
"Anak-anak dua minggu lagi kalian akan menghadapi ujian tengah semester jadi ibu minta kepada kalian semua untuk belajar dengan sungguh-sungguh." ujar ibu mia.
"Baik bu."
"Baiklah kalau begitu setelah bel berbunyi nanti kalian boleh istirahat, ibu permisi dulu."
"Baik bu."
"Aiss males banget gue." ucap melinda.
"Udah mending jalanin aja dulu." kata sandra.
"He'em."
__
"Hai." sapa seorang cewek yang menghampiri riski di kelas nya.
"Eh itu kan bella." bisik para teman kelas nya riski.
"Iya ya, dia sudah sembuh?." tanya siswa lain nya.
"Tentu secara kan ia sudah sekolah." jawab siswa lainnya.
"Bella." ujar riski.
"Iya, em gue sudah sembuh tapi kata dokter belum sembuh total."
"Baguslah kalau begitu." kata riski dengan dinginnya.
Tanpa perintah dari riski tidak disangka bella langsung mendekat kan diri nya ke riski.
"Em jangan terlalu dekat." ujar riski dengan risih tapi tetap menampilkan senyum nya.
"Kenapa, bukan kah dulu kita selalu dekat ya."
"Itu dulu."
Mendengar riski berkata seperti itu hampir saja bella mengeluarkan air mata nya, ia berpikir setelah ia sembuh dan bisa bersekolah lagi seperti dulu ia pasti bahagian dan mungkin kedua teman laki-laki nya itu akan banyak melontarkan pertanyaan, namun itu semua diluar ekspektasi nya.
"Ki lo kenapa sih sekarang beda banget."
"Bella." ujar beni yang tiba-tiba masuk ke kelas itu.
"Beni." bella pun tersenyum dan menghampiri beni.
"Bell kapan lo masuk gua dari tadi nggak liat lo ada di sekolah?." tanya beni dengan bahagia nya.
"Gue sudah dari tadi pagi ben, lo nya saja nggak liat."
__ADS_1
"Ben riski sekarang sudah beruba nggak seperti dulu."
"Lo baru tau, dia emang nggak punya perasaan." kata beni dengan menajamkan tatapan nya kepada riski.
Bella adalah seorang gadis cantik yang 1 tahun lalu mengalami kecelakaan yang begitu fatal ia kecelakaan saat mengendarai mobil yang ia setir sendiri disaat ia akan menyusul ketiga teman-teman nya, kecelakaan itu membawa ia koma selama 3 bulan dan setelah bangun dari koma nya ia harus beristirahat di rumah untuk beberapa waktu.
"Kalian kenapa?." tanya bella kepada kedua makhluk laki-laki itu."
"Lo nggak usah bertanya tentang itu, mending kita pergi ke kantin yuk" ujar beni.
"Iya, ki lo mau ikut." ajak bella.
"Nggak usah diajak." beni pun langsung menarik pergelangan tangan bella.
"Ini semua gara-gara lo brengsek, kalo lo nggak maksa kita buat pergi ini semua nggak akan terjadi, lo liat kan kemarin lo membunuh sahabat lo sendiri sekarang lo mau membunuh teman lo, awas lo kalo bella sama seperti raka gua akan ngabisin lo." ujar seorang pemuda dengan satu kaki yang di perban.
Bayangan itu masih berputar dikepala riski sampai sekarang ditambah lagi dengan kedatangan bella.
~
Titisan air hujan turun dikit demi sedikit dan akhirnya semakin deras terlihat 3 gadis remaja sedang berdiri di halte sekolah dengan baju yang basah kuyup. mereka tidak ada niatan untuk duduk di kursi halte. setelah lama menunggu jemputan akhirnya ada sebuah mobil yang berhenti di depan mereka.
"Ayo dek." terlihat seorang pemuda kantoran yang berhenti dihadapan mereka ia pun mengambil payung yang berada didalam mobil nya yang telah ia siapkan tadi sebelum ia menjemput adek nya.
