
"Kak gimana keadaan kak heru, apa sudah baikan?."
"Kakak juga belum tau."
"Kalian sih, padahal kalian tahu sendiri kalau kakak kalian fobia yang namanya ketinggian masih saja nekat pergi."
"Iya maaf ma, tapi kan kakak yang nyuruh aldi ngajak sandra kesana, lagian aldi lupa kalo kakak fobia ketinggian, aldi minta maaf ma."
"Ya sudah kalo gitu kita sarapan dulu."
"Sandra manggil kak heru ya."
"Sudah jangan di ganggu, biarin dia nenangin diri nya dulu."
Akhirnya sandra duduk kembali ke kursi nya dan mulai melahap sarapan nya.
****
"Makasih ya kak."
"Iya, sudah sana masuk."
"Iya assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Sandra pun memasuki gerbang sekolah nya setelah di antar oleh aldi.
__
"San lo tau nggak." ujar alia.
"Tau apaan."
"Besok itu sekolah kita tanding basket lawan SMA 7 surabaya, ya lo tau lah kalo kak riski ketua basket otomatis kak riski ikut, jadi lo besok nonton bareng gue, kebetulan kak robi juga main."
"Ngomong aja kalo lo mau liat kak robi."
"Iya san sebab itu gue ngajak lo nonton."
"Nggak gue nggak mau."
"Kok gitu sih ayolah san mau ya please."
"Iya san mau ya."
"Lah lo kok ikutan juga sih mel."
"Emang nggak boleh, gue juga mau liat pertandingan besok ya walaupun cowok gue nggak ada disana secara kan gue emang nggak punya cowok hehehe."
"Yaelah mel yang ada lo cuman ngeliatin alia ngebucin sama kak robi." ujar sandra.
"Ya siapa tau kan disana besok ada jodoh gue." kata melinda.
"Ngayal mulu lo." ujar sandra.
"Ya siapa tau besok beneran ada, lo sih nggak mau ayolah san, ya ya."
"Iya san ya."
"Please." ujar alia dan melinda dengan kompak sambil menyatukan kedua telapak tangannya.
"Huh iya sudah deh iya."
"Beneran san."
"Iya, emang tempat pertandingan nya dimana?." tanya sandra.
"Di lapangan basket sekolah kita." jawab alia.
__ADS_1
"Besok kita jam kos jadi kita bisa nonton sepuas nya." sahut melinda kegirangan.
___
Keesokan harinya
Setelah mereka sampai di lapangan tempat pertandingan, mereka mencari tempat yang nyaman.
"Disini saja." ujar melinda.
"San gue bawa ni tulisan buat lo kasih ke kak riski, nih ambil." melinda pun menyodorkan beberapa kertas yang bertulisan kata-kata."
"Ha nggak mau ah."
"Yaelah san ayolah, oke gue akan praktekin gimana cara nya memperlihatkan ini ke kak riski, jadi lo itu berdiri seperti ini, terus kertasnya lo pegang ke depan muka lo, begini dan setelah kak riski baca tulisan ini lo ganti lagi ke lembaran kertas lainnya."
"Coba ulang gue belum paham."
Melinda pun mengulangi perkataan nya tadi sambil mempraktekkan nya.
Disaat dia sedang mempraktekkan itu tanpa di sangka datang seorang cowok dengan memakai baju pertandingan.
"Oke lihat gue ini sangat mudah."
"Gue suka sama lo kak." melinda pun membalikkan kertas yang lain.
"Bahkan bukan sekedar suka mungkin gue sudah terlanjur mencintai lo." melinda pun membalikkan kertas nya lagi.
"Kak gue tau gue cewek tapi gue nggak bisa menahan perasaan ini." melinda pun membalikkan kertas itu lagi.
"Dan semangat mengikuti lomba hari ini semoga tim kalian menang ya."
Melinda menurunkan kertas dari muka nya dan ia sangat terkejut siapa yang berada di hadapan nya seorang cowok yang tidak asing, ya dia adalah arjun teman sekelas riski.
"Bukan gitu kak." ujar melinda saat ia melihat wajah arjun sudah seperti kepiting rebus.
Secara bersamaan riski dan robi memasuki area pertandingan tersebut.
"Gua bersedia." ujar arjun sambil melangkah mendekati melinda.
