
Sekian lama menunggu libur sekolah akhirnya ada pengumuman juga.
"Baiklah anak-anak karna kalian semua telah mengikuti ujian jadi kalian akan libur dalam waktu 2 minggu dan sebelum nya ibu akan membagikan nilai hasil kerja keras kalian sendiri."
"Sandra selamat nilai kamu paling bagus di kelas ini dan ingat pertahankan itu ya." kata ibu mia selaku wali kelas nya.
Semua teman kelas nya bertepuk tangan dengan girang dan disusul dengan sorakkan gembira.
"Iya makasih bu."
~
Dengan mata yang berbinar-binar dan terlihat senyuman di bibir gadis manis yang sedang berjalan menuju mobil yang akan ia naiki.
"Cie kenapa nih senyum-senyum sendiri." ujar aldi kepada sang adek.
"Kakak sandra seneng banget." dengan cepat sandra langsung memeluk sang kakak yang masih terlihat kebingungan.
"Iya-iya kenapa dek seneng kenapa?." tanya aldi.
"Nih kakak lihat nilai sandra bagus-bagus semua tau dan satu lagi kak." Sandra pun memberikan rapot nya kepada aldi.
"Apa?." tanya aldi yang masih fokus ke rapot si adek.
"Nilai sandra paling bagus di kelas."
"Kamu serius dek?."
"Iya kak."
"Wah hebat kamu dek, semangat ya pokok nya kamu harus semangat belajarnya, tapi aneh juga biasanya nilai kamu ga sebagus ini."
"Ini semua berkat kak riski kak."
"Kenapa berkat riski."
"Sebelumnya kak riski yang ngajar sandra disuruh sama mama dan akhirnya sandra bisa menuntaskan semua soal ujian."
"Alhamdulillah dek nanti kita ajak riski kerumah gimana."
"Iya kak sekalian aku mau makasih."
"Oke deh."
__
"Mama sandra seneng." dengan seketika sandra langsung memeluk sang ibu nya.
"Eh ini kenapa hem." dengan kebingungan mama nya sandra pun bertanya.
"Coba mama lihat deh."
Sandra langsung menyodorkan rapot nya kepada mama nya tanpa banyak tanya mama nya pun membuka rapot sang anak.
"Ini serius rapot kamu sayang." dengan rasa terkejut mama nya sandra melihat ke arah sandra berdiri.
"Iya mama rapot siapa lagi masak rapot teman nya sandra sih." ujar sandra.
"Ya maaf sayang soalnya mama nggak percaya nilai kamu bagus-bagus begini."
"Itu semua berkat kak riski ma yang mau ngajarin sandra dan itu juga berkat mama yang nyuruh kak riski buat ngajarin sandra belajar makasih ya ma."
"Iya sayang ternyata mama nggak salah orang buat ngajarin kamu dan nggak salah orang buat jadi menantu mama."
"Ih mama kok menantu sih."
"Iyalah riski calon kamu nanti."
"Iya-iya deh."
"Sana sandra mandi dulu bau keringat masem." ujar mama nya sambil menutup hidung nya.
"Ih mama nih-nih wangi tau udah ah sandra mau ke kamar mau mandi."
"Ya udah sana tunggu apa lagi." ujar mama nya.
"Iya mama bawel." Sandra pun pergi berlari ke kamar nya.
Setelah makan malam sandra pamit kepada kakak dan kedua orang tua nya untuk ke kamar nya.
Terdengar notif dari hp sandra yang berada diatas meja belajarnya.
"Siapa sih ganggu aja juga gue mau tidur." Sandra pun beranjak dari tidurnya.
Lalu berjalan ke arah meja belajarnya berniat mengambil hp ny itu.
__ADS_1
(Balok es) : "Hai manis."
"Ngapain nih orang chat gue muji lagi ga biasa nya deh".
(Sandra) : "Gue bukan gula."
(Balok es) : "Hai asem."
(Sandra) : "Gue bukan mangga muda."
(Balok es) : "Hai pedas."
(Sandra) : "Gue bukan cabe."
(Balok es) : "Hai pahit."
(Sandra) : "Gue bukan jarak."
(Balok es) : "Terus apaan bakso urat?."
(Sandra) : "Gue bukan bakso bambang."
(Balok es) : "Jadi."
(Sandra) : "Panggil saja orang."
(Balok es) : "Kenapa dipanggil orang dek."
(Sandra) : "Kan gue orang, lo bukan."
(Balok es) : "Gua manusia dek."
(Sandra) : "Sama saja kak."
(Balok es) : "Sama apa dek?."
(Sandra) : "Kamu nanya."
(Balok es) : "Capek deh."
