Mengejar Cinta Kakak Kelas Berujung Perjodohan

Mengejar Cinta Kakak Kelas Berujung Perjodohan
12. Flashback


__ADS_3

Suara motor terdengar sangat nyaring di telinga, terlihat seorang pemuda mengendarai sepeda motor tersebut dengan kecepatan tinggi. pemuda tersebut melamun sambil mengingat kembali kejadian 1 tahun yang lalu.


Flashback


1 tahun lalu


__


"Raka mana?." tanya seorang pemuda yang baru saja bangun dari pingsan nya dimana saat ini ia sedang berada di ranjang rumah sakit dalam keadaan kaki yang di perban terlihat seorang pemuda duduk di samping ranjang nya yang menggunakan baju rumah sakit seperti dia.


"Raka em itu raka-


"Kalo ngomong itu yang jelas nyet gua kagak ngerti lo bilang paan." potong pemuda tadi.


"Raka dia sudah pergi jauh." kata pemuda satu nya itu dengan wajah yang lembab mungkin habis nangis dan terlihat dibagian wajah nya banyak luka kecil.


"Pergi jauh kemana?, dan lo kenapa muka nya sembab gitu?." tanya pemuda tadi.


"Raka ninggalin kita untuk selama-lama nya dia-


"Lo tau kan gua nggak suka bertele-tele, minggir gua mau lihat keadaan nya." pemuda itu langsung turun dari ranjang nya dan berjalan dengan menggunakan satu kaki.


"Lo mau kemana?." teriak pemuda satu nya tadi.


Setelah keluar dari ruangan nya dengan menggunakan satu kaki karna satu nya di perban pemuda itu bertanya di mana ruangan teman nya yang bernama raka ardiansyah.


"Dimana ruang pasien yang bernama raka ardiansyah?." tanya pemuda itu kepada perawat laki-laki.


"Anda masih belum sembuh total saya sarankan anda istirahat dulu, setelah itu anda dapat melihat nya." jawab perawat laki-laki tersebut.


"Saya baik-baik saja, saya ingin melihat keadaan teman saya sekarang." kata pemuda tersebut.


"Baiklah kalau itu yang anda ingin kan, mari akan saya antarkan anda melihat dia." ujar perawat laki-laki itu dan ia pun berjalan mengantarkan pemuda tersebut.


Tapi aneh nya perawat laki-laki itu mengantarkan pemuda itu ke ruang mayat yang berbeda dari ruangan lain nya.


"Kita kenapa kesini, gua mau jenguk teman gua yang bernama raka ardiansyah tapi kenapa anda membawa saya ke sini." ujar pemuda itu.


"Ikuti saya anda akan tahu dimana teman anda sekarang." sahut perawat laki-laki itu dan berjalan masuk yang dimana diikuti oleh pemuda tadi.


"Apakah ini teman anda yang bernama raka ardiansyah, karna pasien disini tidak ada nama tersebut kecuali dia." kata perawat laki-laki itu ia pun membuka kain putih yang menutupi tubuh mayat yang berada di hadapan mereka.


"Nggak mungkin, kenapa teman saya ada disini nggak pasti kalian salah ruangan." kata pemuda itu dengan suara yang meninggi.


"Tadi gua ingin menjelaskan nya, tapi lo langsung keluar dari ruangan lo." sahut pemuda yang teman nya tadi dan muncul tiba-tiba dengan terlihat murung.


"Jadi lo udah tau ini semua?." tanya pemuda tadi.


"Gua baru tau kal-


"Ini semua salah lo, kalo lo nggak maksa dia berlibur waktu itu mungkin sampai saat ini dia masih hidup." kata pemuda itu dengan amat marah.


"Maaf gua-


"Kembali kan raka, kembalikan brengsek." teriak pemuda itu.

__ADS_1


"Maaf-


"Gua nggak sudi berteman sama orang yang telah membunuh teman nya sendiri, mulai detik ini lo bukan teman gua lagi." ucap pemuda itu dan berlalu keluar dari ruangan tersebut.


Flashback off


****


"Kak ini helm lo." ujar sandra saat ia melihat beni yang baru saja memasuki gerbang sekolah.


"Lo mau kemana?." tanya beni.


"Masuk kelas." jawab sandra.


