Mengejar Cinta Kakak Kelas Berujung Perjodohan

Mengejar Cinta Kakak Kelas Berujung Perjodohan
9. Nomor tidak dikenal


__ADS_3

Saat sedang di perjalanan mengejar sandra alia dan melinda di kaget kan oleh kedatangan guru yang tak lain adalah pak syauki terlihat di tangan nya ia memegang mistar panjang siap memukul para murid yang belum pergi masuk ke kelas.


"Kenapa kalian belum masuk ke kelas hah." teriak pak syauki sambil memegang mistar kebanggaan nya.


"Dari pada berlari-larian tidak jelas seperti ini lebih baik kalian masuk kelas, CEPATT." teriak pak syauki.


"Baik pak." ujar alia dan melinda yang ketakutan.


Alia dan melinda pun bergegas pergi ke kelas nya dengan tergesa-gesa.


"Kalian cuman bermain-main saja di sekolah." ujar pak syauki sambil berjalan mencari murid-murid yang belum masuk kelas.


__


Riski langsung melepaskan jas nya dari badan sandra dan membuka kan pintu toilet lalu mandorong pelan sandra masuk ke dalam, ia pun menunggu sandra di luar toilet.


"Riski." panggil seseorang dari belakang riski ia pun membalik kan badan nya.


"Nggak biasa nya lo ngembantu orang lain." ujar beni dengan tersenyum mengejek.


"Urusi urusan lo sendiri dan jangan mencampuri urusan gua." jawab riski dengan santai.


Riski pun berlalu pergi dari sana karna ia tidak ingin membuang waktu demi meladeni beni.


2 menit kemudian


Sandra keluar dari toilet dan menghampiri seseorang yang sedang membelakangi diri nya.


"Makasih kak." ujar sandra.


"Kenapa lo bantuin gue kak?." tanya sandra.


Orang tersebut membalik kan badan nya di saat itu pula sandra kaget dan panik.


"Lo ngapain?." tanya beni dengan santai.


Ternyata orang tersebut adalah beni bukan riski, sandra pikir riski tetapi salah besar.


"Oh iya ingat bawa helm gua bes-


"Iya." ujar sandra dan berlari menuju kelas nya.


"Woi helm gua, aisss sial." ujar beni dengan kesal.


__


Sandra pun memasuki kelas nya ia mendengar suara para teman-teman nya yang sangat berisik sekali di dalam sana.


"San lo baik-baik aja kan?." tanya alia sambil memegang bahu sebelah kanan sandra.


"Ma-maafin gua, tadi gua nggak sengaja." ujar teman cowok nya itu.


"Jangan pernah gitu lagi." kata melinda sambil menajamkan tatapan nya ke arah teman cowok nya itu.


"Udah nggak usah di bahas lagi, lagian kan gue baik-baik aja." sandra pun berlalu ke bangku nya sambil tersenyum.


****


Di dalam mobil sandra melamun sambil melihat ke arah jendela mobil.


"Pak kita mampir ke tempat buku dulu ya, aku ingin cari novel sebentar." ujar sandra.


"Iya non." sahut pak toni.


__


"Wah buku ini masih ada." ujar sandra ia pun berniat mengambil buku tersebut dan berbalik ke belakang.


"Astaga sial." gumam sandra, disaat ia melihat riski berada di tempat buku itu juga bahkan ada di hadapan nya.

__ADS_1


Sandra pun menutup wajah nya dengan buku yang ia pegang.


"Lo ngapain?." tanya riski dengan dingin.


"Gu-gue lagi cari buku." jawab sandra gugup namun ia tidak melepaskan buku yang berada di wajah nya.


Riski merasa heran kepada sandra dan berlalu pergi melihat-lihat buku yang berada di samping sandra tersebut.


Sandra yang merasa gugup saat berdekatan dengan riski ia pun pergi dari sana dan langsung membeli buku tersebut, lalu berlari keluar.


****


Di rumah


"LA LA LA LA NA NA." Terdengar sandra yang sedang bersenandung sambil melangkah kan kaki memasuki gerbang rumah nya.


"Kakak mau kemana?." tanya sandra kepada kakak nya saat melihat heru akan menaiki motor yang di kendarai oleh kakak nya itu.


"Kakak ke kantor sebentar ada urusan mendadak dek." jawab heru yang sedang memasang jaket kulit nya.


"Papa sama mama mana kak?." tanya sandra lagi.


"Papa sama mama lagi mempersiapkan kepergian papa besok." ujar heru.


"Terus mereka mana kak?." tanya sandra.


"Cari jas untuk papa pergi besok, dan mereka lagi di butik mama." jawab heru lalu menaiki motor nya.


"Eh eh bentar, itu kan helm-


"Kakak pinjam dulu bentar, setelah pulang nanti kakak balikin." potong heru, ia pun melajukan motor nya.


