
"Assalamualaikum."
"Sebentar." teriak bik wati.
"Waalaikumsalam. eh non alia non melinda."
"Sandra nya ada bik?." tanya alia.
"Ada non ayo non silahkan masuk. non sandra dikamar nya." bik wati pun mempersilahkan kedua teman anak majikannya itu masuk.
"Makasih bik."
"Iya non."
TOK TOK TOK
"Sandra buka dong." ujar melinda sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar sandra.
"Sebentar."
"Sandra." melinda dan alia pun langsung memeluk sandra.
"Ih kalian kenapa sih?." tanya sandra yang kebingungan.
"Nih." alia memberikan kotak kecil kepada sandra.
"Dan ini punya gue." begitupun melinda ia memeberikan sebuah kotak kecil juga.
"Apaan nih?." tanya sandra yang masih kebingungan.
"Maaf kemarin kita lupa memberikan ini sama lo. karna terlalu asik." ujar melinda.
"Selamat ulang tahun sahabat gue." teriak alia.
"Makasih." sandra pun terharu dengan kedua sahabatnya ini.
"Ayo buka dong." perintah alia.
"Mending kita duduk di ruang tamu saja dari pada berdiri disini kan nggak lucu." ujar sandra.
Mereka bertiga pun menuruni anak tangga dan mendudukkan diri nya di kursi sofa.
Sandra pun membuka hadiah pemberian dari kedua sahabatnya itu.
"Makasih lia." ujar sandra saat ia membuka kotak kecil tadi yang dimana isi nya sebuah gelang tangan yang cantik dan unik.
"Iya sama-sama bagus kan."
"Iya bagus banget."
"Sekarang giliran punya gue ayo dibuka." ujar melinda.
Sandra pun membuka hadiah milik melinda.
"Eh ini kan parfum nabeel yang dari dubai." ujar sandra.
"Iya jadi kemarin adek papa gue pulang dari perjalanan bisnis di dubai jadi gue nitip ini." ujar melinda.
"Makasih mel gue suka."
"Makasih banyak ya kalian berdua meluangkan waktu untuk kesini dan memberikan hadiah ini." ujar sandra yang terharu.
"Iya sama-sama san lagian kan kita sahabat lo." jawab alia.
"Eh eh lagi ngapain?." tiba-tiba saja kehadiran aldi membuat mereka bertiga kaget.
"Eh kakak."
__ADS_1
"Kalian ngapain?."
"Kakak nggak liat kita lagi apa?." tanya sandra.
"Pelukan." jawab aldi.
"Nah itu tau kenapa pake nanya lagi."
Tanpa merespon sandra lagi, aldi langsung nyelonong duduk.
"Tadi papa nyuruh kakak kasih tau sama kamu. kalau kamu disuruh buat ke apartemen kamu itu untuk melihat-lihat disana ya siapa tau kan-
"Oke ayo sekarang saja, gue sudah nggak sabar lagi pengen kesana." potong sandra dan ia pun langsung berdiri dari duduk nya.
"Hati-hati tapi kamu tau alamat nya?." tanya aldi.
"Nggak."
"Hadeh ayo kakak antar."
"Kakak tau dimana apartemen nya?." tanya sandra.
"Bagaimana kakak tidak tau kalau papa beli apartemen itu bersama kakak." jawab aldi.
" Oh gitu makasih kakak ko, ya sudah kalo begitu ayo kalian juga ikut."
"Kita?." tanya alia.
"Iya siapa lagi."
Mereka pun pergi kesana menaiki mobil aldi sedangkan mobil alia mereka titip kan dirumah sandra.
"Eh san lo punya apartemen? kok lo nggak ngomong sama kita." ujar alia.
"Iya kemarin malam papa gue ngasih kunci apartemen nya katanya kado ultah gue. lagian gimana gue mau bilang sama kalian kalo baru semalam tu kunci dikasih ke gue." ujar sandra.
__
"Yey sampai, kak apartemen gue yang mana?." tanya sandra
"Itu."
"Ini kak?." tanya sandra yang berlari kearah apartemen yang ditunjuk oleh aldi.
"Hem."
