teruslah." teriak alia.
Dengan fokus sandra langsung menarik pancing nya dan terlihatlah ikan mainan yang sangat bagus.
"Bagus san lihat deh warna ikan nya bagus." ujar melinda.
Setelah mereka merasa puas dengan itu akhirnya mereka mencari permainan yang akan mereka mainkan lagi. sekarang permainan kedua yaitu permainan pump it up.
Alia dan melinda naik keatas permainan tersebut.
"Ini sangat menyenangkan." ujar alia.
"Sandra aurel kalian harus mencoba nya ini sangat seru." alia menarik mereka berdua.
__ADS_1
"Saya tidak bisa main ini." ucap aurel.
"Coba saja dulu." sahut melinda.
"Nah kan lo bisa, bagus." ujar sandra.
Setelah puas dengan permainan tersebut mereka ketempat foto.
"Sini deh kita foto berempat." ujar melinda.
"Eh ini ada bando, ini buat lo ini buat lo dan ini buat lo." ujar melinda.
Mereka pun mengambil bando itu lalu memakainya.
"Lo kelihatan sangat manis san." ucap alia.
"Ayo kita mulai." teriak melinda.
CEKREK CEKREK CEKREK
"Lihat sini."
"Aurel apa ini pertama kali nya lo kesini?." tanya alia kepada aurel karna ia melihat aurel celingak-celinguk melihat tempat tersebut.
Aurel pun mengangguk kan kepalanya saja.
"Lo cuma perlu lihat kesana." ujar alia sambil menunjuk kearah kamera yang berada dihadapan mereka.
"Disana?." tanya aurel.
"Oke ayo senyum."
CEKREK
"Iya maaf ini lagian kita sudah mau pulang." kata melinda.
"Oh iya aurel rumah lo dimana?." tanya sandra.
"Di belakang gedung kesenian." jawab aurel.
"Ayo kita antar. Oh iya minta nomor hp lo dong." kata alia.
"Em ini." aurel pun memperlihatkan nomor hp nya kepada mereka dari layar hp nya.
"Baiklah sekarang lo jadi teman kita oke." kata sandra.
"Em tapi saya hanya gadis miskin yang sehari-hari menghibur pengunjung dan memakai kostum beruang sedangkan kalian kelihatan nya anak orang kaya semua mungkin saya tidak selevel sama kalian." ujar aurel.
"Eh lo nggak boleh ngomong gitu kita semua sama dimata sang pencipta lagian harta nggak akan dibawa mati dan juga yang kaya itu orang tua kita bukan kita." ujar sanda.
"Iya lagian mau gimana pun kehidupan lo. kami tetap mau berteman sama lo kok." ujar alia.
"Iya pokok nya lo harus sabar menghadapi ini semua semoga suatu saat nanti lo bisa sukses jangan menyerah." sahut melinda.
"Terima kasih yah." kata aurel dengan terharu.
"Iya, eh satu lagi lo nggak usah formal sama kita." kata sandra.
"Saya belum terbiasa."
"Mangkanya biasakan."
"Iya."
__ADS_1
"Ya sudah kalo gitu yuk kita antar lo pulang."
Mereka pun pergi mengantar aurel sebelum pulang kerumah.
"Makasih ya."
"Iya sama-sama, terus rumah lo yang mana?." tanya melinda.
"Ini rumah saya." aurel pun menunjuk gubuk yang terlihat sudah sangat tidak layak buat ditempati lagi.
"Kan sudah dibilang jangan formal sama kita pokoknya lo ganti kata saya dengan gue oke." ujar sandra.
"Iya lupa."
"Terus rumah lo dimana?." tanya melinda.
"Ini rumah gu-gue." aurel agak ragu mengucapkan kata gue karna tidak terbiasa bagi ia.
"Maksud lo ini?." tanya alia.
"Iya maaf rumah gue nggak sebagus rumah kalian." kata aurel.
"Eh nggak boleh ngomong gitu harusnya lo bersyukur masih punya tempat tinggal." ujar sandra.
"Terus lo tinggal sama siapa?." tanya melinda.
"Sendiri."
"Lah orang tua lo dimana kok lo bisa tinggal sendiri."
"Orang tua gue sudah lama meninggal gara-gara kecelakaan sejak gue kelas 1 smp. dan dulu setelah orang tua gue meninggal gue sempat tinggal dirumah adek perempuan dari ibu gue tapi belum lama gue tinggal sama dia gue diusir bahkan rumah peninggalan orang tua gue dirampas paksa oleh nya." aurel pun mencerita kan tentang jalan cerita hidupnya dengan menahan tangis.
"Gila sadis banget adek ibu lo sampai tega ngusir lo dan merampas hak yang bukan milik nya." kata sandra.
"Tapi lo bisa tinggal disini bagaimana?." tanya alia.
"Dulu setelah gue diusir oleh adek ibu gue. dijalan gue bertemu sama ibu-ibu yang sangat baik akhirnya dia membawa gue kerumah nya dan rumah nya itu adalah rumah ini dia tinggal sendiri karna suami nya sudah lama meninggal dan kebetulan dia nggak punya anak lalu dia mengangkat gue manjadi anak nya. bahkan dia menyekolahkan gue sampai gue kelas 1 SMA dia meninggal. sebelum dia meninggal dia meminta gue untuk menjaga dan merawat rumah ini." kata aurel.
"Oh jadi gitu. tapi lo nggak takut tinggal sendirian disini?." tanya sandra.
"Nggak gue nggak takut."
"Aurel gimana kalo lo tinggal dirumah gue saja. kebetulan gue cuman sendiri nggak ada saudara." ucap alia.
"Orang tua lo?."
"Mereka selalu sibuk dengan bisnis nya. gimana lo mau nggak." ujar alia.
"Maaf gue nggak bisa soalnya nggak mungkin gue ninggalin rumah ini."
"Tapi lo yakin nggak takut." ujar alia.
"Nggak kok lagian gue sudah terbiasa tinggal disini sendiri." kata aurel
"Oke kalo gitu em kita pamit dulu ya lain kali kita mampir lagi kesini." kata sandra.
"Iya makasih ya."
"Iya bay."
"Assalamualaikum." ucap sandra dan kedua sahabat nya sambil melambaikan tangannya.
"Waalaikumsalam." jawab aurel.
__ADS_1