Mengejar Cinta Kakak Kelas Berujung Perjodohan

Mengejar Cinta Kakak Kelas Berujung Perjodohan
30. Ternyata ramuna


__ADS_3

Disisi lain terlihat keempat laki-laki itu kesana kemari mencari sepatu riski tadi.


"Lo narok tu sepatu dimana sih ki." ujar arjun.


"Kalo gua tau gua nggak akan minta bantuin cari." jawab riski.


"Eh beni mana?." tanya aldi.


"Mungkin dia nggak ikut kak." jawab robi.


Di perjalanan mencari sepatu riski mereka melihat sandra dan melinda berada di pinggir pantai sambil mengambil kerang yang bertumpukkan disana.


"Sandra melinda ngapain kalian disini?." tanya aldi.


"Eh kakak kita lagi cari kerang buat merangkai jadi kalung." jawab sandra.


"Emang bisa buat kalung dari kerang?." tanya robi.


"Bisalah sandra jago kalo soal itu." jawab melinda.


"Terus kalian ngapain disini?." tanya melinda dengan heran.


"Cari sepatu." jawab arjun.


"Sepatu? sepatu siapa?." tanya sandra


"Riski." jawab arjun.


"Sepatu lo hilang? emang lo narok nya dimana kok bisa hilang." kata sandra.


"Di depan vila entahlah tiba-tiba menghilang begitu saja." jawab riski.


"Eh bentar deh tadi gue lihat anak laki-laki yang makan sama kita tadi kayaknya dia habis dari vila kalian deh apa mungkin dia ke vila kalian tadi." kata melinda.


"Maksud lo ramuna? tapi sama sekali kami tidak melihat dia ke vila." ujar arjun.


"Udahlah mel mungkin lo salah lihat kali dia dari mana." ujar sandra.


"Nggak san gue jelas-jelas lihat dia tadi dari vila nya mereka." ujar melinda.


"Terus lo nuduh tu anak yang maling sepatu riski." kata sandra.


"Ya nggak gitu juga san, gue nggak nuduh dia kok gue cuman mastiin kalo tadi dia dari vila mereka."


"Sudah-sudah buat mastiinnya mending kita cari ramuna." kata aldi.


"Ngapain sih kak belum tentu juga kan." kata sandra.

__ADS_1


"Iya kakak tau tapi kita harus mastiinnya dulu. ayo." aldi pun berjalan lebih dulu dan diikuti oleh mereka.


"Tadi kamu lihat dia kemana mel?." tanya aldi.


"Entahlah kak gue nggak tau tapi tadi dia lewat sini terus gue nggak tau lagi dia kearah mana."


"Eh bentar coba kalian lihat deh itu ada orang yang lagi mulung kita tanya saja sama mereka." ujar sandra yang melihat seorang wanita paruh baya dan seorang pria paruh baya sepertinya mereka berdua sepasang suami istri.


"Ayo." ajak riski seketika ia langsung kearah sana.


"Assalamualaikum." ucap riski dan yang lain.


"Waalaikumsalam."


"Em kami mau tanya apa kalian melihat seorang anak kecil laki-laki yang perkiraannya mungkin berusia 11 tahun apakah kalian melihatnya disini?." tanya riski.


"Kalo boleh tau namanya siapa? dan kalian semua siapa ya?." tanya seorang wanita paruh baya itu.


"Nama nya ramuna dan kami semua seorang pendatang kami disini sedang liburan." jawab aldi.


"Ada apa kalia-


"Ibu ayah apakah sepatu ini pas di kaki ramuna?." tanya ramuna yang keluar dari gubuk disana.


Tanpa melihat mereka disana, ramuna dengan bangga nya memperlihatkan sepatu yang dipakai nya kepada ibu dan ayah nya.


Dengan terkejut ramuna melihat sandra dan teman-teman sandra berada disana dengan tiba-tiba dan tanpa sepengetahuan darinya.


"Em kakak kalian semua-


"Maaf mengganggu kalian kedatangan kami disini untuk membantu ramuna." ujar riski dengan spontan ia tidak ingin jika kedua orang tua ramuna sampai tau bahwa ramuna telah mencuri sepatu nya tersebut dan membiarkan kedua orang tua ramuna kecewa kepada anaknya itu.


