
Keesokan harinya moment yang dinanti-nanti oleh mereka akhirnya datang juga.
"Yeyyy huhh akhirnya." teriak melinda.
"Ha ha ha." alia dan sandra tertawa secara tiba-tiba sambil menunjuk celana melinda.
"Kenapa?." tanya melinda dengan polos.
"Celana lo lucu." jawab sandra dengan gelak tawanya.
"Kayak jin yang di tv-tv itu." sahut alia yang masih tertawa.
Sedangkan melinda hanya menunduk malu dan melihat kearah arjun.
"Awas lo ya gara-gara lo nih beli celana nggak ada akhlak." batin melinda.
Arjun yang ditatap tajam seperti itu seketika memalingkan wajah nya sambil bersiul-siul tidak jelas.
Waktu itu sebelum mereka tiba dirumah sandra arjun sempat-sempat nya membelikan celana itu untuk melinda.
"Ini topi bunga?." tanya robi lalu memegang topi itu.
"Bagus kan?." tanya alia lalu melihat kearah sandra.
"Iya."
"Baju sandra terlihat sangat bagus." ujar bella.
"Iya." kata alia.
"Makasih."
"Kita serasi." timbal alia. yang dimana diikuti gelak tawa mereka.
"Ayo." ajak aldi.
Mereka pun ke pinggir pantai kecuali beni dan riski yang berdiam diri.
Beni yang melihat riski tidak mengikuti mereka ia menatap judes kearah riski.
"Kenapa?." tanya riski yang merasa ditatap seperti itu.
"Nggak." jawab beni.
"Hei ngapain kalian berdua disini ayo kita kesana jarang-jarang kan kita bisa merasakan moment seperti ini." ujar sandra yang berlari menghampiri mereka berdua.
"Nggak." jawab beni dengan santai nya.
Dengan tiba-tiba sandra langsung menarik tangan mereka berdua dan mengajak kearah dimana yang lain berada.
"Ayo guys." teriak sandra ia pun menyiram teman-teman nya dan diikuti yang lain.
Terlihat mereka bermain siram-siraman dengan gelak tawa dan candaan.
__
Malam harinya mereka semua berkumpul duduk membuat lingkaran di dekat vila yang dimana di tengahnya terdapat api unggun kecil.
"San foto yuk." ajak alia.
"Ayo."
Mereka semua berfoto untuk kenang-kenangan.
Setelah berfoto bersama mereka duduk kembali ditempat masing-masing.
"Guys kalian mau bermain game nggak." ajak melinda.
"Game apa?." tanya sandra.
"Kita tulis rahasia terbesar kita dan kertasnya kita berikan kepada orang yang bukan tuannya atau secara acak." jawab melinda.
"Tapi kita nggak akan pernah tau rahasia siapa itu." kata melinda.
"Oke gue mau, kalo kalian gimana?." ujar alia.
Mereka mengangguk-nganggukkan kepala saja.
Setelah mereka bertukar kertas mereka pun membuka kertas yang didapat oleh nya.
__ADS_1
"Gue pernah buang air besar di daratan karna sudah nggak tahan lagi."
"Iww." ujar melinda jijik.
Melinda mendapat kan kertas tersebut yang berisi sebagai berikut. ia pun mengedarkan pandangannya kepada teman-teman nya dengan menatap satu persatu.
Selanjutnya riski ia membuka kertas yang ia dapat dan membaca nya.
"Gue menyukai riski."
Riski pun mengedarkan pandangan nya dan melihat ke teman-teman nya.
Sekarang giliran sandra yang membuka kertas miliknya.
"Semoga kita satu perasaan."
"Siapa yang menulis ini?." tanya sandra dalam hati.
****
Keesokan harinya mereka pulang dengan perasaan yang bahagia dan penasaran dengan kertas yang mereka dapat dari teman yang lain.
BRAK
"Ayo masuk." ujar riski setelah ia menutup pintu bagasi mobil nya.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya mereka sampai juga.
"Ki ayo masuk dulu." ujar aldi.
"Nggak usah kak makasih lain kali saja kalo gitu riski langsung pulang." ujar riski.
"Oh ya sudah kalau begitu."
"Assalamualaikum." ucap mereka berdua.
"Waalaikumsalam." mama sandra pun langsung memeluk mereka berdua.
"Sepertinya kalian makan banyak makanan enak disana." ujar papa sandra.
"Iya pa."
"Ya sudah kita masuk dulu." ujar mama sandra.
"Bagus." ujar mama dan papa nya.
"Kalian mandi dulu setelah itu kita makan ya." kata mama nya.
"Iya ma." Mereka pun pergi kamarnya masing-masing.
