
****
Di kantin
Sandra yang sedang duduk menikmati makanan nya tanpa sengaja ia melihat riski yang membeli botol gelas rasa stroberi, namun tidak kebagian akhirnya ia berjalan ke arah riski yang telah duduk di meja makan kantin.
"Ini." ucap sandra lalu meletak kan minuman tersebut.
"Apa ini." ujar riski dengan dingin.
"Gue tau kakak tadi nggak kebagian itu, jadi gue berniat ngasih ini ke kakak." jawab sandra sambil tersenyum.
Sandra pun pergi dan kembali ketempat duduk nya tadi.
__
"Buku horor yang sempat gue liat kemarin dimana ya." kata sandra.
Saat ini ia sedang berada di perpustakaan yang bernama perpustakaan mimpi terlihat nyata.
"Nah ini dia, akhirnya." Saat sandra akan mengambil buku itu tiba-tiba ada sebuah tangan kekar yang merebut buku tersebut.
"Gue yang duluan." ujar sandra tanpa melihat siapa orang tersebut.
"Tapi gua yang duluan ngambil nya." jawab seseorang itu.
"Kak riski?." ujar sandra.
"Kenapa?." sahut riski dengan dingin.
"Cowok itu harus ngalah sama cewek, besok gue pinjemin oke." ujar sandra.
Sandra pun langsung merebut buku itu dari tangan riski lalu berlari keluar namun sebelum keluar sandra langsung membayar buku tersebut.
__
"Papa berangkat ya." ujar papa nya.
"Hati-hati pa." sahut mama nya.
"Pa hati-hati ya, dan jangan lama pulang nya." kata sandra.
Sekarang mereka sedang berada di bandara internasional Soekarno-Hatta.
"Iya itu pasti, setelah papa menyelesaikan pekerjaan di sana, papa langsung pulang." jawab papa nya.
"Pa kenapa harus papa yang mengurus ini semua, kalau papa nyuruh, heru bisa menyelesaikan semua masalah yang ada di sana." ujar heru yang menampilkan wajah murung nya.
"Selama kamu mengurus perusahaan disana, belum ada yang namanya kericuhan seperti ini, jadi untuk kali ini biar papa dulu yang turun tangan." jawab papa nya.
"Maaf pa heru tidak bisa membantu papa mengurus perusahaan di sana." ucap heru.
"Iya tidak apa-apa, udah kalau begitu papa berangkat ya." kata papa nya kalau ia menyuruh asisten pribadi nya membantu ia membawa koper nya tersebut.
__ADS_1
"Iya pa, sampai ketemu lagi." ujar sandra.
"Pa jangan lupa hubungi kita disini, kalau papa sudah sampai ya." sahut mama nya.
"Iya ma itu pasti." jawab papa nya sandra.
Papa nya pun berlalu pergi dari hadapan mereka bertiga dan melambaikan tangan nya.
__
Terlihat dikamar sandra yang tidur telentang setelah puas mengotak-ngatikkan hp nya.
"Dasar ni bocah tidur saja masih kayak anak kecil." ujar heru sambil menggeng-gelengkan kepala nya.
Ia pun meletak kan helm yang berada di tangan nya dan berlalu keluar dari kamar sandra.
Terdengar suara panggilan masuk dari hp nya, sandra pun langsung mengangkat panggilan tersebut tanpa melihat siapa orang yang telah menghubungi nya itu.
"Ya?." ujar sandra.
"bawa buku tadi, kata lo akan meminjamkan itu, nanti bertamu di taman indah." ujar seseorang di seberang sana yang tak lain ialah riski.
"Em iya kak nanti gue kesana, tapi gue juga belum baca tu buku." jawab sandra.
"Lusa gua balikin lagi, bertemu nanti jam setengah 8." sahut riski.
"Kenapa nggak besok aja sih kak." kata sandra.
"Nggak bisa gua mau nya sekarang." riski pun langsung mematikan panggilan tersebut.
__
Di saat sandra keluar dari mobil nya ia pun langsung berlari ke seberang jalan menuju taman.
Brukk
"Aduh, au aiss kenapa harus jatuh segala sih." sandra pun langsung membersihkan rok nya yang kotor kena air dari hujan karna tadi sempat hujan sebentar, dan terlihat goresan kecil pada bagian lutut nya.
"Ini." kata sandra ia pun memberikan buku yang ia pegang kepada riski.