Mendengar perkataan dari riski semua teman-teman nya terkejut dan terheran-heran jelas-jelas ramuna lah yang telah mengambil sepatu milik nya dan kenapa riski sama sekali tidak marah kepada anak itu.


"Membantu ramuna?." tanya ibu ramuan dengan heran.


"Iya kami ingin membantu ramuna dengan ramuna kembali lagi bersekolah dan kami semua siap membantu ramuna untuk bersekolah kalian tenang saja kalian tidak usah memikirkan biaya sekolah ramuna karna kami semua yang akan mengurusnya." ujar riski.


"Ini beneran." ujar ibu ramuna.


"Iya bu dan sebelum nya saya ingin bicara sebentar kepada ramuna." kata riski.


"Iya silahkan." ibu ramuna pun mempersilahkan riski untuk berbicara kepada anak nya itu.


"Ramuna sini ikut saya sebentar." kata riski sedangkan teman-teman nya hanya diam melongok saja.


"Itu kan sepatu riski kenapa ada sama ni anak?." bisik arjun kepada yang lain.

__ADS_1


"apa bener mel apa yang lo bilang tadi kalo ramuna lah yang mencuri-


"Usssttt jangan asal ngomong." kata sandra memotong perkataan robi.


"Kakak mau bicara sama kamu." kata riski yang membawa ramuna lumayan jauh dari mereka.


"Maaf kak ramuna nggak ada maksud untuk mencuri sepatu kakak ramuna hanya ingin mencoba nya saja kak." kata ramuna dengan gugup dan gemetar.


"Kamu tenang saja saya tidak akan memarahi atau memukul kamu." kata riski.


"Maaf kak-


"Usst ingat baik-baik ucapan saya. ramuna kamu itu sudah besar loh nanti kamu akan membina rumah tangga dan memimpin keluarga kamu jadi kakak minta sama kamu jangan mengambil barang atau hak milik orang lain. dan jika kamu hanya meminjam saja kamu harus izin dulu terlebih dahulu sebelum mengambilnya." kata riski.


"Iya kak ramuna minta maaf kak. ramuna hanya meminjam sebentar untuk mencobanya karna sepatu yang ramuna kenakan jelek dan sudah tidak layak lagi untuk dipakai." kata ramuna sambil menundukkan kepalanya.


"Iya tidak masalah tapi ingat jangan asal ngambil barang orang lain walaupun kamu hanya sekedar meminjam nya saja." kata riski.


"Iya kak ramuna janji ramuna tidak akan mengulangi kejadian ini lagi." kata ramuna.


"Sudah tidak apa-apa oh iya kami akan membantu kamu untuk sekolah seperti dulu lagi." kata riski.


"Terima kasih kak terima kasih telah membantu saya untuk bisa bersekolah lagi."


"Dan kamu harus giat belajar siapa tau kamu bisa jadi orang yang sukses dan bisa membahagiakan kedua orang tua kamu."


"Ramuna janji ramuna akan belajar dengan giat dan ramuna akan mencapai tujuan apa yang selama ini ramuna inginkan." kata ramuna.


"Iya ayo semangat jangan putus asa." kata riski.


"Tapi kak kakak kenapa tidak marah sama sekali dengan kesalahan yang saya buat ini." ujar ramuna.


"Kakak tau kamu tidak ada niatan untuk mencuri sepatu ini dan kakak tau kamu anak yang baik kalau kamu mau sepatu ini kamu ambil saja." ucap riski.


"Seriusan kak."


"Iya ambil saja."


"Makasih kak."


"Iya sama-sama dan satu lagi kakak tidak mau jika kamu melakukan perbuatan ini lagi oke sekarang kita berdua berteman." kata riski.


"Iya kak." ramuna pun tersenyum.


"Baiklah kalau begitu kakak permisi dulu dan besok kamu sudah bisa bersekolah di sd kamu yang lama nanti kakak yang akan mengurus semua itu oke."


"Iya kak terima kasih banyak."

__ADS_1


Setelah mengurus permasalahan itu akhirnya mereka semua kembali ke vila.


__ADS_2