"Dengar kak, kakak mungkin salah paham, kita bukan begitu-
"Gua nggak perduli, gua menyetujui pernyataan cinta lo, dan lo harus bertanggung jawab sama gua."ujar arjun.
"Bukan, bukan-
"Tanggung jawab, tanggung jawab, tanggung jawab." teriak robi yang diikuti oleh alia.
Untung disana belum terlalu ramai.
"Sudah ayo kita bersiap-siap untuk tanding." ujar riski.
"Beri gua semangat ya, kalo gitu gua disiap-siap dulu." arjun pun berlalu.
"Nanti beri gua semangat." ujar riski berbisik ke telinga sandra dan pergi.
"Menurut kalian apa mereka bisa menang hari ini?." kata melinda.
"Pasti bisa menang." jawab sandra.
"Iya dong secara kan ada cowok gue." timbal alia.
"Hem ngapain lo disini?." tanya beni yang tiba-tiba menghampiri sandra dan kedua sahabatnya.
"Kepo." balas sandra.
"Bilang saja kalo ingin nyemangatin gua."
"Siapa bilang." elak sandra.
__ADS_1
"Gua, oh atau jangan-jangan lo mau kasih semangat ke riski." ujar beni.
"Itu kakak tau kenapa harus pakai nanya lagi." sahut melinda.
Beni pun pergi menghampiri tim nya termasuk ada riski juga.
Setelah beberapa menit terlihat 3 cewek mendekati sandra dan kedua sahabat nya dengan angkuh.
"Minggir ini tempat gue." ujar nya siapa lagi kalo bukan siska.
"Lo bilang milik lo dan disini milik lo, terus mana buktinya?." tanya alia.
"Ini tempat kami." ujar tempat siska.
"Menganggap diri sendiri sebagai putri lo kira seluruh dunia ini akan ngelilingi lo NGGAK, jadi jangan terlalu pede." timbal sandra.
"Lo minggir nggak."
"Gue nggak akan minggir termasuk teman-teman gue." timbal sandra.
"Kita nggak akan menyingkir, terus apa yang bisa lo lakukan sama gue." lanjut sandra lagi.
"Lo ya-
"Kalo kalian ingin bertengkar jangan disini pertandingan akan dimulai." sahut seorang siswa lain.
"Iya, jangan mengganggu kami untuk menonton pertandingan ini." sahut siswa yang lain.
"Awas lo." ujar siska ia pun berlalu pergi bersama teman-teman nya.
"Sampai jumpa, bayy." Sandra pun melambaikan tangan nya.
PRUITT
"Sudah mulai." teriak alia.
"PERTARUNGAN TAHUN INI TERLALU SENGIT, YANG MENONTON HAMPIR SELURUH SISWA." ujar panitia.
"Yeyy masuk." teriak sandra dan kedua sahabat nya disaat tim riski memasukkan bola.
"TIM SEKOLAH SMA 1 JAKARTA AKHIRNYA MENCETAK GOLL." Teriak panitia.
"TIM SEKOLAH SMA 7 SURABAYA SEPERTI NYA AKAN MENCETAK GOL, DAN GOLL." Kata panitia.
Beberapa menit kemudian tim riski dan tim lawan nya hampir mencetak gol yang sama.
"WAKTU PERTANDINGAN SUDAH TIDAK TERLALU BANYAK, KITA LIHAT APA RISKI BISA MEMIMPIN TIM NYA MENYERANG BALIK." ujar panitia nya.
"SEMANGAT"
"SEMANGAT"
"SEMANGAT"
Sebelum riski memasukkan bola nya, ia melihat ke arah tempat sandra berdiri dan menatap nya untuk beberapa detik.
"AYO RISKI APAKAH KAMU BISA MAMASUKKAN BOLA ITU." Ujar panitia nya.
Semua yang menonton melihat semua itu dengan penuh harapan.
"MASUK." teriak semua siswa dengan gembira.
"Yey masuk." Sandra pun sangat gembira sampai-sampai ia memeluk melinda dengan begitu erat.
"San jang-jangan ter-terlalu kuat bisa mat-mati gue." ujar melinda.
"Eh maaf mel hehehe."
Sedangkan alia yang melihat itu tertawa yang diikuti dengan pukulan kecil ke sandra.
__ADS_1