"Lo kenapa jalan nya gitu?." tanya riski.
"Nggak apa-apa kak." jawab sandra sambil menampil kan senyum manis nya.
"Lo tunggu disini sebentar." ujar riski dan berlari entah kemana.
Setelah sandra menunggu riski untuk beberapa waktu akhirnya riski kembali dan terlihat di tangan nya ia memegang sebuah betadine yang berukuran kecil.
"Sini mana kaki lo." ujar riski ia pun menjongkok.
"Buat apa?." tanya sandra yang kebingungan.
Riski tidak merespon sandra ia langsung saja dengan gesit membuka betedine tersebut dan mengoleskan ke kaki sandra yang terluka.
__ADS_1
"Gue nggak apa-apa kak." kata sandra meyakinkan riski namun riski masih sibuk mengobati sandra tanpa merespon nya.
Setelah membantu mengobati luka sandra akhirnya riski angkat bicara.
"Maafin gua, ini terjadi gara-gara gua." ujar riski dengan tulus.
"Ini semua bukan salah kakak kok, gue nya aja yang nggak hati-hati." jawab sandra.
Terlihat dari raut wajah nya sandra tersenyum senang karna riski mengobati luka nya tersebut.
****
Keesokan harinya
"San kaki lo kenapa, kok lo jalan nya kayak gitu?." ujar melinda disaat sandra akan memasuki kelas nya.
"Nggak kok hanya luka kecil." jawab sandra.
Saat alia akan mendekat ke bangku sandra tiba-tiba masuk lah salwa yang di beri julukan mak lampir oleh alia.
"Hei bocah." panggil salwa kepada alia.
"Mau apa lo." ujar alia.
"Nggak gue cuman mau bilang kalo robi itu milik gue, terus lo kenapa pakai acara nerima dia segala hah." bentak salwa.
"Seharus gue yang tanya sama lo, lo ada hubungan apa sama kak robi sampai-sampai lo bilang kalo kak robi milik lo." ujar alia dengan kesal.
"Sebelum ada nya lo gue sama robi sangat dekat sedekat nadi setelah lo muncul robi jauhi gue, dan itu semua gara-gara lo, Paham lo." kata salwa.
"Itu kan sebelum ada gue sekarang beda lagi, lagian walaupun lo sama kak robi dekat belum tentu juga lo sama kak robi jadian kan." ujar alia.
"Lo ngapain sih, udah tau kak robi milih alia buat jadi pacar nya dibanding sama lo, lagian kalo kak robi benar-benar ingin pacaran sama lo kenapa nggak dari dulu pas lo dekat sana dia, udah deh mending lo pergi jauh-jauh dari sini dan silahkan keluar dari kelas kita." kata sandra dengan kesal.
Salwa pun terdiam mematung dan ia langsung keluar dari kelas tersebut di sepanjang jalan ia memikirkan apa yang sandra bilang, dan itu semua ada benar nya juga.
__
Sandra yang sedang duduk di meja kantin sambil makan dan ia juga melihat riski makan di sana lalu seketika ia memperlihat kan luka yang sempat diobati riski di bagian lutut nya.
"Luka nya udah baikan." bisik sandra dari kejauhan sambil memegangi lutut nya itu.
Beni yang melihat sandra dan riski saling tatap ia pun menghampiri riski.
"Gua perhatikan lo terlihat bahagia setelah lo membunuh teman lo sendiri." ujar beni ia pun langsung menendang meja yang dimana di duduki oleh riski, seketika makanan riski pun tumpah berserakan. Semua murid yang berada di sana memperhatikan mereka berdua. namun beni tidak merasa bersalah dan ia menghampiri sandra lalu duduk di kursi kosong samping sandra.
"Kenapa kakak duduk disini, apa karna helm, nanti gue baliki, tapi kalo kakak mau sekarang kakak bisa ambil di kelas gue." ujar sandra.
"Bukan itu, gua kesini mau makan sama lo." jawab beni sambil melihat ke arah riski yang masih berdiri terdiam di tempat nya.
"Hah tap-
Belum sempat sandra bicara riski langsung memukul beni dan terjadilah perkelahian.
__ADS_1
"Berhenti, kak arjun pisahkan mereka berdua." perintah sandra. saat ia melihat arjun teman riski.
Arjun dan murid laki-laki lain pun langsung melerai perkelahian tersebut, setelah itu beni pun berlalu keluar dari kantin itu.