"Bareng." kata beni mereka pun pergi bersama menuju kelas masing-masing.


__


Di ruang guru


"Saya dengar dari siswa lain kalau kalian berdua berantem, apa benar itu hah." bentak pak syauki kepada riski dan beni ya mereka berdua sedang berada di ruang guru.


Mereka hanya diam tanpa menjawab sepata kata pun, melihat mereka yang tidak menjawab akhirnya ibu anggi selaku wali kelas mereka langsung turun tangan.


"Nak apa benar yang di bilang pak syauki?." tanya bu anggi dengan lembut.


"Iya." jawab riski.


"Apa masalahnya?." tanya pak syauki.


"Mereka berantem kemarin pak." jawab. pak syauki.


"Oh jadi kalian berandal berdua yang kemarin berantem, baiklah sebagai hukuman nya kalian bersihkan ruang olahraga karna disana sangat berantakan." kata pak pandi.


__


Riski yang memasukkan bola basket dan bola lainnya ke dalam keranjang di ruangan olahraga itu dengan seorang diri karena beni hanya duduk tidak ada niatan sama sekali untuk membantu nya.


Beni yang ingin berjalan keluar dari sana seketika di tahan oleh riski dengan cara memanggilnya.


"Beni." panggil riski yang berhenti memasukkan bola-bola disana.


"Lo mau kemana masih banyak bola yang belum dimasukkan ke keranjang." ujar riski dengan kesal.


"Nggak usah melihat mata gua seperti itu." kata beni dengan nada mengejek.


"Jika benci di lihat gua lo yang menghindar." ucap riski.


"Gua nggak punya alasan buat menghindari lo." ujar beni. ia pun berjalan keluar dari sana.


"Hari itu, di saat dia belum meninggal untuk selama nya, dia berpesan sama gua-


"Apa?." potong beni ia pun membalikkan badan nya ke arah riski.


"Lo ingin memberikan alasan setelat ini?, lo tau nggak jika lo tidak memaksa nya mungkin itu tidak akan terjadi." ujar beni dengan marah dan berlalu pergi.

__ADS_1


****


"Riski sayang." panggil mama nya dan berjalan ke kamar anak nya.


"Iya ma kenapa?." tanya riski.


"Nanti malam kita pergi kerumah anak teman nya papa itu, jadi kamu harus bersiap-siap." kata mama nya.


"Harus hari ini ya ma?." tanya beni.


"Iya sayang harus hari ini." jawab mama nya.


"Papa juga ikut?." tanya riski lagi.


"Tidak papa tidak ikut karna masih banyak pekerjaan yang menumpuk di kantor nya." sahut mama nya.


"Ya sudah, nanti mama tunggu ya, mending kamu bersihkan diri dulu setelah itu kita makan." kata mama nya.


"Iya ma." mama nya pun keluar dari kamar riski.


Setelah membersihkan diri dan makan malam, akhirnya riski dan mama nya pun pergi mengunjungi teman dari papa nya itu.


"Assalamualaikum." ucap riski dan mama nya di samping nya juga ada supir nya.


"Waalaikumsalam, eh kalian sudah datang, ayo-ayo masuk." sahut wanita paru baya ia adalah rita


"Maaf buat kalian menunggu jeng." ujar mama nya riski.


"Iya tidak apa-apa dibawa santai aja jeng." balas rita sambil tersenyum.


"Ini anak kamu jeng?." tanya rita.


"Iya ini anak saya." balas susan.


"Silahkan diminum dan setelah itu kita makan malam bareng." ujar rita.


"Tidak usah repot-repot segala." kata susan.


"Kami tidak merasa di repoti, mari silahkan jeng." ajak rita.


"Iya jeng." susan pun tersenyum.


"Sebentar ya saya manggil anak saya dulu." kata rita.


"Iya silahkan." kata susan rita pun pergi ke lantai atas ia berniat memanggil anak gadis nya.


"Sayang ayo kebawah tamu nya sudah datang." ajak mama nya.


"Iya ma." jawab anak nya mereka pun pergi kebawah dengan bersama.


"Nah ini dia anak tante." ujar rita kepada riski, riski pun menoleh.


Dan


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA GUYS OKE TERIMAH KASIH🤗.

__ADS_1


__ADS_2