"Assalamualaikum." ucap heru berlalu peegi keluar gerbang rumah mereka.


"Waalaikumsalam." jawab sandra ia pun memasuki rumah nya.


__


"Assalamualaikum kak." ucap sandra dengan girang nya.


"Waalaikumsalam adek ku yang manis dan manja." sahut aldi di seberang sana.


"Kakak lagi apa?." tanya sandra.


"Biasa lagi buat tugas." jawab aldi sambil tersenyum.


"Mama sama papa mana dek?." tanya aldi.


"pergi ke butik." jawab sandra.


"Oh gitu, kak heru nya mana?." tanya aldi.


"Ke kantor kak katanya tadi ada urusan mendadak." sahut sandra.


"Ohh." kakak nya pun ber oh ria.


Setelah banyak mengobrol akhirnya kakak nya mengakhiri telepon tersebut.


"udah dulu ya dek, besok sambung lagi, soal nya kakak mau ngerjain tugas dulu." ujar aldi.


"Ya udah deh kalo kakak lagi ngerjain tugas besok lanjut lagi ya, karna aku masih kangennnn." ujar sandra yang menampilkan wajah cemberut.


"Ha ha ha iya adek ku yang super bawel, besok kakak telpon lagi, dah assalamualaikum." ucap aldi.


"Waalaikumsalam." jawab sandra.


Aldi pun memutuskan sambungan telpon tersebut.


Di saat sandra akan keluar kamar, hp nya berbunyi pertanda ada seseorang yang menelpon nya. ia pun mengambil hp tersebut lalu melihat di layar hp nya, kira-kira siapa yang telah menelpon nya.

__ADS_1


08xxxxxxxxxx


"Ini siapa sih kok nggak ada nama nya ya, huh." sebelum mengangkat telepon tersebut sandra pun menghembuskan nafas nya.


"Hallo." ujar sandra.


"Ini gua." ucap seseorang di telepon itu.


"Siapa?." tanya sandra dengan malas.


"Riski." jawab seseorang di seberang sana.


Sandra langsung melotot kan mata nya dengan tidak percaya.


"Dari mana kakak tau nomor gue." ujar sandra dengan kaget.


"Pokok nya ada." jawab riski.


"Kenapa?." tanya sandra


"Ini nomor gua, disimpan." ujar riski lalu mematikan sambungan telepon nya.


Sandra yang masih dibuat kaget tiba-tiba marah, karna riski mematikan telepon nya dengan seenak nya saja.


Di sisi lain terlihat dua orang duduk manis di ruang tamu sambil mengobrol.


"Gimana, apa sudah di telpon?." ujar seorang wanita paru baya.


"Sudah ma." jawab seorang pemuda dengan rasa malas.


"Nah gitu kan enak, setelah kamu lulus nanti, mama sama papa akan mempersiapkan perjodohan ini." kata seorang wanita paru baya itu.


"Iya ma, lagian ngapain pake di jodohin segala." ucap pemuda itu yang tak lain riski.


"Sayang ini semua demi kebaikan kamu lagian mama sama papa jodohin kamu itu sama anak nya teman papa, bukan sama orang lain, apa lagi kamu juga mengenal nya kan." ujar mama nya.


"Hem iya, kalo gitu riski ke kamar dulu." jawab riski.


"Iya sayang." sahut mama nya.


__


"Mama sama papa kok belum juga pulang ya, ini kan udah mau malam, kakak juga kenapa belum pulang sih." ujar sandra dengan diri nya sendiri.


Sandra pun berniat menelpon mama nya namun sama sekali tidak di angkat begitu pun papa nya.


"Ini kenapa sih kok nggak ada yang angkat." ujar Sandra yang kesal.


Ia pun lanjut menelpon kakak nya namun setelah di angkat bukan kakak nya yang mengangkat telpon tersebut.


"Halo kak." ujar sandra


"Halo." sahut seseorang yang jelas sama sekali bukan suara dari kakak nya.


"Ini siapa ya?." tanya sandra.


"Saya orang yang membawa pemilik hp ini ke rumah sakit, dan anda siapa?." ujar orang itu.


"Rumah sakit, emang kakak gue kenapa?." tanya sandra dengan sempontan.


"Tadi kakak anda kecelakaan, tapi kata dokter ia tidak apa-apa." jawab orang tersebut.


"Tidak apa-apa gimana, kalo udah di bawa kerumah sakit berarti ada apa-apa, kata kan di mana rumah sakit itu." kata sandra.


"Di rumah sakit melati indah." jawab orang tersebut.


"Baik lah kalo begitu, saya akan pergi ke sana, dan tolong kamu jagain kakak saya dulu." Sandra pun berlari mengambil tas nya dan pergi keluar rumah.


"Baik." sambungan telepon pun di putuskan sepihak.

__ADS_1


__ADS_2