"Huh capekk." ujar sandra yang menjatuhkan badan nya ke tempat tidur.
Sandra membuka hp nya dan melihat isi galerinya.
"Hadeh." ia menghela nafas lalu meletakkan hp nya dan pergi ke kamar mandi.
__
"Guys lihat deh ada badut." ujar melinda menunjuk badut beruang. dimana sekarang ketiga sahabat itu berada di taman.
"Pliss jangan kesini." kata alia sambil menutup rapat kedua matanya.
"Nggak apa-apa lia tu badut lucu tau." kata melinda.
"Hai." sapa melinda kepada badut beruang tersebut setelah mendekat kepada mereka.
"Lia liat dulu deh badut nya lucu." ujar melinda.
"Nggak gue nggak mau gue takut." ujar alia.
"Lia kenapa lo harus takut lagian badut nya nggak gigit kok." kata sandra.
"Iya nggak gigit tapi serem." kata alia yang masih setia menutup matanya.
Mendengar perdebatan ketiga sahabat itu akhirnya badut beruang tersebut membuka kostum kepala nya. dan nampaklah seorang gadis cantik.
"Hai maaf ya membuat kalian takut saya begini hanya ingin menghibur semua orang yang berada disini. tapi malah buat kalian takut." ujar gadis tersebut dengan merasa bersalah.
"Eh nggak apa-apa kok dia emang suka begini takut sama badut." kata sandra.
__ADS_1
Dengan perlahan alia membuka kedua matanya dan tampaklah di hadapannya seorang gadis yang seumuran mereka sedang mengenakan kostum beruang.
"Maaf ya." ujar gadis tersebut kepada alia.
"Em iya ng-nggak apa-apa kok." jawab alia dengan gugup.
"Oh iya kenalin nama saya aurel." ujar aurel.
"Nama saya sandra."
"Saya melinda."
"Saya alia."
"Jadi kamu tiap hari selalu disini?." tanya alia.
"Iya."
"Mungkin kamu sangat capek ya kamu sudah makan?." tanya sandra.
"Belum."
"Oh iya kamu mau makan bersama kita nggak tadi kita beli nasi buat makan disini." ujar alia.
"Em emang tidak apa-apa?."
"Nggak kok ayo." sandra pun menarik aurel mereka berempat pun duduk di taman itu. sebelum duduk mereka tidak lupa membentangkan alas agar tidak kotor saat mereka duduk.
"Oh iya kayak nya kamu seumuran sama kita." kata melinda.
"Iya umur saya 18 tahun."
"Sama seperti kita dong. Oh iya kita kelas 11 kalo kamu?." tanya alia.
"Sama saya kelas 11 juga."
"Jadi kalo kamu lagi sekolah gimana? apa kamu masih memakai kostum ini dan menghibur pengunjung disini?." tanya alia.
"Kalian berdua kok kayak mau wawancarai orang interview saja nanya mulu." ujar sandra.
"Kan pengen tau saja." jawab alia.
"Itu bukan pengen tau tapi kepo." ujar sandra.
"Ih gue nggak kepo." kata alia.
"Serah lo dah."
"Kalian kok adu mulut sih sudah deh." ucap melinda.
"Oh iya nih kalo kamu lagi sekolah berarti kamu nggak kesini atau-
Sandra langsung memotong perkataan melinda.
"Kamu nanya sekali lagi gue patok tu palak lo." ujar sandra.
"Ih sandra gue kan cuman mau mencairkan suasana. gimana apa kamu masih menghibur pengunjung disini?." tanya melinda.
"Kamu nanya?." ujar sandra dan alia dengan kompak.
"Ih kalian ngeselin banget sih tau ah males gue."
"Setelah pulang sekolah gue langsung kesini." jawab aurel.
"Oh gitu, emang rumah kamu dekat sini?." tanya melinda. sambil mengangguk-nggagukkan kepalanya.
"Iya lumayan dekat."
"Ya sudah kalo gitu kita makan saja dulu mungkin kamu juga mau kerja lagi kan maaf ya kalo kita ganggu kamu kerja." kata sandra.
"Nggak kok malah saya senang kalau ada teman ngobrol."
"Oh iya sebagai pertanda kami minta maaf karna ganggu kamu gimana setelah makan nanti kami bantu kamu." kata melinda.
"Tumben otak lo dipake." kata sandra.
"Nggak usah nggak apa-apa kok." kata aurel.
"Nggak pokoknya nanti kita bantuin kamu." ujar alia.
__ADS_1
"Ya sudah kalau itu mau kalian."
Mereka pun makan bersama padahal mereka kenal dengan aurel baru beberapa menit yang lalu tapi sudah seperti teman lama.