(Sandra) : "Emang kenapa kakak chat gue."
(Balok es) : "Tadi mama lu nelpon kakak ngajak kakak kerumah lu besok."
(Sandra) : "Oh gitu em kak makasih ya karna berkat kakak gue dapat nilai bagus."
(Sandra) : "Iya kak."
Setelah mengakhiri chat sandra pun pergi ke alam mimpi.
****
"Mama masak apa?." Tanya sandra yang baru saja keluar dari kamar nya.
"Masak rendang sayang karna nanti calon mantu mama mau kesini." jawab mama nya yang tersenyum simpul.
"Siapa ma?."
"Ih sayang masak kamu nggak tau sih, riski loh."
"Oh gitu sudah ah sandra mau bantuin juga." Sandra pun mendekati bik wati yang sedang memasak masakan lain.
"Eh bibik masak apa?." Tanya sandra dengan penasaran.
"Ini non bibik masak ikan masak kuning enak tau."
"Oh iya bik nanti sandra coba udah keliatan enak tu."
"Iya non pasti dong."
"Ma sini biar sandra aja mama mending duduk manis aja." Sandra pun memapah mama nya untuk duduk di kursi meja makan.
"Cie mentang calon mau kesini semangat banget nih masak nya." ujar mama nya mengejek.
"Ih apaan sih ma udah deh."
__
"Assalamualaikum." terdengar suara seorang pemuda di depan pintu rumah sandra.
"Waalaikumsalam." sandra pun membukakannya dan ternyata.
"Kak riski."
"Riski kamu sudah datang nak ayo sini masuk." mama nya sandra mengajak riski masuk ke dalam sedangkan sandra masih mematung didepan pintu.
__ADS_1
"Hadeh tu kan mama kalo ada kak riski pasti seneng banget." gumam sandra lalu menyusul mereka.
"Riski sudah makan?." tanya mama nya sandra.
"Em tadi riski-
"Udah makan dulu yuk sandra sudah masakin sayur buat kamu."
"Ih mama itu-
"Sudah kamu juga makan sayang ayo." ujar mama nya lalu beranjang dari sofa diruang tamu dan menuju ke meja makan.
"Kak aldi kemana ma?." tanya riski yang celingak-celinguk mencari keberadaan aldi di rumah tersebut.
"Ke kantor tadi sama papa." jawab mama nya sandra.
Sedangkan riski hanya mengangguk kan kepala nya saja.
Mereka pun makan dengan hati yang senang.
Setelah makan akhirnya sandra dan riski duduk di ruang tamu.
"San kalian ngobrol saja ya mama mau telponan sama teman-teman mama di taman belakang."
"Iya ma."
Setelah kepergian mama nya mereka terdiam sesaat.
"Dek." akhirnya riski pun memecahkan keheningan diantara mereka.
Sandra hanya diam sambil fokus ke acara tv yang ia tonton.
"Dek." masih belum ada sahutan.
"Yang." dengan spontan riski memanggil sandra dengan panggilan yang sangat langkah.
"Melayang." ujar sandra yang masih fokus ke tv.
"Terbang." ujar riski.
"Dan terbambang-bambang." timbal sandra.
"Seperti kayang." sahut riski.
"Lalu terbayang-bayang." jawab sandra lagi.
"Memikirkan mu." mendengar riski berkata seperti itu sandra pun menoleh ke riski.
"Terus salting setinggi tiang." ujar sandra.
"Tamat."
"Emang tadi puisi apa nyanyi?." tanya sandra.
"Entahlah dek kakak nggak tau, dek kakak cuman mau bilang-
"Assalamualaikum." terdengar suara seorang pemuda dari luar.
"Waalaikumsalam kakak udah pulang." kata sandra.
"Iya eh ada riski ya."
"Iya kak."
"Eh eh kalian mau nggak gimana kalau kita jalan-jalan mumpung kalian libur." ujar aldi.
"Boleh tu." timbal riski.
"Emang mau kemana." tanya sandra.
"Kemana aja." kata aldi.
"Gimana kalo ke pantai." kata sandra
"Boleh kalau kalian mau yah kan lagian kakak waktu itu sudah janji akan ngajak kamu jalan-jalan." ujar aldi kepada sandra.
"Iya kak tapi boleh nggak teman sandra ikut soalnya mereka ngajak sandra jalan-jalan juga sekalian aja kan."
"Iya itu terserah sandra, oke deal kan." kata aldi.
"Deal." ucap sandra dan riski kompak.
"Tapi kapan kak?." tanya sandra.
"Lusa aja gimana." sahut aldi.
__ADS_1
"Oke lusa."
Sandra pun tersenyum senang karna teman-teman nya juga akan diajak.