"Kenapa kamu basah begini hem. ayo cepat naik kalian berdua juga sekalian saja." ujar pemuda tersebut.
"Makasih kak." pemuda tersebut langsung meluncurkan mobil nya setelah ketiga gadis tersebut naik.
__
"Siapa cewek itu kenapa dia bersama kak riski." gumam sandra. setelah melihat itu entahlah hati sandra seperti ada rasa sakit dan tidak dapat dijelaskan.
"Dek kenapa?." tanya heru.
"Nggak kok kak."
Ada rasa penasaran di diri heru namun ia berpikir itu bukan urusan nya.
__
"Ayo kita makan dulu."
"Kak kan sandra sudah bilang sandra mau makan dirumah saja tapi kakak tetap saja membawa sandra kesini."
"Nggak usah rewel ayo."
Heru pun keluar dari mobil nya yang dimana diikuti oleh sandra dari belakang seperti anak ayam yang mengejar induk nya karna heru terlalu cepat jalan nya.
"Mau pesan apa pak?." tanya karyawan di restoran tersebut.
__ADS_1
"ayam kentucky 2 porsi dan minum nya jus jeruk 2." ujar heru spontan.
Sandra yang mendengar heru memesan pesanan yang sangat ia sukai akhirnya ia bersemangat untuk makan disana.
Dari kejauhan terlihat seorang wanita dewasa melihat pemuda yang ia suka datang makan ke restoran itu bersama seorang siswa SMA.
"Sebentar kakak ke toilet dulu." Heru pun langsung pergi dengan terburu-buru.
Terlihat dari kejauhan wanita dewasa tadi mendekati meja dimana sandra duduk.
BRAKK
"Eh kambing hitam ditarik ayam copot, copot, copot." Dengan spontan nya sandra langsung mengumpat dengan crocos.
"Minggir." ujar wanita dewasa itu.
"Maaf anda siapa?."
"Kamu tidak usah banyak tanya. MINGGIR!!
"Nggak ini kan gue yang dulu kenapa lo malah nyingkirin gue emang ini restoran punya lo."
"Kamu mau tau kenapa saya nyuruh kamu pergi dari sini hah. karna kamu telah menggoda pacar saya jadi kamu pergi dari sini sebelum dia kesini. cepat sana." Wanita dewasa itu tetap ngeyel menyuruh sandra pergi dari sana.
"Apa lo bilang gue goda pacar lo. yang lo maksud pacar lo itu yang mana lagian gue nggak ngerasa kok kalo gue goda cowok orang apa lagi cowok lo." ucap sandra dengan menahan emosi nya yang akan meluap.
"Kamu masih tidak mau ju-
"Amanda, ngapain anda disini?." tiba-tiba saja heru menghampiri mereka berdua.
"Eh pak heru kebetulan sekali, siang pak em saya disini mau makan siang pak."
Heru tidak lagi merespon amanda ia langsung duduk di kursinya sedangkan amanda merasa malu karna heru tidak terlalu memperdulikan nya.
"Ini adek saya, jika anda berpikir kalau dia pacar saya anda salah besar." tak disangka heru langsung ke inti dari perdebatan mereka tadi.
"Jadi dia adek bapak?."
"Iya."
"Maaf pak saya tidak bermaksud-
"Anda tidak pantas meminta maaf dengan saya, tapi minta maaf dengan sandra adek saya."
"Maaf saya tidak tau kalau anda adek dari pak heru." kata amanda dengan sangat gugup karna yang ia bentak tadi adek dari anak bos nya.
"Jadi kalo misal kan gue bukan adek nya lo nggak akan minta maaf sama gue." kata sandra.
"Em bukan em-
__ADS_1
"Sudah mending anda makan pesanan anda tadi." ujar heru dengan dingin.
"Em iy-iya pak." amanda pun pergi dari meja itu dan kembali ketempat duduk ia tadi.