Sandra pun langsung membuka apartemen tersebut dan masuk kesana yang diikuti kedua sahabatnya dan juga aldi.
"Bagaimana?." ucap aldi.
"Bagus kak bagus banget." sandra pun meloncat-loncat kegirangan.
"Eh bentar kok gue kepikiran sama aurel ya." ujar sandra. yang tiba-tiba berhenti meloncat.
"Kok lo bisa kepikiran sama aurel?." tanya alia.
"Soalnya gue kasihan sama aurel yang tinggal di rumah kemarin dan juga dia sendiri." kata sandra.
"Siapa aurel?. tanya aldi.
"Teman baru kita kak." jawab melinda.
"Sudahlah san lagian kemarin gue ngajak dia buat tinggal bareng sama gue tapi dia nggak mau." kata alia.
"Gimana dong gue nggak tega sama aurel."
"Bukan lo saja san kita juga, ya gimana dia saja nggak mau kan." ucap alia.
__ADS_1
"Begini saja gimana kalo kita bujuk lagi aurel nya. dan tinggal di apartemen gue." ujar sandra.
"San dia-
"Kita coba dulu lia." potong sandra.
"Iya terserah lo gue ikut saja."
"Hey ini apartemen milik kamu terus kenapa kamu ngajak orang lain buat tinggal disini." kata aldi.
"Kak kakak nggak akan ngerti, aurel itu tinggal dirumah yang sudah nggak layak lagi buat ditempati jadi kak apa kakak tega kalo misal kan teman kakak tinggal di rumah yang sudah tidak layak untuk ditempati?, pasti kakak juga akan membantu nya walaupun nggak seberapa." ucap sandra.
Sebelum aldi merespon sandra ia terdiam sebentar.
"Ayo kita kesana." ajak aldi.
"Iya ayo." sahut sandra.
__
"Ini kak rumah nya." ujar sandra.
"Maksud kamu yang ini?." tanya aldi.
"Iya kak."
"pantas kalian prihatin sekali sama dia."
"Dan dia teman kita kak ya walaupun baru kenal tapi dia gadis yang baik." ujar sandra.
"Ayo turun." perintah aldi.
Mereka pun memanggil penghuni rumah tersebut namun tidak ada sahutan sama sekali.
"Aurel." panggil sandra.
Terlihat kedua ibu-ibu disamping rumah aurel berdiri dirumah yang lumayan bagus dari rumah nya aurel.
"Cari siapa kalian?." tanya ibu tersebut.
"Em kita cari aurel bu." kata melinda.
"Orang kaya kok main nya sama gadis miskin." kata ibu yang satu nya.
Mendengar perkataan ibu tersebut sandra dan yang lain merasa tidak suka dengan ucapan ibu tersebut.
"Lah terus kenapa kalau kita berteman sama aurel emang merugikan kalian tidak kan." ucap alia.
"Hei asal kalian tau dia itu gadis miskin yang tidak ada tujuan dan tidak ada masa depan." kata ibu tersebut.
"Kalau aurel gadis miskin apa yang kalian bilang itu dan tidak ada masa depan terus mau kalian kami jangan berteman sama dia gitu. asal kalian tau ya aurel lebih baik dari pada mulut kalian yang tidak ada rem nya sama sekali dan bau busuk seperti bangkai-
Seketika mulut sandra langsung dibukam oleh aldi dengan tangannya.
"Tidak boleh bicara seperti itu kepada orang yang lebih tua." bisik aldi.
"Habis mereka-
"Sudah lebih baik kita pergi dari sini." perintah aldi.
"Tapi kak kita kan mau jenguk aurel." ujar sandra.
"San mungkin aurel di taman." kata melinda.
"Oh iya gue sampai lupa ayo."
Sebelum mereka benar-benar pergi dari sana aldi masih sempat berpamitan kepada kedua ibu-ibu tersebut.
__ADS_1
"Kami permisi bu. oh iya jangan menilai seseorang dari luarnya saja. ingat dunia ini berputar seperti roda kita tidak akan tau kedepannya nanti. kalian atau aurel yang akan naik derajatnya." ucap aldi ia pun masuk kemobil nya dan langsung menancapkan gas.